Rab. Jun 19th, 2024

Sejak Januari sampai Maret 2021, Polri Tangkap Sebanyak 94 Terduga Teroris di Sejumlah Wilayah Indonesia

By Redaksi Apr1,2021

PELITANUSANTARA.NET- Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri sejak Januari 2021 hingga Maret 2021 berhasil menangkap sebanyak 94 terduga teroris di sejumlah wilayah di Indonesia.

Hal itu seeprti yang disampaikan oleh Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri, Kombes. Pol. Dr. Ahmad Ramadhan, S.H., M.H., M.Si.

Diungkapkannya, hal ini merupakan bukti bahwa Polri serius dalam memberantas segala aksi terorisme. “ 94 terduga teroris itu ditangkap di sejumlah wilayah di Tanah Air, yakni Makassar, Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jawa Timur, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jakarta, Bekasi, Jawa Barat dan Tengerang, Banten,” ujarnya yang dikutif dari laman Polri.go.id.

Diterangkannya, pada operasi pencegahan dan penanggulangan terorisme Januari 2021 saja, 20 orang terduga teroris ditangkap di wilayah Makassar. Selanjutnya, 22 orang ditangkap di wilayah Jawa Timur selama periode Februari-Maret 2021.

Setelah penangkapan 22 terduga teroris di Jawa Timur, Densus 88 Antiteror Polri mengembangkan ke wilayah Sumatera Barat, diamankan 6 terduga, lalu di Sumatera Utara sebanyak 18 orang terduga, termasuk dua terduga di wilayah Jakarta.

Setelah bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Densus 88 Antiteror Porli menangkap 7 terduga teroris di Makassar, di Bima NTB bertambah jadi 5 orang.

Penangkapan juga dilakukan di wilayah Condet, Jakarta Timur dan Bekasi, Jawa Barat, ada 4 orang yang diamankan. Lalu ditangkap satu orang terduga teroris di wilayah Cirende, Tangerang Selatan.

“Dari 94 orang terduga teroris yang kita tangkap, 90 orang terafiliasi dengan jaringan JAD dan Jamaah Islamiah,” jelas Kabag Penum Divhumas Polri. “Untuk 4 terduga teroris yang ditangkap di wilayah hukum Polda Metro Jaya, belum diketahui jaringan kelompoknya,” katanya.

Baca Juga  Vaksinasi Lansia di Jakarta Utara Sudah Mulai Dilaksanakan

Dia menambahkan penangkapan yang dilakukan Densus 88 Anti Teror Mabes Polri sebagai wujud preventif strike atau langkah pencegahan sebelum kejadian.

“Ini adalah wujud dari preventif strike, pencegahan yang dilalukan agar tidak terjadi, dan kita telah melakukan penangkapan-penangkapan tersebut sejak Januari, itu menunjukkan perencanaan-perencanaan (pengeboman) itu bisa saja terjadi,” jelas Kabag Penum Divhumas Polri.(odh/tbn)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *