Ming. Jan 18th, 2026

Sindiran Demokrat Kepada Menteri Kabinet Jokowi Jadi Marketing Bisnis PCR

Pelitanusantara.net – Jakarta, Sindiran dugaan keterlibatan sejumlah menteri dari Kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam bisnis tes PCR terlontarkan kepada CNNIndonesia.com pada Senin (01/11) oleh Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Demokrat, Irwan. Pada Selasa 02/11/2021.

Irwan mengingatkan kepada jajaran menteri Jokowi untuk tidak menjadi marketing atau agen pemasaran dan kongsi bisnis dengan mengeluarkan kebijakan yang menguntungkan perusahaan penyedia layanan PCR.

Langkah pemerintah, sambung Irwan, mengeluarkan kebijakan yang menguntungkan perusahaan penyedia layanan PCR, menurutnya sangat menganiaya penderitaan rakyat di tengah pandemi Covid-19.

“Saya ingatkan, pemerintah jangan sampai jadi marketing atau terjebak kongsi bisnis dengan perusahaan PCR di tengah pandemi yang membuat rakyat menderita dengan mengeluarkan regulasi yang menguntungkan para pengusaha PCR,” beber Irwan.

Masih banyak cara, menurutnya, hal yang bisa dilakukan oleh pemerintah untuk membatasi mobilitas masyarakat tanpa harus mewajibkan penggunaan PCR.

Irwan pun meminta pemerintah membatalkan Surat Edaran nomor SE 90 Tahun 2021 mengenai Perubahan Atas Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor SE 86 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Darat Pada Masa Pandemi Covid-19.

Oleh karena, aturan itu mensyaratkan para pelaku perjalanan jauh dengan moda transportasi darat dan penyeberangan dari dan ke Pulau Jawa dan Bali wajib menunjukkan kartu vaksin minimal dosis pertama dan surat keterangan hasil RT-PCR maksimal 3×24 jam atau antigen maksimal 1×24 jam sebelum perjalanan.

Baca Juga:  BONGKAR !! Kasus Dugaan Bisnis PCR Dengan Serius

Masih Irwan, persyaratan tersebut dirasa amat membingungkan bagi masyarakat. Pemerintah sebaiknya mengeluarkan aturan larangan mudik jika ingin membatasi pergerakan masyarakat di momentum libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

“Seiring rencana pemerintah menghapus tes PCR di Jawa-Bali dan cukup tes antigen, saya minta sebaiknya SE Kemenhub ini dicabut saja. Hanya membingungkan masyarakat dan tidak efektif di lapangan,” ucap Irwan.

Sebelumnya, Juru Bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, Jodi Mahardi, meluruskan isu soal dugaan Luhut berbisnis tes PCR sejak awal pandemi.

Jodi membantah kabar Luhut ikut mendirikan PT Genomik Solidaritas Indonesia (GSI) untuk bisnis tes PCR. Dia hanya berdalih bahwa Luhut hanya mendorong pihak swasta yang hendak membantu penanganan pandemi.

“Tidak ada maksud bisnis dalam partisipasi Toba Sejahtera di GSI, apalagi Pak Luhut sendiri selama ini juga selalu menyuarakan agar harga tes PCR ini bisa terus diturunkan sehingga menjadi semakin terjangkau buat masyarakat,” jelas Jodi lewat pesan singkat kepada CNNIndonesia.com.

(red)/ hdr-Rzq.

Berita Terkait

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x