Tidak Hanya Soal Bansos, DPR Minta Program Pemulihan Peternak Dibuat Jangka Panjang

- Penulis

Kamis, 8 Januari 2026 - 05:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi IV DPR RI Hindun Anisah menyampaikan pernyataan terkait pengawasan bantuan bagi peternak terdampak bencana.

Anggota Komisi IV DPR RI Hindun Anisah menyampaikan pernyataan terkait pengawasan bantuan bagi peternak terdampak bencana.

Jakarta – Di tengah upaya pemulihan wilayah terdampak banjir dan tanah longsor di sejumlah provinsi di Sumatra, perhatian kini tidak hanya tertuju pada penanganan darurat bencana, tetapi juga pada keberlangsungan sektor peternakan yang menjadi penopang rantai pangan masyarakat.

Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKB, Hindun Anisah, menilai bahwa bantuan bagi peternak tidak bisa dipandang sebatas program sosial, melainkan bagian dari strategi menjaga stabilitas pasokan pangan nasional. Karena itu, ia menekankan pentingnya pengawasan ketat dalam proses penyaluran bantuan.

Menurutnya, banyak peternak kehilangan ternak dan sarana produksi, sehingga tanpa intervensi yang tepat sasaran, mereka akan tertinggal dalam proses pemulihan.

“Selama ini peternak kerap menjadi kelompok paling rentan ketika bencana datang. Saat ternak hanyut atau mati, mereka kehilangan sumber penghidupan. Maka transparansi dan akurasi penyaluran bantuan menjadi hal yang mutlak,” ujar Hindun, Selasa (6/1/2026).

Data Kementerian Pertanian per 31 Desember 2025 mencatat 778.922 ekor ternak terdampak di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Unggas menjadi kelompok terbanyak dengan 622.154 ekor, disusul kambing dan domba 113.325 ekor, serta sapi–kerbau sebanyak 38.393 ekor. Aceh tercatat sebagai wilayah dengan kerusakan terparah.

Baca Juga:  Garda Bangsa Kalsel, Gemasaba Kalsel, dan PB Kalsel Kunjungi DPW PKB Sulsel Disambut Anggota DPRD Provinsi Sulsel, Bapak Ir. Irwan Hamid

Bagi Hindun, angka tersebut bukan sekadar statistik kerugian melainkan indikator potensi gangguan pasokan pangan.

Ia mengingatkan, kerusakan pada ekosistem peternakan berpotensi memicu efek berantai seperti kelangkaan daging, telur, dan susu di pasar, hingga tekanan pada ketahanan pangan nasional.

“Jika peternak dibiarkan menghadapi dampak bencana sendirian, masyarakat luas pada akhirnya ikut menanggung akibatnya melalui kenaikan harga pangan,” kata Hindun.

Lebih jauh, ia mendorong pemerintah untuk tidak menyamaratakan pola bantuan. Setiap jenis usaha ternak memiliki karakteristik produksi yang berbeda, sehingga kebutuhan peternak sapi tidak sama dengan peternak unggas maupun kambing.

Pendekatan berbasis wilayah dan jenis komoditas, menurutnya, akan membuat program pemulihan lebih tepat guna.

Hindun juga mengingatkan bahwa proses pemulihan tidak berhenti pada distribusi bantuan awal. Pemerintah didorong menyiapkan program jangka menengah–panjang agar peternak dapat kembali mandiri dan produktif.

“Pendataan sudah dilakukan. Tantangannya sekarang adalah memastikan eksekusi berjalan cepat, transparan, dan benar-benar menyentuh peternak yang membutuhkan,” pungkasnya.

Melalui pengawasan yang akuntabel dan kebijakan pemulihan yang adaptif, sektor peternakan diharapkan tidak hanya bangkit dari bencana, tetapi juga tetap menjadi penopang utama rantai pangan Sumatra.

Berita Terkait

Perguruan Tinggi se-Kalimantan Berkumpul di IKN, UNUKASE Tekankan Kolaborasi dan SDM
Di Tengah Konflik Global, Indonesia Selenggarakan Doa Bersama Lintas Agama Demi Perdamaian
WARISAN NUKLIR DAN KRISIS IKLIM DI KEPULAUAN MARSHALL, KOALISI GLOBAL LINTAS BENUA BERSIDANG
Penguatan Daerah Jadi Fokus, APPMBGI Resmikan Kepengurusan Sejumlah Provinsi dan Kabupaten/Kota
Usai dari Balangan, Wakil Presiden Gibran Lanjutkan Peninjauan Banjir ke Kabupaten Banjar
Wakil Presiden Gibran Soroti Pemulihan Pendidikan Saat Meninjau Banjir Balangan
Di Hadapan PBNU, Rektor UNUKASE Beberkan Strategi Penguatan Pendidikan Tinggi NU
SMSI Gaungkan Peran Media Siber dalam Menjaga Marwah Pers Nasional

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:09 WITA

Bupati Rahmat Trianto Matangkan Calendar of Event 2026 untuk Dongkrak Ekonomi Tanah Laut

Selasa, 14 Juli 2026 - 18:51 WITA

Pemkab Tanah Laut Peringati Hari Koperasi ke-79, Perkuat Peran Koperasi sebagai Penggerak Ekonomi Rakyat

Selasa, 14 Juli 2026 - 18:18 WITA

Panen Raya Serentak di 11 Kecamatan, Bupati Tanah Laut Targetkan Produksi Padi Tembus 200 Ribu Ton

Selasa, 14 Juli 2026 - 18:11 WITA

Pemkab Tanah Laut Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla Jelang Musim Kemarau

Senin, 13 Juli 2026 - 18:24 WITA

Bupati Tanah Laut Buka Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Angkatan V, Dorong ASN Profesional dan Berintegritas

Sabtu, 11 Juli 2026 - 18:55 WITA

Wakil Bupati Tanah Laut Hadiri Pelantikan IPNU-IPPNU, Dorong Lahirnya Pemimpin Muda

Rabu, 24 Juni 2026 - 04:21 WITA

Pemkab Tanah Laut Siapkan Panti Rehabilitasi Narkotika, BNN Kalsel Beri Apresiasi

Rabu, 24 Juni 2026 - 04:13 WITA

Wabup Tanah Laut Ikuti Peresmian Inpres Jalan Daerah, Infrastruktur Jadi Penggerak Transformasi Ekonomi Nasional

Berita Terbaru

Memperingati Milad MUI ke 51, pengurus MUI Kalimantan Selatan, berziarah ke makam-makam mantan ketua MUI Kalimantan Selatan.

Kalimantan Selatan

Memperingati Milad MUI ke 51, Berguru Menyusuri Tapak Sejarah Kalsel

Sabtu, 18 Jul 2026 - 21:36 WITA

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x