Peningkatan Kualitas Perawatan Lansia Melalui Program CBHAC oleh Tim Dosen Kompartemen Keperawatan Komunitas di Desa Sungai Asam

- Penulis

Senin, 15 Juni 2026 - 22:18 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Program Dosen Wajib Mengabdi (PDWA) melalui program Community-Based Healthy Aging Care (CBHAC) dalam Peningkatan Kualitas Perawatan Lansia

Program Dosen Wajib Mengabdi (PDWA) melalui program Community-Based Healthy Aging Care (CBHAC) dalam Peningkatan Kualitas Perawatan Lansia

Banjar — Tim dosen yang terdiri dari Yulia Yunara, Ns., M.Kep., Dr. Herawati, Ns., M.Kep., Lola Illona Elfani Kausar, Ns., M.Kep., Annisa Febriana, Ns., M.Kep., Sp.Kep.Kom., dan Yaumil Hafsani Siregar, Ns., M.Kep dari Kompartemen Keperawatan Komunitas Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Lambung Mangkurat melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat sebagai implementasi Program Dosen Wajib Mengabdi (PDWA) melalui program Community-Based Healthy Aging Care (CBHAC) dalam Peningkatan Kualitas Perawatan Lansia melalui Pemberdayaan Lansia dan Caregiver di Wilayah Rural.

Kegiatan ini terlaksana di Desa Sungai Asam Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar selama dua hari. Selain itu sebanyak 23 peserta mengikuti kegiatan ini. Para peserta terdiri dari lansia dan caregiver keluarga.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan lansia sekaligus memperkuat kemampuan keluarga dalam merawat lansia secara mandiri di rumah. Ketua tim pelaksana yaitu Ns Yulia, menyampaikan bahwa pendekatan berbasis komunitas menjadi strategi penting dalam menghadapi tantangan penuaan penduduk. Terutama terkait keterbatasan akses layanan kesehatan dan tingginya ketergantungan lansia pada keluarga.

“Melalui CBHAC, kami berupaya menghadirkan intervensi yang tidak hanya bersifat kuratif, tetapi juga promotif dan preventif dengan melibatkan langsung masyarakat dengan harapan dapat meningkatkan kualitas perawatan lansia serta mengurangi stress pada keluarga” ujarnya.

Kegiatan hari pertama mulai dengan Program BESANTAN (Buah Naga Sehatkan Lansia). Dalam kegiatan ini, para lansia mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan meliputi pengukuran tekanan darah, kadar asam urat, gula darah, dan kolesterol. Selain itu, peserta mendapat edukasi gizi serta konsumsi jus buah naga sebagai intervensi berbasis pangan lokal untuk mendukung kesehatan metabolik.

Baca Juga:  PKKMB STIKes Intan Martapura 2026: SATU Langkah Membentuk Mahasiswa yang Tangguh dan Unggul

Selanjutnya, kegiatan SEHATI (Senam Anti Hipertensi) yang berfokus pada latihan fisik terstruktur bagi lansia untuk membantu mengontrol tekanan darah, meningkatkan kebugaran, serta menjaga mobilitas. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan antusias di bawah bimbingan tim dosen dan mahasiswa pendamping.

Pada hari kedua, kegiatan berfokusk pada penguatan peran keluarga melalui Program BUNGAS (Beri Dukungan Lansia Sehat). Program ini memberikan edukasi kepada caregiver mengenai teknik perawatan lansia di rumah, termasuk pemantauan kondisi kesehatan, pencegahan komplikasi penyakit kronis, serta strategi komunikasi efektif dengan lansia.

Selain itu, ada Journaling Caregiver, yaitu kegiatan reflektif untuk membantu caregiver mengelola beban psikologis akibat proses perawatan jangka panjang. Melalui kegiatan menulis, caregiver mengenali stresor, mengekspresikan emosi, dan meningkatkan kemampuan coping adaptif dalam perawatan sehari-hari. Salah satu peserta menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman baru dalam memahami kondisi dirinya sebagai caregiver.

“Saya jadi lebih sadar bahwa merawat lansia juga membutuhkan perhatian untuk diri sendiri agar tidak mudah stres,” ungkapnya.

Dengan total 23 peserta yang mengikuti rangkaian kegiatan selama dua hari, program CBHAC di Desa Sungai Asam menunjukkan respons positif dari masyarakat. Lansia memperoleh manfaat langsung berupa peningkatan pemahaman kesehatan dan pemeriksaan kondisi fisik, sementara caregiver mendapatkan penguatan pengetahuan dan dukungan psikologis.

Tim pelaksana berharap program ini dapat menjadi model berkelanjutan dalam pengembangan layanan keperawatan komunitas berbasis keluarga di wilayah rural, sehingga kualitas hidup lansia dapat terus meningkat secara holistik, tidak hanya dari aspek fisik tetapi juga psikososial dan lingkungan.

Berita Terkait

PKKMB STIKes Intan Martapura 2026: SATU Langkah Membentuk Mahasiswa yang Tangguh dan Unggul
UNUKASE Berduka atas Wafatnya H. Rudy Ariffin, Tokoh yang Berjasa bagi Berdirinya Jejak Pendidikan NU di Kalimantan Selatan
PMI Kabupaten Banjar Distribusikan 2.500 Masker Gratis
Yudisium STIKes Intan Martapura, 79 Mahasiswa Resmi Menuntaskan Pendidikan
UAD Yogyakarta Kunjungi UNUKASE Bahas Pengembangan Kefarmasian
UNUKASE Peringati HUT ke-81 RI: Dari Semangat Kemerdekaan hingga Doa untuk Keluarga Besar Kampus
Energi Hijau dan Infrastruktur di Kalsel UNUKASE Gandeng Investor Indonesia–Tiongkok
UNUKASE Kembali Lolos Pendanaan Nasional, Prodi Agribisnis Kantongi Hibah Rp437 Juta
Tag :
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 01:37 WITA

Bupati Andi Rudi Latif Buka Pelatihan Operator Trintin 2026, Gratis!

Minggu, 13 September 2026 - 13:29 WITA

Pemkab Tanah Bumbu Dorong Peningkatan SDM dan Tenaga Kerja Lokal Berdaya Saing

Minggu, 13 September 2026 - 13:21 WITA

Pemkab Tanah Bumbu Gelar Istighosah Hadapi Kemarau dan Karhutla

Minggu, 13 September 2026 - 13:16 WITA

Bupati Tanah Bumbu Dorong BLUD Berinovasi untuk Tingkatkan Pelayanan Publik

Minggu, 13 September 2026 - 13:11 WITA

Tanah Bumbu Tanam 1.000 Mangrove Peringati HUT ke-81 TNI

Minggu, 13 September 2026 - 13:05 WITA

Pemkab Tanah Bumbu Gelar Pelatihan Akses Permodalan bagi Usaha Mikro

Rabu, 9 September 2026 - 00:13 WITA

Bupati Andi Rudi Latif Dukung Perjuangan Luna dan Reyhan di Lomba Pantomim Nasional

Selasa, 8 September 2026 - 02:46 WITA

PKP Angkatan IV Resmi Ditutup, Bupati Tanah Bumbu Dorong Aparatur Berintegritas dan Responsif dalam Pelayanan Publik

Berita Terbaru

MUI Kalimantan Selatan, Bidang Kerukunan Umat Beragama menyelenggarakan diskusi bertema “Toleransi Di Era Cancel Culture dan Komentar Pedas”

Banjarmasin

Toleransi Di Era Cancel Culture dan Komentar Pedas

Kamis, 17 Sep 2026 - 11:09 WITA

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x