Rektor UNUKASE Menyoroti Kolaborasi Penguatan SDM dan Investasi Daerah Pada Musrenbang RKPD 2027

- Penulis

Rabu, 8 April 2026 - 09:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rektor UNUKASE, Dr. Ir. H. Abrani Sulaiman, M.Sc., menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2026

Rektor UNUKASE, Dr. Ir. H. Abrani Sulaiman, M.Sc., menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2026

Banjarbaru – Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan (UNUKASE), Dr. Ir. H. Abrani Sulaiman, M.Sc., menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2026. Kegiatan tersebut dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. Kegiatan strategis ini berlangsung di Gedung Idham Chalid, Kantor Gubernur Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Selasa (7/4/2026).

Dr. Abrani mengatakan bahwa pelaksanaan Musrenbang RKPD Tahun 2027 merupakan momentum penting. Karena untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi. Oleh karena itu, kaloborasi ini dapat mendukung pembangunan berbasis sumber daya manusia dan inovasi.

Ia mengatakan bahwa kampus berperan strategis dalam menghasilkan riset, pengembangan teknologi, serta peningkatan kualitas SDM yang selaras dengan kebutuhan daerah.

Menurutnya, tema penguatan sumber daya manusia dan investasi di sektor unggulan sangat relevan. Sebab, sesuai dengan peran perguruan tinggi dalam menyiapkan tenaga kerja kompeten serta mendorong hilirisasi hasil penelitian.

“Perguruan tinggi, khususnya UNUKASE, siap berkontribusi melalui penguatan pendidikan vokasi, pengembangan kompetensi digital, serta riset terapan yang mendukung sektor unggulan perekonomian Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Selain itu, ia menambahkan bahwa antara pemerintah, dunia usaha, dan perguruan tinggi perlu terus memperkuat sinergi mereka. Karena pembangunan infrastruktur dan investasi dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas SDM.

“Kami berharap hasil Musrenbang ini tidak hanya menjadi dokumen perencanaan, tetapi benar-benar diimplementasikan secara kolaboratif, sehingga dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” tambahnya.

Abrani menegaskan bahwa UNUKASE siap menjadi mitra strategis Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. UNUKASE dapat menjadi mitra melalui program pengabdian masyarakat, pendampingan kebijakan berbasis riset, serta peningkatan kapasitas SDM daerah. Dengan adanya kolaborasi yang kuat, ia optimistis arah pembangunan RKPD 2027 akan semakin terarah dan terintegrasi. Sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Selatan.

Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Akhmad Wiyagus, dalam arahannya menegaskan bahwa Musrenbang memiliki peran penting. Oleh karena itu, mereka harus memastikan kualitas perencanaan pembangunan daerah. Ia menyampaikan bahwa forum ini menjadi ruang strategis bagi seluruh pemangku kepentingan untuk menyelaraskan program dan kegiatan sebelum ditetapkan dalam RKPD.

“Musrenbang ini mempunyai arti yang sangat penting dalam rangkaian penyusunan dokumen perencanaan tahunan, karena melalui forum ini seluruh pemangku kepentingan dapat melakukan penajaman, penyelarasan, dan klarifikasi atas program, kegiatan, dan subkegiatan yang diusulkan untuk ditetapkan dalam RKPD Tahun 2027 hingga nantinya sampai ke tahapan penyusunan APBD,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa penyusunan perencanaan pembangunan daerah harus menjadi satu kesatuan dengan sistem perencanaan nasional, dengan mengedepankan prinsip transparansi, partisipatif, dan akuntabel.

“Penekanannya ada pada sinkronisasi perencanaan antara pusat dan daerah. Kita harus selaras dengan kebijakan nasional. Kedua adalah konsistensi, di mana apa yang direncanakan, itulah yang dibuat anggarannya,” tegasnya.

Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, dalam sambutannya sekaligus membuka secara resmi Musrenbang 2026 menyampaikan bahwa capaian pembangunan daerah menunjukkan hasil yang positif dan melampaui rata-rata nasional.

“Indikator pembangunan kita menunjukkan hasil yang kuat, baik dari sisi pertumbuhan ekonomi, penurunan kemiskinan, maupun peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ini menjadi fondasi penting dalam menyusun RKPD 2027,” ungkapnya.

Gubernur menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Kalsel tercatat sebesar 5,22%, lebih tinggi dari pada angka nasional sebesar 5,04%.

Baca Juga:  KPU Kabupaten Banjar Gelar Rapat Pleno Terbuka Penetapan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Terpilih 2024

Selain itu, tingkat kemiskinan sebesar 3,73%, yang menjadikan Kalsel sebagai salah satu provinsi dengan tingkat kemiskinan terendah di Indonesia.

Ia juga menyoroti pentingnya sinkronisasi antara perencanaan pusat dan daerah, khususnya dalam pembangunan infrastruktur serta penanganan permasalahan banjir yang menjadi tantangan di Kalimantan Selatan.

“Salah satu bentuk sinkronisasi perencanaan pusat dan daerah adalah penanganan banjir di Kalimantan Selatan. Program dari pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota harus berjalan dalam satu arah yang terpadu,” jelasnya.

Oleh karena itu, berbagai langkah strategis terancang untuk mengatasi banjir. Seperti pembangunan sodetan sungai, pengerukan alur sungai, serta peningkatan sistem drainase di sejumlah wilayah rawan.

“Kalau kita laksanakan sodetan dan pengerukan ini, insyaallah akan mengurangi banjir yang ada di Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Selain itu, Pemprov Kalsel terus mendorong pembangunan infrastruktur dan investasi melalui berbagai proyek strategis. Proyek tersebut berupa pembangunan Jembatan Pulau Laut, jalan lintas tengah, serta pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus.

