Martapura – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menggelar kegiatan pelatihan. Pembentukan peer grup kader teman sebaya peduli kesehatan mental remaja di SMPN 1 Gambut (13/6/2026). Kegiatan ini mendapat pendanaan dari DIPA Hibah PDWA Tahun 2026 dari program LPPM ULM mengangkat program ini sebagai bagian dari isu global peningkatan kesehatan masyarakat sesuai target Sustainable Development Goals (SDGs).
Kenakalan remaja merupakan masalah sosial yang bersifat kompleks dan melibatkan berbagai bentuk perilaku menyimpang. Seperti tawuran, penyalahgunaan narkotika dan zat adiktif lainnya, perilaku seksual yang berisiko, ketidakhadiran di sekolah tanpa alasan yang jelas, hingga tindakan yang melanggar hukum. Berbagai perilaku tersebut umumnya terpengaruh oleh masalah psikososial yang tidak mendapatkan penanganan secara memadai. Sepertirendahnya kemampuan mengendalikan emosi, kurangnya dukungan dari lingkungan sosial, serta terbatasnya pemahaman remaja mengenai kesehatan mental.
Kurangnya kemampuan remaja dalam mengenali, memahami, dan mengelola emosi secara tepat dapat meningkatkan kecenderungan munculnya perilaku agresif maupun tindakan secara impulsif. Oleh karena itu, perlunya langkah-langkah pencegahan yang melibatkan berbagai pihak, termasuk peran aktif teman sebaya sebagai lingkungan terdekat remaja. Dalam upaya mencegah kenakalan remaja, teman sebaya memiliki posisi yang penting karena dapat menjadi sumber dukungan emosional, sosial, dan moral, sekaligus berperan dalam membentuk nilai, sikap, serta pola perilaku di dalam kelompok.
Kelompok teman sebaya yang memberikan pengaruh positif terbukti dapat membantu meningkatkan kemampuan pengendalian diri, keterampilan berinteraksi sosial, dan regulasi emosi pada remaja. Selain itu, kelompok tersebut juga mendukung proses pembentukan identitas diri yang sehat sehingga remaja tidak mudah terpengaruh oleh perilaku negatif. Melalui hubungan dan interaksi dalam kelompok sebaya, remaja memperoleh kesempatan untuk mempelajari peran-peran sosial baru, mengembangkan kemampuan beradaptasi, serta memahami dan menerapkan norma-norma yang berlaku di lingkungan masyarakat.

Pelatihan tertuju untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya kesehatan mental sekaligus membentuk Kader Sebaya Peduli Kesehatan Mental sebagai agen perubahan di lingkungan sekolah. Peserta kegiatan adalah perwakilan siswa kelas 7 dan 8 sebanyak 30 orang dan guru BP. Kegiatan ini mengusung tema “Penguatan Kesehatan Mental Remaja Sebagai Upaya Pencegahan Perilaku Kenakalan Remaja Melalui Pembentukan Kader Sebaya Peduli Kesehatan Mental di SMP 1 Gambut”.
Kegiatan ini disambut sangat baik oleh pihak sekolah, Kepala SMPN 1 Gambut Nevvy Kartini, S.Hut., M.Pd.,
“Alhamdulillah, saya senang kegiatan ini bisa terlaksana dengan baik di sekolah kami dan dari kegiatan ini pihak sekolah termasuk siswa dan guru BP mendapatkan banyak informasi pengetahuan tentang kesehatan mental remaja dan solusi dalam menangani perilaku kenakalan remaja dengan melibatkan pihak siswa secara aktif sebagai agen perubahan di lingkungan sekolah juga ,” ujarnya.
Apresiasi juga datang dari peserta pelatihan, Mutia siswa SMPN 1 Gambut ,
“Saya sangat senang sekolah mendapatkan materi-materi tentang kesehatan remaja dan solusi penanganan dari dokter-dokter serta kakak mahasiswa kedokteran seperti ini, semoga ilmu yang doberikan bisa kami terapkan untuk menjadi kader kesehatan mental di lingkungan sekolah ” ungkapnya.
Ketua Tim PDWA, Dr. dr. Ida Yuliana, M.Biomed, menyampaikan harapan agar kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran remaja. Sehingga mereka memahami masalah kesehatan mental dan cara-cara memberikan solusi sesuai usia mereka. Sebagai bentuk apresiasi, tim juga memberikan bingkisan kepada pihak sekolah dan peserta yang berpartisipasi aktif.















