Tokoh Muda Kalsel Maulana Nur Dorong Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional untuk Jenderal Soeharto

- Penulis

Kamis, 6 November 2025 - 20:01 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tokoh muda Kalsel Maulana Nur dukung Jenderal Soeharto dianugerahi gelar Pahlawan Nasional atas jasanya bagi bangsa.

Tokoh muda Kalsel Maulana Nur dukung Jenderal Soeharto dianugerahi gelar Pahlawan Nasional atas jasanya bagi bangsa.

Banjarmasin – Wacana pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 Republik Indonesia, Jenderal (Purn.) H. M. Soeharto, kembali mencuri perhatian publik. Di tengah perdebatan yang masih hangat, tokoh muda asal Kalimantan Selatan, Maulana Nur, M.I.Kom — mantan Bendahara Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU) periode 2019–2022 — menyatakan dukungan penuhnya terhadap rencana tersebut.

Menurut Maulana, Soeharto merupakan salah satu tokoh besar yang berperan penting dalam pembangunan dan konsolidasi nasional pasca peristiwa 1965.

“Kita perlu menilai Jenderal Soeharto secara proporsional. Di masa kepemimpinannya, Indonesia mampu bangkit dari keterpurukan, mencapai stabilitas ekonomi, mewujudkan swasembada pangan, serta memperkuat peran umat Islam dalam pembangunan,” ujar Maulana di Banjarbaru, Rabu (6/11/2025).

Ia menegaskan bahwa jasa Soeharto bagi bangsa tidak dapat dihapus begitu saja hanya karena adanya kontroversi politik di masa lampau.

“Tidak ada pemimpin yang sempurna. Namun, kita harus mengakui bahwa di bawah kepemimpinan Soeharto, Indonesia menjadi negara yang diperhitungkan di kawasan Asia Tenggara,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Maulana menilai proses pengusulan gelar Pahlawan Nasional yang melibatkan Kementerian Sosial, kepala daerah, dan masyarakat merupakan bentuk penghargaan terhadap perjalanan sejarah bangsa.

“Para pendiri bangsa seperti Soekarno dan Hatta telah mendapat tempat terhormat. Sudah sepantasnya Soeharto juga diberikan apresiasi atas pengabdiannya,” tegasnya.

Sebagai bagian dari generasi muda Nahdlatul Ulama, Maulana juga menyoroti hubungan NU dengan Soeharto yang menurutnya perlu dilihat secara lebih objektif.

“Di masa Soeharto, NU kembali diberi ruang dalam kegiatan sosial dan pendidikan setelah menerima asas tunggal Pancasila pada tahun 1984. Langkah itu membuka peluang besar bagi tumbuhnya kader muda NU,” tambahnya.

Maulana berharap agar masyarakat dan kalangan sejarawan dapat melihat wacana ini dari sisi rekonsiliasi dan penghormatan terhadap jasa, bukan dari luka sejarah.

“Sudah saatnya kita berdamai dengan masa lalu. Menghargai jasa Soeharto bukan berarti mengabaikan kekurangannya, melainkan mengakui kontribusinya yang besar bagi bangsa,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi kebijakan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) yang menampung aspirasi publik dalam proses penentuan calon pahlawan nasional.

“Langkah Gus Ipul sudah tepat dan berani. Beliau hanya menjalankan mekanisme yang ada, sementara masyarakat memiliki hak untuk mengusulkan tokoh yang dianggap berjasa,” kata Maulana.

Sebagai penutup, Maulana mengajak generasi muda untuk meneladani semangat kerja keras, nasionalisme, dan kedisiplinan yang diwariskan oleh Jenderal Soeharto.

“Generasi muda perlu belajar dari ketegasan dan pengabdian Soeharto dalam membangun bangsa. Itulah nilai-nilai kepemimpinan yang patut kita lanjutkan,” pungkasnya.

Baca Juga:  STIKES Intan Martapura Menyelenggarakan Lomba Basket Pelajar dalam Rangka Memperingati HKN ke-61, Tingkatkan Semangat Sportivitas dan Gaya Hidup Sehat

Berita Terkait

Wisuda STIKes Intan Martapura Tahun 2026, Lahirkan Lulusan Siap Berkontribusi bagi Dunia Kesehatan
Hadiri Wisuda STIKes Intan Martapura, Plt Kepala LLDIKTI XI Dorong Peningkatan Mutu dan Integritas Perguruan Tinggi
Riset Mahasiswa ULM Ungkap Paradoks Kesehatan Pekerja Prostitusi Daring: Sadar Risiko, Belum Konsisten Mencegah
Tim PKM-RSH ULM Ungkap Dampak Komunikasi Menyakitkan dalam Hubungan Pacaran Remaja
Semarak Merah Putih di PAUDIT Robbani Banjarbaru Warnai Kebersamaan dan Perkuat Silaturahmi Orang Tua, Guru, dan Anak
Gandeng Ibu-Ibu Kader Kelurahan Cempaka, Tim Dosen Manfaatkan Potensi Ikan Lokal Lewat Dana Kemdiktisaintek dalam Pencegahan Stunting
UNUKASE Bersama Ponpes Darul Ilmi, Dorong Santri Lanjut Kuliah dan Kuasai Profesi Strategis
UNUKASE Perkuat Sinergi dengan Pondok Pesantren Walisongo, Dorong Santri Lanjut ke Perguruan Tinggi
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:24 WITA

Bupati Cup Tanah Laut 2026 Dimulai, Rahmat Trianto Dorong Pembinaan Atlet Muda Tanah Laut

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:14 WITA

Kapolres Tanah Bumbu Mengedukasi Pelajar Tentang Narkoba Sampai Perundungan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:09 WITA

Kapolres Tanah Bumbu Mengatur Langsung Lalu Lintas di Depan Sekolah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:59 WITA

Kapolres Tanah Bumbu Tinjau Warga Terdampak Kebakaran di Gang Andalas

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:48 WITA

GOW Tanah Laut Libatkan Perempuan Kelola Sampah Serta Jaga Kesehatan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:36 WITA

Dinsos Tanah Laut Berkaloborasi Dengan SKPD Untuk Pasok Air Bersih

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 18:54 WITA

Ikon Baru Tanah Laut! Tugu 0 Kilometer Pelaihari Diresmikan, Satu-Satunya di Kalsel yang Bisa Berputar

Selasa, 29 September 2026 - 06:30 WITA

Semangat Baru Pemuda Kalsel Menyala di Pantai Takisung: Ajang KKBW ke-37 Resmi Dibuka

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x