Tanah Laut – Panen Raya Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026 di Desa Ambungan, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Kamis (8/1/2026), menegaskan wajah lain penguatan ketahanan pangan: kolaborasi langsung antara aparat negara dan petani di lapangan.
Kegiatan panen yang berlangsung di lahan binaan Polda Kalimantan Selatan itu menjadi bagian dari program ketahanan pangan nasional yang digerakkan secara simultan di 12 titik se-Kalimantan Selatan. Khusus di Desa Ambungan, panen dilakukan di atas lahan seluas 16 hektare dengan estimasi produksi mencapai 64 ton jagung.
Secara keseluruhan, panen raya serentak kuartal pertama 2026 di Kalimantan Selatan mencakup luasan 44,2 hektare dengan perkiraan hasil panen sekitar 176,8 ton jagung. Capaian tersebut dinilai mencerminkan potensi nyata penguatan sektor pangan berbasis daerah.
Wakapolda Kalimantan Selatan Brigjen Pol. Golkar Pangarso Rahardjo menyampaikan bahwa keterlibatan Polri dalam budidaya jagung diarahkan tidak semata pada produksi, tetapi juga pada stabilitas pangan dan penguatan ekonomi masyarakat.
“Pemanfaatan lahan produktif dan pendampingan kelompok tani menjadi kunci agar hasil panen berkelanjutan dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan. Menurutnya, panen raya di Desa Ambungan menjadi gambaran sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan petani dalam menjaga ketersediaan pangan di daerah.
“Pendampingan yang konsisten diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” kata Ricky.
Panen raya jagung serentak ini tidak hanya menandai capaian produksi kuartalan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi jangka menengah memperkuat ketahanan pangan daerah, sekaligus menopang target swasembada pangan nasional yang terus didorong pemerintah.















