Uzbekistan – Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) secara aktif menjajaki kerja sama strategis dengan Pusat Kajian Ilmiah Internasional Imam Bukhari, Uzbekistan. Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar dua jam, kedua pihak menyepakati sejumlah langkah awal untuk memperkuat kolaborasi akademik, keilmuan, dan keagamaan, termasuk dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
LPTNU dan Pusat Kajian Imam Bukhari membahas sedikitnya tujuh potensi kerja sama strategis, meliputi riset dan kajian ilmiah bersama, penyelenggaraan konferensi internasional, program beasiswa fellowship researcher, wisata akademik, pengembangan pendidikan Islam, penandatanganan nota kesepahaman (MoU), serta promosi Program Umrah Plus Uzbekistan bagi umat Muslim Indonesia, khususnya warga Nahdlatul Ulama.
Pemerintah Uzbekistan menargetkan kunjungan 100.000 peziarah asal Indonesia melalui Program Umrah Plus Uzbekistan dan menawarkan insentif sebesar Rp1,6 juta per jamaah kepada operator umrah. Program ini bertujuan mempererat hubungan keagamaan sekaligus memperkuat kerja sama pariwisata religi antara Indonesia dan Uzbekistan.
Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan (UNUKASE), Dr. Ir. H. Abrani Sulaiman, M.Sc., menegaskan bahwa Uzbekistan membutuhkan tenaga kerja lokal yang menguasai bahasa Indonesia. Ia menilai LPTNU memiliki peluang besar untuk berperan sebagai mitra strategis dalam pendidikan bahasa berbasis keagamaan dan peradaban Islam, baik untuk pemandu wisata maupun kegiatan edukasi dan dakwah.
Selama kunjungan, seluruh delegasi meninjau kompleks baru Imam Bukhari dan melaksanakan ziarah ke Makam Imam Bukhari. Para delegasi memimpin doa dan tahlil secara khidmat sesuai tradisi Nahdlatul Ulama dalam menghormati para ulama besar, termasuk Abi Abdillah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim, Imam Bukhari, yang dikenal sebagai Amirul Mukminin fil Hadits.
Pimpinan Kompleks Imam Bukhari, Husanov Sherali Yoriyevich, menyampaikan kesan mendalam atas pelaksanaan tahlil tersebut. Ia berharap semakin banyak umat Islam dari Indonesia berkunjung dan memakmurkan Masjid Imam Bukhari yang mampu menampung hingga 10.000 jamaah dan segera diresmikan.















