Balangan – Kehadiran Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan, Kamis (8/1/2026), menandai perhatian pemerintah pusat terhadap fase krusial pascabanjir yaitu pemulihan kehidupan warga. Di tengah sisa lumpur yang masih menempel di dinding rumah dan fasilitas umum, kunjungan ini tidak hanya memotret kerusakan, tetapi juga membaca kebutuhan mendesak masyarakat terdampak.
Salah satu titik yang menyita perhatian adalah SDN Juuh. Sekolah dasar itu menjadi gambaran nyata bagaimana banjir tak sekadar merendam bangunan, tetapi juga mengganggu keberlanjutan pendidikan anak-anak. Buku pelajaran, alat tulis, hingga perlengkapan belajar rusak dan belum seluruhnya tergantikan, sementara proses pembersihan masih berlangsung.
Dalam suasana tersebut, Wakil Presiden meninjau langsung kondisi ruang kelas dan berbincang dengan pihak sekolah serta warga sekitar. Peninjauan ini memberi penekanan bahwa pemulihan sektor pendidikan menjadi bagian penting dari penanganan pascabencana, sejajar dengan pemulihan infrastruktur dan permukiman.
Sebagai bentuk respons kemanusiaan, bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) disalurkan kepada warga terdampak. Bantuan itu mencakup 300 paket logistik keluarga, 100 paket perlengkapan sekolah, serta 50 karpet untuk masjid dan musala. Bantuan ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan dasar warga sekaligus mendukung aktivitas sosial dan pendidikan yang sempat terhenti.
Selain sekolah, Wakil Presiden juga meninjau kawasan permukiman yang terdampak cukup parah. Banjir yang melanda sejak akhir Desember lalu merendam sejumlah desa di Kecamatan Tebing Tinggi dan memaksa sebagian warga mengungsi sementara. Hingga kini, pemerintah daerah masih fokus pada pembersihan lumpur, pendataan kerusakan, serta pemulihan layanan dasar.
Kunjungan ini menjadi sinyal bahwa perhatian pemerintah tidak berhenti pada fase tanggap darurat. Lebih dari itu, pemerintah berupaya memastikan proses pemulihan berjalan terarah, bantuan tepat sasaran, dan masyarakat dapat segera kembali menjalani aktivitas secara normal.

