Kuliah Pakar Transformasi Pelayanan Kesehatan Berbasis Evidence Based Practice Digelar Oleh STIKES Intan Martapura

- Penulis

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:40 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

STIKES Intan Martapura kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan

STIKES Intan Martapura kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan

Banjarbaru – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Intan Martapura Yayasan Banjar Insan Prestasi kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan. Melalui penyelenggaraan Kuliah Pakar dengan tema “Transformasi Pelayanan Kesehatan Berbasis Evidence Based Practice dalam Meningkatkan Mutu Pelayanan”. Acara tersebut berlangsung di Ballroom Novotel Banjarbaru, Kamis (11/6/2026).

Seluruh dosen, staf, dan mahasiswa STIKES Intan Martapura mengikuti kegiatan ini. Kegiatan ini berupaya memperkuat pemahaman serta implementasi praktik pelayanan kesehatan yang berbasis bukti ilmiah (Evidence Based Practice/EBP) dalam menghadapi tantangan transformasi sistem kesehatan di era modern.

Kuliah pakar menghadirkan narasumber terkemuka di bidang kesehatan dan pendidikan, yaitu Prof. Dr. Aziz Alimul Hidayat, S.Kep., Ns., M.Kep, Rektor Universitas Muhammadiyah Lamongan, sebagai pemateri utama. Selain itu, hadir pula Iis Pusparina, SST., M.M.Kes., M.Kes serta Insana Maria, BSN., M.Kep dari STIKES Intan Martapura yang turut memberikan materi dan perspektif terkait penerapan evidence based practice dalam pelayanan kesehatan.

 

Ketua STIKES Intan Martapura, Hj. Zubaidah, SST., S.Kep., MPH, dalam sambutannya menyampaikan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan menuntut tenaga kesehatan untuk selalu mengedepankan praktik yang berdasar pada hasil penelitian dan bukti ilmiah yang valid.

“Kuliah pakar ini menjadi momentum penting bagi seluruh civitas akademika STIKES Intan Martapura untuk memperkuat budaya akademik yang berorientasi pada Evidence Based Practice. Di era transformasi pelayanan kesehatan saat ini, tenaga kesehatan tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman, tetapi juga harus mampu mengintegrasikan hasil penelitian terbaik ke dalam praktik pelayanan agar mutu layanan semakin meningkat dan keselamatan pasien dapat terjamin,” ujarnya.

Lebih lanjut, beliau berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kompetensi dosen dan mahasiswa dalam mengembangkan penelitian. Sehingga dapat menerapkan hasil-hasil penelitian tersebut dalam pelayanan kesehatan yang berkualitas.

“Kami berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk memperluas wawasan, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, dan mengembangkan inovasi pelayanan kesehatan yang berbasis bukti ilmiah sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan, Hj. Rusdiana, S.Kep., Ns., M.Kep, menyampaikan bahwa kuliah pakar ini merupakan salah satu program strategis STIKES Intan Martapura dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi kesehatan.

“Kegiatan ini dirancang sebagai wadah berbagi ilmu dan pengalaman dari para pakar yang memiliki kompetensi dan rekam jejak yang luar biasa di bidangnya. Kami berharap para peserta memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai pentingnya Evidence Based Practice sebagai landasan dalam pengambilan keputusan klinis maupun manajerial di bidang kesehatan,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi antusiasme seluruh peserta yang hadir serta dukungan dari pimpinan institusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

“Partisipasi aktif dosen, staf, dan mahasiswa menjadi bukti bahwa semangat belajar dan pengembangan kompetensi terus tumbuh di lingkungan STIKES Intan Martapura. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi pengembangan institusi dan pelayanan kesehatan di masa depan,” tuturnya.

Dalam paparannya, Prof. Dr. Aziz Alimul Hidayat, S.Kep., Ns., M.Kep menegaskan bahwa transformasi pelayanan kesehatan harus berfondasi ilmu pengetahuan yang kuat dan praktik profesional yang berbasis bukti.

“Evidence Based Practice merupakan fondasi penting dalam transformasi pelayanan kesehatan. Melalui pemanfaatan bukti ilmiah yang kuat, tenaga kesehatan dapat memberikan pelayanan yang lebih aman, efektif, dan bermutu sehingga mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang,” ujar Prof. Dr. Aziz Alimul Hidayat.

