Idul Adha Dihadapkan Dengan PMK (Penyakit Mulut dan Kuku)

- Penulis

Minggu, 19 Juni 2022 - 19:21 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelitanusantara.net – Beberapa tahun ini negara kita di hebohkan oleh wabah dari Virus Covid-19 dan Virus PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) setelah melandai nya Virus Covid-19 kini kita dikejutkan dengan Virus PMK tersebut. Virus PMK mulai ditemukan memasuki Indonesia pertama kali ditemukan di Gresik – Jawa Timur pada akhir April 2022 kemudian menyebar ke berbagai wilayah provinsi.

Saat ini santer terdengar issue wabah PMK dikalangan akademisi dan peternak, virus Penyakit Mulut dan Kuku merupakan wabah virus pada hewan ternak ruminansia seperti sapi, kerbau, kambing, domba dan lain-lain. PMK adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dimana penyebarannya melalui udara dan cairan seperti eksudat air liur dan sperma. Tidak hanya menyerang sapi saja, PMK dapat menginfeksi semua ternak ruminansia yang memiliki kuku terbelah.

Padahal Indonesia dinyatakan bebas dari wabah virus penyakit dan mulut (PMK) lebih tiga dekade. Kondisi tersebut menyebabkan panic buying masyarakat, bagaimana tidak. Mereka setelah menghadapi Covid-19 kini Virus PMK muncul sehingga masyarakat baik konsumen atau peternak, apalagi mendekati Hari Raya Idul Adha tentu menjadi sumber rejeki yang ditunggu para peternak.

Indonesia termasuk negara bebas PMK, kenapa terinfeksi lagi. Hal ini disebabkan oleh penularan melalui impor daging dari berbagai negara yang belum bebas PMK. Meskipun bebas PMK, Indonesia belum memiliki vaksin untuk penyakit ini. Apabila ternak sudah menunjukkan tanda-tanda terinfeksi maka peternak harus segera melaporkan ke dokter hewan atau dinas peternakan setempat.

Ternak yang sudah terinfeksi harus dipisahkan dari ternak-ternak yang lain. Sisa pakan di wadah makanan harus dimusnahkan, tidak boleh digiling atau dicampur lagi. Disisi lain upaya pencegahan dapat dilakukan dengan meningkatkan bio sekuritas secara keseluruhan. Mulai dari kebersihan kandang dan wadah pakan minum hingga sterilisasi petugas kandang maupun pengunjung ternak. Penguatan daya tahan tubuh ternak juga menjadi kunci penting. Caranya memberi vitamin, “jamu” dari rempah-rempah, dan pakan yang kandungan gizinya bagus.

Baca Juga:  Karya Anak Banua Ini (Novel 1/4: Pemenang Novel Fiksi Terbaik di IBF 2020) Sukses Dibedah Pada Forum Himpunan Mahasiswa Pascasarjana UGM (HIMMPAS)

Mengutip dari World Organisation for Animal Health (Organisasi Kesehatan Hewan Dunia) menyatakan bahwa virus PMK tidak menular ke orang dan bukan resiko bagi kesehatan masyarakat. Virus PMK tidak menular ke orang atau orang tidak akan sakit semisal mengkonsumsi daging dari sapi yang positif terinfeksi virus PMK.

Surat edaran Menteri Pertanian tentang pemotongan hewan di daerah wabah atau tertular PMK mengatur agar bagian-bagian sapi potong (kepala, kaki, daerah kuku, jeroan, tilang dan buntut) di daerah wabah atau tertular agar di rebus dalam air mendidih minimum 30 menit dengan 70 derajat celcius untuk mencegah virus PMK yang mungkin terdapat dalam bagian-bagian tersebut tidak mencemari lingkungan yang dapat menular ke hewan-hewan rentan lain, Bukan takut menular ke orang.

Bagi masyarakat khususnya peternak jangan panik dengan wabah PMK. Karena penyakit ini dapat di sembuhkan dan dapat dicegah dengan memperhatikan sanitasi dan bio sekuritas. PMK bukan zoonosis jadi tetap tenang, semoga kita menjadi peternak maupun konsumen yang cerdas dan teliti.

Ikutlah pendapat ahli jangan ikut ikutan orang yang ahli berpendapat.

Dari : Muhammad Faisal Wisani, S.PT

Berita Terkait

Di Tengah Konflik Global, Indonesia Selenggarakan Doa Bersama Lintas Agama Demi Perdamaian
WARISAN NUKLIR DAN KRISIS IKLIM DI KEPULAUAN MARSHALL, KOALISI GLOBAL LINTAS BENUA BERSIDANG
Penguatan Daerah Jadi Fokus, APPMBGI Resmikan Kepengurusan Sejumlah Provinsi dan Kabupaten/Kota
Usai dari Balangan, Wakil Presiden Gibran Lanjutkan Peninjauan Banjir ke Kabupaten Banjar
Wakil Presiden Gibran Soroti Pemulihan Pendidikan Saat Meninjau Banjir Balangan
Tidak Hanya Soal Bansos, DPR Minta Program Pemulihan Peternak Dibuat Jangka Panjang
Di Hadapan PBNU, Rektor UNUKASE Beberkan Strategi Penguatan Pendidikan Tinggi NU
SMSI Gaungkan Peran Media Siber dalam Menjaga Marwah Pers Nasional

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 00:25 WITA

Tanah Bumbu Perkuat Tata Kelola Keuangan, Kolaborasi dengan BPK Jadi Kunci

Senin, 20 April 2026 - 08:53 WITA

12 Tahun Penantian, Tanah Bumbu Akhirnya Kembali Raih Juara Umum PORDA PERPAMSI

Senin, 20 April 2026 - 08:38 WITA

Catat Tanggalnya! Band Skamen Rider Siap Guncang Mappanre Ri Tasi’e 2026 Tanah Bumbu

Selasa, 14 April 2026 - 05:31 WITA

Kepala Diskominfo Tanah Bumbu Bongkar Modus Penipuan Catering Fiktif

Selasa, 14 April 2026 - 05:22 WITA

Bupati Andi Rudi Latif Siapkan Dokter Spesialis, Warga Tak Perlu Lagi Berobat Jauh

Senin, 13 April 2026 - 16:55 WITA

Pembuka Mappanre Ri Tasi’e, Karnaval Mallibu Kampong Dongkrak Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Tanah Bumbu

Senin, 13 April 2026 - 16:42 WITA

Bupati Andi Rudi Latif Gandeng Kaka Slank Tanam Mangrove di Muara Pagatan, Cegah Abrasi dan Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Pesisir

Minggu, 12 April 2026 - 07:53 WITA

Reses di Satui, Wakil Ketua DPRD Tanah Bumbu H. Sya’bani Rasul Fokus Dorong Pembangunan Sekolah dan Puskesmas

Berita Terbaru

Heavenly Culture World Peace Restoration of Light (HWPL) menyelenggarakan Workshop Internasional Jurnalisme Perdamaian

Internasional

HWPL Menggelar Workshop Internasional Jurnalisme Perdamaian

Kamis, 23 Apr 2026 - 22:17 WITA

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x