Banjar — Tim dosen yang terdiri dari Yulia Yunara, Ns., M.Kep., Dr. Herawati, Ns., M.Kep., Lola Illona Elfani Kausar, Ns., M.Kep., Annisa Febriana, Ns., M.Kep., Sp.Kep.Kom., dan Yaumil Hafsani Siregar, Ns., M.Kep dari Kompartemen Keperawatan Komunitas Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Lambung Mangkurat melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat sebagai implementasi Program Dosen Wajib Mengabdi (PDWA) melalui program Community-Based Healthy Aging Care (CBHAC) dalam Peningkatan Kualitas Perawatan Lansia melalui Pemberdayaan Lansia dan Caregiver di Wilayah Rural.
Kegiatan ini terlaksana di Desa Sungai Asam Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar selama dua hari. Selain itu sebanyak 23 peserta mengikuti kegiatan ini. Para peserta terdiri dari lansia dan caregiver keluarga.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan lansia sekaligus memperkuat kemampuan keluarga dalam merawat lansia secara mandiri di rumah. Ketua tim pelaksana yaitu Ns Yulia, menyampaikan bahwa pendekatan berbasis komunitas menjadi strategi penting dalam menghadapi tantangan penuaan penduduk. Terutama terkait keterbatasan akses layanan kesehatan dan tingginya ketergantungan lansia pada keluarga.
“Melalui CBHAC, kami berupaya menghadirkan intervensi yang tidak hanya bersifat kuratif, tetapi juga promotif dan preventif dengan melibatkan langsung masyarakat dengan harapan dapat meningkatkan kualitas perawatan lansia serta mengurangi stress pada keluarga” ujarnya.
Kegiatan hari pertama mulai dengan Program BESANTAN (Buah Naga Sehatkan Lansia). Dalam kegiatan ini, para lansia mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan meliputi pengukuran tekanan darah, kadar asam urat, gula darah, dan kolesterol. Selain itu, peserta mendapat edukasi gizi serta konsumsi jus buah naga sebagai intervensi berbasis pangan lokal untuk mendukung kesehatan metabolik.

Selanjutnya, kegiatan SEHATI (Senam Anti Hipertensi) yang berfokus pada latihan fisik terstruktur bagi lansia untuk membantu mengontrol tekanan darah, meningkatkan kebugaran, serta menjaga mobilitas. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan antusias di bawah bimbingan tim dosen dan mahasiswa pendamping.
Pada hari kedua, kegiatan berfokusk pada penguatan peran keluarga melalui Program BUNGAS (Beri Dukungan Lansia Sehat). Program ini memberikan edukasi kepada caregiver mengenai teknik perawatan lansia di rumah, termasuk pemantauan kondisi kesehatan, pencegahan komplikasi penyakit kronis, serta strategi komunikasi efektif dengan lansia.
Selain itu, ada Journaling Caregiver, yaitu kegiatan reflektif untuk membantu caregiver mengelola beban psikologis akibat proses perawatan jangka panjang. Melalui kegiatan menulis, caregiver mengenali stresor, mengekspresikan emosi, dan meningkatkan kemampuan coping adaptif dalam perawatan sehari-hari. Salah satu peserta menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman baru dalam memahami kondisi dirinya sebagai caregiver.
“Saya jadi lebih sadar bahwa merawat lansia juga membutuhkan perhatian untuk diri sendiri agar tidak mudah stres,” ungkapnya.
Dengan total 23 peserta yang mengikuti rangkaian kegiatan selama dua hari, program CBHAC di Desa Sungai Asam menunjukkan respons positif dari masyarakat. Lansia memperoleh manfaat langsung berupa peningkatan pemahaman kesehatan dan pemeriksaan kondisi fisik, sementara caregiver mendapatkan penguatan pengetahuan dan dukungan psikologis.
Tim pelaksana berharap program ini dapat menjadi model berkelanjutan dalam pengembangan layanan keperawatan komunitas berbasis keluarga di wilayah rural, sehingga kualitas hidup lansia dapat terus meningkat secara holistik, tidak hanya dari aspek fisik tetapi juga psikososial dan lingkungan.















