Banjar – Tim dosen Jurusan Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Lambung Mangkurat (FKIK ULM) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat Program Dosen Wajib Mengabdi (PDWA) bertajuk “Penguatan Kapasitas Remaja sebagai Youth Responder dalam Deteksi Dini Kesehatan Mental dan Penanganan Cedera Dasar di Wilayah Lahan Basah” di SMP Negeri 2 Karang Intan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Sementara itu, Tim dosen yang terdiri dari Tsuwaibatul Islamiyah, S.Kep., Ns., M.S. dan Mutia Rahmah, S.Kep., Ns., M.Kep. dari bidang Keperawatan Kesehatan Jiwa, serta Rizka Hayyu Nafi’ah, S.Kep., Ns., M.Kep. dari bidang Keperawatan Gawat Darurat. Melalui kolaborasi keilmuan kesehatan jiwa dan kegawatdaruratan, tim melaksanakan program penguatan kapasitas remaja melalui psikoedukasi kesehatan mental, pelatihan pertolongan pertama cedera dasar, simulasi kasus, dan pembentukan Tim Youth Responder yang terintegrasi dengan OSIS, PMR, dan UKS di sekolah.
SMP Negeri 2 Karang Intan terpilih sebagai mitra karena memiliki karakteristik geografis yang berada di wilayah perbukitan dengan risiko cedera akibat kecelakaan dan tantangan kesehatan mental remaja yang memerlukan perhatian khusus. Selain itu, hasil diskusi dengan pihak sekolah menunjukkan adanya berbagai kerentanan psikososial pada sebagian siswa yang memerlukan sistem deteksi dini dan dukungan yang lebih terstruktur. Ketua tim pengabdian, Tsuwaibatul Islamiyah, menjelaskan bahwa masa remaja merupakan periode penting yang membutuhkan perhatian tidak hanya pada aspek akademik, tetapi juga kesehatan mental dan keselamatan fisik.
“Remaja adalah kelompok yang sangat dekat dengan teman sebayanya. Karena itu, kami berupaya membangun kapasitas siswa agar mampu mengenali tanda-tanda awal masalah psikologis, memberikan dukungan awal kepada teman, dan mengetahui langkah pertolongan pertama pada cedera ringan secara aman sebelum mendapatkan bantuan profesional,” ujarnya.
Sebanyak sekitar 30 siswa yang berasal dari unsur OSIS, PMR, dan perwakilan kelas mengikuti pelatihan sebagai calon kader Youth Responder. Mereka akan latih untuk menjadi garda terdepan dalam mendukung teman sebaya yang mengalami kesulitan psikologis maupun membutuhkan bantuan awal saat terjadi cedera di lingkungan sekolah. Salah satu capaian penting kegiatan ini adalah pembentukan resmi Tim Youth Responder SMP Negeri 2 Karang Intan yang ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Pembentukan Tim Youth Responder dan penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) Rujukan Internal Sekolah. Melalui SOP tersebut, setiap siswa yang mengalami masalah psikologis maupun cedera akan mendapatkan pendampingan dan rujukan yang lebih terarah sesuai tingkat kebutuhan.
Kepala SMP Negeri 2 Karang Intan, H. Ruspana Wardi, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut.
“Program ini sangat bermanfaat bagi sekolah kami. Kehadiran Youth Responder memberikan wadah bagi siswa untuk saling peduli, membantu teman sebaya, dan meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan mental dan keselamatan. Kami mendukung penuh keberlanjutan program ini dan sangat mengapresiasi” ungkapnya.
Sebagai bentuk keberlanjutan program, tim pengabdian bersama pihak sekolah juga membentuk grup WhatsApp koordinasi dan pendampingan Youth Responder yang melibatkan tim dosen, Guru BK, pembina PMR, dan perwakilan siswa. Grup tersebut akan menjadi media konsultasi, monitoring, dan tindak lanjut berbagai kegiatan kesehatan mental dan keselamatan di sekolah.
Salah seorang peserta pelatihan, Hiza, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru selama mengikuti kegiatan.
“Saya jadi lebih memahami bagaimana mengenali teman yang sedang mengalami masalah, cara mendengarkan dengan baik, dan langkah yang harus dilakukan jika ada teman yang terluka atau membutuhkan bantuan. Saya senang bisa menjadi bagian dari Youth Responder karena dapat membantu teman-teman di sekolah,” tuturnya.
Program ini sejalan dengan kebijakan Kampus Berdampak yang mendorong dosen dan mahasiswa untuk berkontribusi langsung dalam menyelesaikan permasalahan masyarakat melalui pendekatan edukatif dan pemberdayaan.
Melalui kegiatan ini, Universitas Lambung Mangkurat berharap dapat menciptakan lingkungan sekolah yang lebih peduli terhadap kesehatan mental, lebih siap menghadapi situasi darurat sederhana, dan mampu membangun budaya saling mendukung di kalangan remaja. Dengan terbentuknya Tim Youth Responder SMP Negeri 2 Karang Intan, diharapkan sekolah memiliki sistem dukungan sebaya yang berkelanjutan sehingga kesehatan mental dan keselamatan siswa dapat terjaga secara lebih optimal.















