RESMI DISAHKAN, KOMUNITAS ACIL PEDULI SELAMAT SIAP JADI PENGGERAK K3 MANDIRI DI PASAR TERAPUNG LOK BAINTAN

- Penulis

Rabu, 24 Juni 2026 - 00:40 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa K3 Universitas Lambung Mangkurat (ULM) merintis komunitas Acil Peduli Selamat pada tahun sebelumnya, akhirnya resmi berdiri

Mahasiswa K3 Universitas Lambung Mangkurat (ULM) merintis komunitas Acil Peduli Selamat pada tahun sebelumnya, akhirnya resmi berdiri

Banjar – Mahasiswa K3 Universitas Lambung Mangkurat (ULM) merintis komunitas Acil Peduli Selamat pada tahun sebelumnya, akhirnya resmi berdiri. Pengesahan berlangsung di Kantor Desa Lok Baintan Luar, Kabupaten Banjar pada Selasa (2/6/2026). Sehingga, pengesahan ini menandai babak baru keberadaan komunitas ini sebagai gerakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang terorganisir di lingkungan Pasar Terapung Lok Baintan.

Komunitas ini bermula dari inisiatif mahasiswa K3 angkatan sebelumnya yang melihat perlunya wadah bagi para pedagang perempuan. Mereka yang sering terkenal dengan panggilan “acil” untuk saling mengingatkan soal keselamatan kerja di atas jukung. Kala itu (Tahun 2025), komunitas sudah terbentuk namun masih berjalan secara umum dan belum memiliki pengukuhan resmi. Tahun ini, Mahasiswa dan Tim Dosen Peminatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Angkatan 2023 melanjutkan tongkat estafet tersebut dengan memperkuat struktur komunitas dan membawa proses pengesahan hingga tuntas.

Sebelum hari pengesahan, tim mahasiswa turun langsung ke pasar terapung untuk mengamati keseharian para acil berdagang dan menggali kondisi kerja nyata yang mereka hadapi. Dari situ teridentifikasi berbagai risiko yang selama ini luput dari perhatian, mulai dari ancaman terpeleset di atas jukung yang basah, risiko jatuh ke sungai, hingga bahaya terjepit antar perahu saat pasar sedang ramai. Pemahaman mendalam atas kondisi lapangan inilah yang kemudian menjadi pijakan dalam mempersiapkan pengesahan komunitas secara lebih terarah dan kontekstual.

Lima anggota komunitas yang terpilih berdasarkan kesiapan dan komitmen mereka untuk menjadi teladan keselamatan kerja di lingkungan pasar terapung. Pada saat pengesahan, mereka juga mempraktikkan secara langsung penggunaan pelampung sebagai alat pelindung diri saat beraktivitas di sungai. Sebuah kebiasaan sederhana yang selama ini masih jarang diterapkan di kalangan pedagang pasar terapung lalu dilanjutkan dengan pemberian SK pembentukan secara resmi oleh Tim Dosen kepada perwakilan anggota komunitas. Ke depan, anggota komunitas mengharapkan agar mampu mengingatkan sesama pedagang dalam keseharian, bukan hanya saat ada kegiatan formal.

“Harapan kami, komunitas Acil Peduli Selamat yang kini telah resmi ini bisa terus aktif menjadi penggerak K3 dari dalam. Bukan hanya saat kami hadir, tetapi juga dalam obrolan sehari-hari di tepi sungai. Dengan begitu, budaya keselamatan kerja dapat tumbuh dan bertahan di lingkungan pasar terapung,” ungkap salah satu mahasiswa K3 ULM yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Pengesahan komunitas ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa setempat. Perwakilan perangkat Desa Lok Baintan Luar, Bapak Atun, menyambut baik keberlanjutan program yang telah mulai sejak tahun lalu ini.

“Kami dari pihak desa sangat mendukung kegiatan ini. Program seperti ini penting agar para pedagang kita makin sadar akan keselamatan kerja mereka setiap hari di sungai,” katanya saat memberikan sambutan pada acara pengesahan.

Dengan resminya pengesahan Komunitas Acil Peduli Selamat, Pasar Terapung Lok Baintan kini memiliki penggerak keselamatan kerja dari dalam komunitasnya sendiri. Sebuah langkah kecil yang membawa dampak besar menjadikan pasar terapung yang terkenal sebagai ikon wisata Kalimantan Selatan. Sekaligus sebagai lingkungan kerja yang lebih aman dan sehat bagi para acil yang setiap hari menggantungkan hidupnya di atas sungai.

Baca Juga:  One Day Service UNUKASE Tuai Respons Positif, 27 Santri Langsung Jadi Calon Mahasiswa

Berita Terkait

Energi Hijau dan Infrastruktur di Kalsel UNUKASE Gandeng Investor Indonesia–Tiongkok
UNUKASE Kembali Lolos Pendanaan Nasional, Prodi Agribisnis Kantongi Hibah Rp437 Juta
One Day Service UNUKASE Tuai Respons Positif, 27 Santri Langsung Jadi Calon Mahasiswa
Workshop Wicara Publik, UNUKASE Bekali Mahasiswa Keterampilan Komunikasi dan Kepercayaan Diri
Dosen Keperawatan Kritis FKIK ULM berdayakan kader PTM Desa Keramat Dalam Upaya Pencegahan Penyakit Kardiovaskular
Universitas Lambung Mangkurat Bentuk Tim Youth Responder di SMP Negeri 2 Karang Intan
Bentuk Kader Sebaya FKIK ULM Peduli Kesehatan Mental untuk Cegah Kenakalan Remaja di SMPN 1 Gambut
Peningkatan Kualitas Perawatan Lansia Melalui Program CBHAC oleh Tim Dosen Kompartemen Keperawatan Komunitas di Desa Sungai Asam
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 20:23 WITA

P3AP2KB Tanah Laut Libatkan Duta GenRe Cegah Pernikahan Dini dan Stunting

Senin, 3 Agustus 2026 - 20:15 WITA

Pemkab Tanah Laut Gelar Pelatihan Kepemimpinan Administrator 2026 untuk Perkuat Kompetensi ASN

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:20 WITA

Jelang Purnatugas, Dua PPPK Pemkab Tanah Laut Dapat Hadiah Umrah Langsung dari Bupati

Kamis, 23 Juli 2026 - 01:11 WITA

IKKD Tanah Laut Dukung Warga Kuala Tambangan, Desak Aparat Tindak Dugaan Penyalahgunaan Solar Subsidi

Kamis, 23 Juli 2026 - 01:07 WITA

Dishub Tanah Laut Gelar Ramp Check Angkutan, Perkuat Keselamatan Transportasi Melalui Sinergi Lintas Instansi

Selasa, 21 Juli 2026 - 23:09 WITA

Dinas Sosial Tanah Laut Ungkap Kondisi Terbaru Bayi Temuan di Jembatan Pabahanan

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:09 WITA

Bupati Rahmat Trianto Matangkan Calendar of Event 2026 untuk Dongkrak Ekonomi Tanah Laut

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:04 WITA

Forkopimda Tanah Laut Perkuat Sinergi Lewat Coffee Morning dan Latihan Menembak

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x