HWPL Menggelar Workshop Internasional Jurnalisme Perdamaian

- Penulis

Kamis, 23 April 2026 - 22:17 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Heavenly Culture World Peace Restoration of Light (HWPL) menyelenggarakan Workshop Internasional Jurnalisme Perdamaian

Heavenly Culture World Peace Restoration of Light (HWPL) menyelenggarakan Workshop Internasional Jurnalisme Perdamaian

Indonesia – Heavenly Culture World Peace Restoration of Light (HWPL) menyelenggarakan Workshop Internasional Jurnalisme Perdamaian. Kegiatan ini terlaksana secara daring pada (18/04/2026), dengan menghadirkan sekitar 220 jurnalis dari berbagai negara, termasuk Indonesia.

Acara ini bertema “Reporting Solutions in the Age of News Avoidance: Strengthening Audience Agency through Media-Civil Peace Collaboration,” . Lebih lanjut, kegiatan ini membahas peran jurnalisme dalam menghadapi fenomena penghindaran berita, mereduksi konflik, serta mendorong perdamaian.

 

Workshop ini menampilkan presentasi dari tiga jurnalis yang berkontribusi dalam Volume 4 Journal HWPL Peace Journalism Studies. Mereka menegaskan pentingnya jurnalisme berbasis solusi, yang tidak hanya melaporkan peristiwa. Akan tetapi, juga menawarkan jalan keluar atas konflik serta menghadirkan harapan.

Jurnalis dari tim redaksi Indepthnews.id, Indonesia, Achmad Yani, memaparkan riset berjudul “The Role of International Media Narratives in the De-escalation of the Thailand–Cambodia Conflict.” Ia menyoroti bahwa cara media membingkai konflik sangat memengaruhi persepsi publik.

Analisis terhadap 19 artikel dari berbagai media global menunjukkan sekitar 64 persen pemberitaan berfokus pada bentrokan militer.Sementara itu, pengalaman lebih dari dua ratus ribu warga sipil yang mengungsi hampir tidak mendapat perhatian berarti dari media.

Peneliti tersebut menegaskan bahwa media membentuk pemahaman publik melalui pilihan informasi yang ditampilkan maupun yang sengaja diabaikan. Ia juga mendorong praktik jurnalisme yang menghadirkan perspektif korban serta menekankan pentingnya solusi damai dalam setiap peliputan konflik.

Presentasi berikutnya disampaikan oleh jurnalis mediabanjarmasin.com Indonesia, Ida Yusnita, dengan tema mengenai perdamaian sebagai hak asasi manusia. Ia menjelaskan bahwa perdamaian tidak hanya berarti ketiadaan perang, tetapi juga mencakup kondisi keamanan, kesetaraan, serta keadilan sosial.

Baca Juga:  Bak 'Neraka' Los Angeles: 10 Tewas, Ribuan Rumah Hancur

Selain itu, ia menekankan bahwa perdamaian membutuhkan tanggung jawab bersama dari negara, masyarakat, serta media dalam menciptakan lingkungan yang harmonis. Sehingga penting akan tata kelola yang adil, toleransi sosial, serta pelaporan media yang bertanggung jawab dan berimbang.

Selain itu, ia menegaskan bahwa perdamaian dan hak asasi manusia merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam praktik kehidupan. Oleh karena itu, langkah konkret seperti pendidikan toleransi, kebijakan anti diskriminasi, serta penguatan media independen untuk menjaga stabilitas sosial.

Sementara itu, José Nicolás Arroyo Ramos membahas bagaimana lingkungan media dapat berkontribusi terhadap polarisasi serta wacana berbasis konflik. Ia memperkenalkan konsep kekerasan diskursif sebagai bentuk komunikasi yang memperkuat perpecahan meskipun tidak melibatkan kekerasan fisik secara langsung.

Selain itu, ia menyoroti bahwa di era digital, konten emosional yang belum terverifikasi dapat menyebar dengan sangat cepat melalui berbagai platform media.

Kondisi tersebut sering menyederhanakan persoalan kompleks menjadi narasi yang saling berlawanan sehingga memperburuk pemahaman publik terhadap konflik. Tidak lupa, ia menawarkan alternatif melalui jurnalisme perdamaian yang menekankan analisis akar masalah, keberagaman perspektif, serta solusi konstruktif bagi masyarakat.

Workshop daring ini tetap mendorong partisipasi aktif peserta melalui diskusi kelompok serta memperkenalkan jaringan global Media Association for Global Peace.

“Workshop ini menegaskan kembali bahwa media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai aktor penting dalam membentuk persepsi publik dan membangun perdamaian.”  Ujarnya.

“Ke depan, kerja sama global dan praktik jurnalisme perdamaian akan terus diperkuat melalui jaringan internasional.” Ucapnya.

Berita Terkait

Gelar Pengabdian Masyarakat, Kolaborasi Internasional, Keperawatan ULM dan UTM
HWPL Selenggarakan Wisuda Guru Pendidikan Perdamaian di Lesotho
Kamp Pendidikan Perdamaian Agama Digelar di Phnom Penh, Kamboja
Ke Mana Umat Manusia Harus Menuju?, Peringatan 10 Tahun Proklamasi DPCW
Di Tengah Krisis Global, Indonesia Online Media Forum 2026 Dorong Jurnalisme Berorientasi Kemanusiaan
Koalisi Masyarakat Sipil Korea Selatan Peringatkan Bahaya Stigmatisasi Agama oleh Negara
LPTNU Jajaki Kerja Sama Strategis Akademik dan Keagamaan dengan Pusat Kajian Imam Bukhari Uzbekistan
UNUKASE Buka Peluang Magang Internasional, Bersama Universitas Uzbekistan
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 09:55 WITA

Warga Komplek Pelita 2 Kuranji Tolak Rencana Pembangunan Alkah Baru (Pemakaman Baru)

Senin, 11 Mei 2026 - 03:43 WITA

FKP Kalsel Deklarasikan UMKM Pemuda Banua, Dorong Wirausaha Muda Lebih Maju dan Berdaya Saing

Rabu, 8 April 2026 - 09:59 WITA

Rektor UNUKASE Menyoroti Kolaborasi Penguatan SDM dan Investasi Daerah Pada Musrenbang RKPD 2027

Senin, 12 Januari 2026 - 19:36 WITA

Presiden Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat Nasional, Kunjungan Perdana ke Kalimantan Selatan

Kamis, 20 November 2025 - 19:08 WITA

UNUKASE Kirim 12 Mahasiswa dalam Pendidikan Dasar Komando Menwa Suryanata 2025

Kamis, 6 November 2025 - 20:01 WITA

Tokoh Muda Kalsel Maulana Nur Dorong Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional untuk Jenderal Soeharto

Kamis, 30 Oktober 2025 - 08:36 WITA

Kalsel Raih Peringkat Pertama Nasional dalam Ketahanan Pangan, Pemprov Tegaskan Komitmen Hadapi Tantangan Global

Jumat, 10 Oktober 2025 - 10:25 WITA

UNUKASE Mengapresiasi Usaha Mahasiswa di Ajang MTQMN 2025

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x