Banjarbaru – Upaya peningkatan kesehatan pasien kini tidak hanya berfokus pada tindakan medis di rumah sakit, tetapi juga pada pemberdayaan keluarga. Melalui Program Dosen Wajib Mengabdi (PDWA), tim dosen dan mahasiswa dari Jurusan Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Lambung Mangkurat (FKIK ULM) menghadirkan inovasi edukasi berbasis metode World Café yang interaktif dan partisipatif.
Program bertajuk “Edukasi Pencegahan Infeksi Berkelanjutan dan Psikologis Keluarga melalui World Café sebagai Optimalisasi Kesehatan Pasien dan Keluarga dengan Masalah Pernapasan”. Program ini terancang sebagai solusi komprehensif terhadap tingginya risiko infeksi saluran pernapasan, khususnya di wilayah dengan karakteristik lingkungan lembap seperti Kalimantan Selatan. Kegiatan ini terlaksana di RSD Idaman Kota Banjarbaru pada hari Selasa, 23 Juni 2026. Sasaran peserta pada kegiatan pengabdian ini adalah keluarga pasien yang sedang dirawat di RSD Idaman Banjarbaru.

Kegiatan ini mengintegrasikan berbagai aspek penting dalam perawatan pasien, mulai dari pencegahan infeksi, pencegahan luka tekan (dekubitus), hingga peningkatan kualitas tidur dan kesehatan psikologis caregiver atau keluarga pasien. Model edukasi yang digunakan mengadaptasi metode diskusi kolaboratif World Café, yang memungkinkan peserta saling bertukar pengalaman dan solusi secara aktif.
Dalam implementasinya, program ini mendapat dukungan oleh berbagai media edukasi inovatif, seperti buku panduan implementasi program, lembar balik edukatif (flipchart), serta lembar monitoring keluarga. Materi yang berisi praktik cuci tangan enam langkah, etika batuk, penggunaan masker, teknik reposisi pasien setiap dua jam, hingga manajemen kualitas tidur dan kondisi psikologis keluarga.
Ketua tim pelaksana (Ners Firda) menyampaikan bahwa pendekatan ini terancang agar mudah dipahami dan diterapkan oleh masyarakat.
“Kami ingin keluarga tidak hanya menjadi pendamping, tetapi juga mitra aktif dalam proses penyembuhan pasien,” ujarnya.
Selain memberikan dampak langsung bagi masyarakat, kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa sebagai bagian dari implementasi tridharma perguruan tinggi. Mahasiswa berperan aktif dalam pelaksanaan edukasi dan berkesempatan memperoleh rekognisi akademik atas kontribusinya dalam kegiatan pengabdian.
Program ini terlaksana secara bertahap, mulai dari persiapan, pengembangan model edukasi, pelaksanaan kegiatan di lapangan, hingga evaluasi. Durasi pelaksanaan minimal selama enam bulan untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas program.
Melalui inovasi ini, diharapkan terjadi peningkatan pengetahuan dan perubahan perilaku keluarga dalam menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), sehingga mampu menekan angka infeksi, mencegah komplikasi, serta meningkatkan kualitas hidup pasien dan keluarga secara berkelanjutan. Program ini juga diharapkan dapat direplikasi di berbagai fasilitas kesehatan lainnya di Indonesia.















