Banjarbaru – Forum Kewirausahaan Pemuda Kalimantan Selatan (FKP Kalsel) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemajuan ekonomi daerah melalui kegiatan Deklarasi UMKM Pemuda Banua Kalimantan Selatan yang digelar di kawasan Pinus Mentaos, Sabtu (10/05/2026).
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 25 pelaku UMKM muda dari berbagai bidang usaha di Kalimantan Selatan. Peserta berasal dari kalangan pelajar, mahasiswa, hingga wirausahawan muda yang memiliki semangat mengembangkan usaha dan memperkuat ekonomi kreatif Banua.
Deklarasi ini menjadi momentum penting dalam membangun sinergi dan kolaborasi antar pelaku usaha muda agar UMKM di Kalimantan Selatan mampu berkembang lebih maju, mandiri, inovatif, dan memiliki daya saing yang kuat.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap keberlangsungan usaha para peserta, FKP Kalsel turut menghadirkan fasilitasi perlindungan asuransi bagi pelaku UMKM. Langkah tersebut dinilai penting untuk menciptakan ekosistem kewirausahaan pemuda yang tidak hanya berkembang dari sisi bisnis, tetapi juga memiliki perlindungan usaha yang berkelanjutan.
Ketua Pelaksana kegiatan, Rachmat Suprianto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil Rapat Kerja FKP Kalimantan Selatan tahun sebelumnya.
“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari hasil Rapat Kerja FKP Kalimantan Selatan tahun lalu. Selain melakukan regenerasi dan pergantian pengurus di daerah, FKP Kalsel juga ingin menghadirkan pendampingan yang lebih intensif kepada UMKM pemuda di Kalimantan Selatan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum FKP Kalimantan Selatan, Arisandi Hidayatullah, menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam memperkuat ekonomi bangsa melalui dunia kewirausahaan.
Menurutnya, semangat perjuangan pemuda Indonesia seperti Sumpah Pemuda hingga Sarekat Dagang Islam menjadi inspirasi lahirnya gerakan kolaboratif kewirausahaan pemuda saat ini.
“Langkah-langkah kecil seperti ini kami yakini dapat menjadi penyemangat dan awal terciptanya kolaborasi besar yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas,” ungkapnya.
Arisandi juga menilai jumlah pengusaha muda di Indonesia masih tergolong minim jika dibandingkan dengan besarnya potensi bonus demografi yang dimiliki bangsa. Karena itu, diperlukan dukungan nyata dari pemerintah maupun stakeholder agar generasi muda memiliki ruang berkembang melalui sektor kewirausahaan.
Dalam deklarasi bersama, para peserta menyatakan komitmennya untuk terus bersinergi dalam memajukan UMKM Banua.
“Kami, pelaku dan perwakilan UMKM Pemuda Banua Kalimantan Selatan, siap bersinergi dan bekerja sama untuk meningkatkan kemajuan UMKM Banua agar lebih maju, mandiri, dan berdaya saing.”
Selain itu, FKP juga menegaskan komitmennya dalam mendukung kesejahteraan pelaku usaha melalui berbagai program pendampingan dan perlindungan usaha.
Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi ramah tamah dan diskusi sharing antar peserta mengenai pengembangan usaha, strategi pemasaran, hingga peluang kolaborasi bisnis antar UMKM muda di Kalimantan Selatan.















