Ada Ancaman Lebih Seram, Sri Mulyani Sebut RI Disorot Dunia!

- Penulis

Sabtu, 21 Agustus 2021 - 02:15 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pelitanusantara.net – Saat ini Covid-19 masih menjadi musuh dan ancaman bagi Indonesia terutama dari sisi kesehatan dan ekonominya. Apalagi virus yang muncul sejak awal tahun lalu ini belum diketahui kapan akan berakhir.

Namun, selain Covid-19, ternyata masih ada ancaman yang sangat nyata bagi Indonesia di masa depan. Hal ini diungkapkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

“Satu hal sedang dibahas dan menjadi persoalan pelik di dunia yaitu climate change. Ini akan menjadi risiko yang nyata karena kebetulan waktu kita bicara tentang Indonesia 2045, kita akan bicara tentang timeline climate change,” ujarnya dalam webinar virtual, Jumat (20/8/2021).

Menurutnya, jika Indonesia dan negara di dunia tidak bisa menciptakan nol emisi karbon (net zero emission) pada periode 2040-2050, maka dampaknya akan sangat besar dan bisa menjadi bencana.

Adapun dampak yang bisa ditimbulkan dari perubahan iklim adalah peningkatan suhu bumi yang saat ini sudah mulai terasa. Dampak ini akan sangat nyata terjadi bagi Indonesia yang juga bisa dilihat dari laporan Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (Intergovernmental Panel on Climate Change/IPCC).

Baca Juga:  HWPL Indonesia Media Forum Ajak Media Aktif Menyuarakan Perdamaian

“Dalam laporan IPCC mengenai masalah dampak climate change di kawasan south Asia, Indonesia jadi salah satu negara yang dilihat akan mengalami dampak yang luar biasa dari mulai pemanasan yang bisa menjadi kebakaran hutan hingga banjir yang bisa melanda kota-kota di Indonesia termasuk dalam hal ini kenaikan permukaan laut,” kata dia.

Bendahara negara ini menjelaskan, dampak buruk ini bisa dialami Indonesia karena dipengaruhi demografisnya sebagai negara kepulauan. Sehingga langkah mitigasi harus dilakukan sejak dini.

“Ini menjadi masalah relevan, dimensi sosial ekonomi dan tentu saja dari dimensi finansial dan politik. Ini isu yang akan menjadi salah satu tantangan besar yang perlu menjadi perhatian dan policy nya perlu disiapkan,” jelasnya.

 

Artikel Ini Juga Sydah Tayang di www.cnbcindonesia.com Dengan Judul yang Sama

Berita Terkait

Perguruan Tinggi se-Kalimantan Berkumpul di IKN, UNUKASE Tekankan Kolaborasi dan SDM
Di Tengah Konflik Global, Indonesia Selenggarakan Doa Bersama Lintas Agama Demi Perdamaian
WARISAN NUKLIR DAN KRISIS IKLIM DI KEPULAUAN MARSHALL, KOALISI GLOBAL LINTAS BENUA BERSIDANG
Penguatan Daerah Jadi Fokus, APPMBGI Resmikan Kepengurusan Sejumlah Provinsi dan Kabupaten/Kota
Usai dari Balangan, Wakil Presiden Gibran Lanjutkan Peninjauan Banjir ke Kabupaten Banjar
Wakil Presiden Gibran Soroti Pemulihan Pendidikan Saat Meninjau Banjir Balangan
Panen Raya Jagung Serentak, Upaya Ketahanan Pangan Mengakar di Tanah Laut
Tidak Hanya Soal Bansos, DPR Minta Program Pemulihan Peternak Dibuat Jangka Panjang

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 17:34 WITA

PKKMB STIKes Intan Martapura 2026: SATU Langkah Membentuk Mahasiswa yang Tangguh dan Unggul

Sabtu, 5 September 2026 - 19:10 WITA

PMI Kabupaten Banjar Distribusikan 2.500 Masker Gratis

Selasa, 1 September 2026 - 12:44 WITA

Yudisium STIKes Intan Martapura, 79 Mahasiswa Resmi Menuntaskan Pendidikan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:52 WITA

UAD Yogyakarta Kunjungi UNUKASE Bahas Pengembangan Kefarmasian

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:10 WITA

UNUKASE Peringati HUT ke-81 RI: Dari Semangat Kemerdekaan hingga Doa untuk Keluarga Besar Kampus

Kamis, 30 Juli 2026 - 00:04 WITA

Energi Hijau dan Infrastruktur di Kalsel UNUKASE Gandeng Investor Indonesia–Tiongkok

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:48 WITA

UNUKASE Kembali Lolos Pendanaan Nasional, Prodi Agribisnis Kantongi Hibah Rp437 Juta

Senin, 13 Juli 2026 - 19:33 WITA

One Day Service UNUKASE Tuai Respons Positif, 27 Santri Langsung Jadi Calon Mahasiswa

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x