Ketua DPRD Kalimantan Selatan, Supian HK, dalam kesempatan yang sama mengapresiasi pelaksanaan Musrenbang. Karena, Musrenbang telah melibatkan berbagai unsur masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan.

“Kami kembali menyampaikan penghargaan kepada Bappeda Provinsi Kalimantan Selatan dan seluruh jajaran yang telah bekerja keras dalam proses penyusunan RKPD tahun 2027,” imbuhnya.

Ia menegaskan bahwa aspirasi masyarakat yang dihimpun melalui DPRD harus menjadi bagian penting dalam penyusunan RKPD.

“Pokok pikiran DPRD adalah salah satu hal yang paling bisa mencerminkan kebutuhan nyata masyarakat Kalimantan Selatan. Tahun ini terdapat 1.734 pokok pikiran DPRD yang telah disampaikan sebagai bahan penyusunan RKPD 2027,” jelasnya.

Supian HK juga mengingatkan bahwa penyusunan program pembangunan harus dilakukan secara efektif dan efisien, terutama di tengah dinamika ekonomi global yang menuntut kehati-hatian dalam pengelolaan anggaran.

“Kita harus semakin kreatif untuk membuat berbagai program dan kegiatan dengan anggaran yang minimal namun dampaknya maksimal,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalsel dalam laporannya menyampaikan bahwa Musrenbang 2026 bertujuan untuk menghimpun saran dan masukan dari seluruh pemangku kepentingan guna menyempurnakan rancangan RKPD Tahun 2027.

“Tujuan utama Musrenbang ini adalah untuk menyepakati prioritas pembangunan daerah, arah kebijakan kabupaten/kota, program dan kegiatan beserta indikatornya, serta memastikan keselarasan dengan prioritas nasional,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Selatan telah melaksanakan Musrenbang di tingkat masing-masing. Sehingga, forum ini menjadi tahap akhir dalam penyelarasan kebijakan pembangunan daerah.

Sebagai tindak lanjut, hasil Musrenbang ini akan menjadi dasar dalam penyusunan rancangan akhir RKPD Tahun 2027. Selanjutnya Kementerian Dalam Negeri akan mengevaluasi sebelum penetapan melalui Peraturan Gubernur.

Melalui Musrenbang ini, perencanaan pembangunan Kalimantan Selatan ke depan dapat berjalan lebih terarah, terintegrasi, dan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Berita Terkait

Wisuda STIKes Intan Martapura Tahun 2026, Lahirkan Lulusan Siap Berkontribusi bagi Dunia Kesehatan
Hadiri Wisuda STIKes Intan Martapura, Plt Kepala LLDIKTI XI Dorong Peningkatan Mutu dan Integritas Perguruan Tinggi
Riset Mahasiswa ULM Ungkap Paradoks Kesehatan Pekerja Prostitusi Daring: Sadar Risiko, Belum Konsisten Mencegah
Tim PKM-RSH ULM Ungkap Dampak Komunikasi Menyakitkan dalam Hubungan Pacaran Remaja
Semarak Merah Putih di PAUDIT Robbani Banjarbaru Warnai Kebersamaan dan Perkuat Silaturahmi Orang Tua, Guru, dan Anak
Gandeng Ibu-Ibu Kader Kelurahan Cempaka, Tim Dosen Manfaatkan Potensi Ikan Lokal Lewat Dana Kemdiktisaintek dalam Pencegahan Stunting
UNUKASE Bersama Ponpes Darul Ilmi, Dorong Santri Lanjut Kuliah dan Kuasai Profesi Strategis
UNUKASE Perkuat Sinergi dengan Pondok Pesantren Walisongo, Dorong Santri Lanjut ke Perguruan Tinggi
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 18:04 WITA

Wisuda STIKes Intan Martapura Tahun 2026, Lahirkan Lulusan Siap Berkontribusi bagi Dunia Kesehatan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:39 WITA

Riset Mahasiswa ULM Ungkap Paradoks Kesehatan Pekerja Prostitusi Daring: Sadar Risiko, Belum Konsisten Mencegah

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:39 WITA

Tim PKM-RSH ULM Ungkap Dampak Komunikasi Menyakitkan dalam Hubungan Pacaran Remaja

Jumat, 14 Agustus 2026 - 16:59 WITA

Semarak Merah Putih di PAUDIT Robbani Banjarbaru Warnai Kebersamaan dan Perkuat Silaturahmi Orang Tua, Guru, dan Anak

Minggu, 9 Agustus 2026 - 16:11 WITA

Gandeng Ibu-Ibu Kader Kelurahan Cempaka, Tim Dosen Manfaatkan Potensi Ikan Lokal Lewat Dana Kemdiktisaintek dalam Pencegahan Stunting

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:43 WITA

UNUKASE Bersama Ponpes Darul Ilmi, Dorong Santri Lanjut Kuliah dan Kuasai Profesi Strategis

Kamis, 9 Juli 2026 - 16:50 WITA

UNUKASE Perkuat Sinergi dengan Pondok Pesantren Walisongo, Dorong Santri Lanjut ke Perguruan Tinggi

Senin, 29 Juni 2026 - 06:12 WITA

Inovasi Edukasi Kesehatan Berbasis “World Café”, Dosen dan Mahasiswa Keperawatan ULM Tingkatkan Peran Keluarga dalam Pencegahan Infeksi dan Manajemen Psikologis Keluarga

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x