Tanah Laut – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Laut terus memperkuat strategi pengembangan ekonomi daerah dengan mendorong peningkatan kapasitas dan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), Pemkab Tanah Laut menggelar kegiatan Edukasi dan Business Matching yang bertujuan memperluas akses pembiayaan sekaligus membuka peluang pasar bagi para pelaku UMKM.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Rakat Manuntung, Senin (15/06/2026), tersebut dibuka oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Tanah Laut, Masturi, S.STP, yang hadir mewakili Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Laut.
Acara ini turut dihadiri perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Selatan, Bank Indonesia, Bank Kalsel Cabang Pelaihari, BPR Tanah Laut, BPJS Ketenagakerjaan, Koordinator SPPG Kabupaten Tanah Laut, serta jajaran perangkat daerah yang tergabung dalam TPAKD dan para pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya sistematis pemerintah daerah dalam memperkuat inklusi keuangan dan membangun ekosistem UMKM yang lebih sehat, produktif, dan berkelanjutan. Selain memberikan edukasi mengenai akses pembiayaan, forum ini juga dirancang sebagai wadah mempertemukan pelaku usaha dengan berbagai peluang pasar yang potensial.
Dalam sambutannya, Masturi menegaskan bahwa penguatan sektor UMKM tidak cukup hanya melalui kemudahan akses permodalan. Menurutnya, pelaku usaha juga membutuhkan akses pasar yang lebih luas agar mampu meningkatkan skala usaha, produktivitas, serta daya saing di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang.
“Selain memperluas akses keuangan, pelaku UMKM juga memerlukan akses pasar. Karena itu, melalui kegiatan ini kami ingin mempertemukan pelaku usaha dengan berbagai peluang pasar, termasuk kebutuhan komoditas dalam Program Makan Bergizi Gratis,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pendekatan business matching merupakan instrumen strategis yang mampu menghubungkan pelaku usaha dengan calon pembeli, lembaga keuangan, maupun mitra bisnis potensial. Dengan demikian, pelaku UMKM tidak hanya memperoleh akses terhadap sumber pembiayaan, tetapi juga mendapatkan kepastian pasar yang dapat mendukung keberlangsungan usahanya.
Berdasarkan data Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) per 31 Mei 2026, sebanyak 3.637 pelaku usaha di Kabupaten Tanah Laut telah memperoleh akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan total nilai akad kredit mencapai Rp220,1 miliar. Capaian tersebut menunjukkan tingginya pemanfaatan program pembiayaan pemerintah dalam mendukung pengembangan usaha masyarakat.
Meski demikian, pemerintah daerah menilai masih terdapat sejumlah pelaku UMKM yang belum terjangkau layanan perbankan dan akses permodalan formal. Oleh sebab itu, kolaborasi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan pemangku kepentingan lainnya terus diperkuat guna memperluas jangkauan layanan keuangan yang inklusif dan merata.
Secara ilmiah, penguatan akses pembiayaan dan pasar merupakan dua komponen utama dalam pembangunan ekonomi berbasis UMKM. Ketersediaan modal berperan dalam meningkatkan kapasitas produksi, sementara akses pasar menjadi faktor penting dalam menciptakan keberlanjutan usaha, efisiensi rantai pasok, dan peningkatan nilai tambah produk lokal. Sinergi kedua aspek tersebut diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih resilien dan adaptif terhadap perubahan.
Masturi juga menekankan bahwa UMKM memiliki peran strategis sebagai motor penggerak perekonomian daerah. Selain menjadi penyerap tenaga kerja yang signifikan, sektor ini turut berkontribusi dalam meningkatkan pendapatan masyarakat, mengurangi kesenjangan ekonomi, serta memperkuat ketahanan ekonomi lokal.
“Semakin banyak UMKM yang naik kelas dan berkembang, maka semakin besar kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tanah Laut,” tegasnya.
Melalui kegiatan Edukasi dan Business Matching ini, Pemkab Tanah Laut berharap semakin banyak pelaku UMKM yang mampu meningkatkan kapasitas usahanya, memperoleh akses pembiayaan yang lebih luas, serta menjalin kemitraan bisnis yang produktif.















