Pelitanusantara.net – MAUMERE, Sebanyak 23 siswa-siswi kelas 8 SMPN Satap Sukun, Desa Semparong, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, NTT, terpaksa menempuh perjalanan laut selama lima jam demi mencari jaringan internet dan listrik.
Dengan menggunakan perahu motor sewaan, siswa-siswi yang ditemani salah seorang guru SMPN Satap Sukun bertolak dari pulau Semparong menuju Maumere, ibu kota Kabupaten Sikka.
Mereka berangkat ke Maumere untuk mengikuti Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) secara daring.
Sebab di SMPN Satap Sukun yang berada di pulau terluar Kabupaten Sikka itu tidak memiliki jaringan internet dan listrik.
Perjuangan seberangi laut, ada yang menangis Operator SMPN Satap Sukun, Nursadin Latif menuturkan, sebanyak 23 siswa sekolah itu akan mengikuti ANBK dengan menyewa fasilitas komputer dan internet milik SMK Negeri 1 Maumere, Selasa (5/10/2021).
Nursadin Latif mengungkapkan, untuk sampai di Maumere, mereka harus melewati perjalanan yang cukup menantang bahkan menegangkan. Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email Perahu motor yang mereka tumpangi kerap dihantam ombak besar. Ditambah pula risiko terpaan angin kencang. “Sebenarnya perjalanan ini sangat berisiko, apalagi dalam perjalanan banyak di antara siswa kami yang mabuk, muntah-muntah, dan ada juga yang menangis ketakutan karena hantaman ombak yang terus menerpa.
Namun, apalah daya, inilah satu-satunya pilihan kami agar siswa kami bisa mengikuti ANBK,” ungkap Nursadin saat dihubungi Kompas.com, Senin (4/10/2021). “Inilah kondisi yang kami alami di SMPN Satap Sukun. Serba terbatas,” sambung dia.
Menanti ketersediaan jaringan listrik
Ia menyebutkan, seluruh murid dan guru SMPN Satap Sukun sangat menginginkan jaringan internet dan listrik masuk ke daerah itu.
Sebab, zaman sekarang, keberadaan listrik dan internet sangat penting. “Zaman sekarang kan semua serba online. Itu tentu butuh jaringan internet dan listrik PLN,” ujarnya. Ia pun berharap ada perhatian dari pemerintah terhadap sekolah mereka, terutama mengenai ketersediaan jaringan internet dan listrik.
“Kami berharap semoga ada hati para pemangku kebijakan yang tersentuh dengan perjalanan kami ini. Begitu juga dengan nasib daerah kami khususnya SMPN Satap Sukun yang sejak berdirinya sampai saat ini tak pernah tersentuh jaringan telepon dan internet serta listrik negara,” pungkas Nursadin.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Perjuangan Siswa di Sikka, 5 Jam Seberangi Laut demi Jaringan Internet, Ada yang Menangis Ketakutan”, Klik untuk baca: https://regional.kompas.com/read/2021/10/05/050500678/perjuangan-siswa-di-sikka-5-jam-seberangi-laut-demi-jaringan-internet-ada?page=2.
Penulis : Kontributor Maumere, Nansianus Taris
Editor : Pythag Kurniat