“Budaya penelitian dan inovasi harus terus dikembangkan di lingkungan perguruan tinggi kesehatan agar mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga mampu menerapkan ilmu pengetahuan dalam praktik pelayanan kesehatan,” tambahnya.

Beliau juga mengajak seluruh peserta untuk menjadikan penelitian sebagai bagian dari budaya akademik dan profesional.

“Jangan berhenti menjadi pengguna ilmu pengetahuan, tetapi jadilah penghasil ilmu pengetahuan. Dengan penelitian dan inovasi yang berkelanjutan, kita dapat menciptakan pelayanan kesehatan yang lebih berkualitas, efektif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” pesannya.

Melalui penyelenggaraan kuliah pakar ini, STIKES Intan Martapura menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kegiatan akademik berkualitas yang mendukung peningkatan kompetensi sumber daya manusia kesehatan. Kegiatan berlangsung dengan antusias dan berisi diskusi interaktif antara narasumber dan peserta terkait implementasi Evidence Based Practice dalam berbagai bidang pelayanan kesehatan.

Baca Juga:  Mahasiswa KKN Administrasi Rumah Sakit Latih Kader Desa Bunglai Senam Antihipertensi

Diharapkan hasil dari kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh civitas akademika STIKES Intan Martapura untuk terus mengembangkan budaya ilmiah, penelitian, serta inovasi pelayanan kesehatan yang berorientasi pada mutu dan keselamatan pasien demi terwujudnya pelayanan kesehatan yang unggul dan profesional.

Berita Terkait

UNUKASE Bersama Ponpes Darul Ilmi, Dorong Santri Lanjut Kuliah dan Kuasai Profesi Strategis
UNUKASE Perkuat Sinergi dengan Pondok Pesantren Walisongo, Dorong Santri Lanjut ke Perguruan Tinggi
Inovasi Edukasi Kesehatan Berbasis “World Café”, Dosen dan Mahasiswa Keperawatan ULM Tingkatkan Peran Keluarga dalam Pencegahan Infeksi dan Manajemen Psikologis Keluarga
Ibu Hamil Wajib Tahu, FKIK ULM Bagikan Tips Menjaga Kesehatan Janin hingga Perawatan Bayi
Rektor UNUKASE Tegaskan Pentingnya Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan
Warga Komplek Pelita 2 Kuranji Tolak Rencana Pembangunan Alkah Baru (Pemakaman Baru)
FKP Kalsel Deklarasikan UMKM Pemuda Banua, Dorong Wirausaha Muda Lebih Maju dan Berdaya Saing
Rektor UNUKASE Menyoroti Kolaborasi Penguatan SDM dan Investasi Daerah Pada Musrenbang RKPD 2027
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 08:40 WITA

MBG di Hulu Sungai Utara: Upaya Cegah Stunting dan Tingkat Presentasi Belajar

Minggu, 26 Juli 2026 - 08:30 WITA

MBG DAN ANGGARAN RAKSASA: SIAPA YANG SUNGGUH DIUNTUNGKAN?

Minggu, 26 Juli 2026 - 04:19 WITA

Program Makan Bergizi Gratis dalam Perspektif Kebiijakan Publik Menimbang Manfaat Sosial, Efektifitas Implementasi dan Risiko terhadap Ketahanan Fiskal Negara

Minggu, 26 Juli 2026 - 03:54 WITA

Transformasi Gizi Nasional: Menakar Progres, Tantangan, dan Dampak Strategis Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Tengah Dinamika Kebijakan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:30 WITA

Menakar Realitas Makan Bergizi Gratis di Bumi Agung: Antara Retorika Nasional dan Tantangan Lokal

Sabtu, 25 Juli 2026 - 07:32 WITA

MBG di Hulu Sungai Utara: Menakar Kebijakan, Anggaran, dan Dampaknya bagi Masyarakat

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 14:49 WITA

Tapin: Antara Tambang, Sawah, dan Masa Depan Warganya

Selasa, 23 September 2025 - 11:12 WITA

KAPOLRI MENDAHULUI ATAU “MELAWAN” PRESIDEN?

Berita Terbaru

Opini

MBG DAN ANGGARAN RAKSASA: SIAPA YANG SUNGGUH DIUNTUNGKAN?

Minggu, 26 Jul 2026 - 08:30 WITA

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x