Banjarmasin – Bendahara Umum Dewan Budaya Banjar, Muhammad Yusuf, SE., MM., yang juga pernah menjabat sebagai Sekretaris DPD KNPI Kalimantan Selatan periode 2018–2022. Ia menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober 2026. Ucapan tersebut mengarah kepada seluruh pemuda dan pemudi Indonesia, khususnya generasi muda Banua, Kalimantan Selatan.
Dalam momentum peringatan ke-98 tahun Sumpah Pemuda ini, Muhammad Yusuf mengajak generasi muda untuk terus menjaga persatuan, memperkuat semangat kebangsaan, serta mengambil peran aktif dalam pembangunan bangsa dan daerah.
Menurutnya, Hari Sumpah Pemuda bukan sekadar peringatan tahunan. Melainkan momentum untuk menghidupkan kembali semangat perjuangan para pemuda. Karena telah meletakkan fondasi persatuan Indonesia di tengah keberagaman suku, agama, bahasa, dan budaya.
“Selamat Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2026 kepada seluruh pemuda dan pemudi Indonesia, khususnya pemuda Banua Kalimantan Selatan. Mari kita terus menjaga persatuan, meningkatkan kualitas diri, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan daerah,” ujar Muhammad Yusuf.
Ia menegaskan bahwa pemuda merupakan kekuatan penting dalam menentukan masa depan Indonesia. Karena itu, generasi muda harus mampu menghadapi tantangan zaman dengan meningkatkan ilmu pengetahuan. Selain itu, pemuda harus mengembangkan kreativitas, menguasai teknologi, serta membangun karakter dan integritas.
Pengalamannya sebagai Sekretaris DPD KNPI Kalimantan Selatan periode 2018–2022 menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya dalam lingkungan kepemudaan. Ia berharap semangat berhimpun, berdialog, dan bekerja sama terus tumbuh di kalangan generasi muda. Agar berbagai potensi pemuda dapat terarahkan untuk kegiatan yang produktif dan bermanfaat bagi masyarakat.
Pemuda Banua Harus Bangga dengan Identitas dan Budaya Daerah
Sebagai Bendahara Umum Dewan Budaya Banjar, Muhammad Yusuf juga memberikan perhatian terhadap peran generasi muda dalam menjaga dan melestarikan budaya Banjar.
Menurutnya, kemajuan teknologi dan arus globalisasi tidak boleh membuat generasi muda melupakan akar budaya dan jati diri daerah. Sebaliknya, warisan budaya Banjar harus menjadi sumber inspirasi untuk melahirkan kreativitas dan inovasi. Sehingga dapat dikenal lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Pemuda Banua harus berani maju, memiliki daya saing, dan mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur budaya Banjar. Kita ingin generasi muda menjadi kebanggaan daerah sekaligus berkontribusi bagi Indonesia,” ungkapnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen kepemudaan, organisasi masyarakat, tokoh budaya, dan berbagai pihak untuk bersama-sama memberikan ruang serta kesempatan kepada generasi muda agar dapat mengembangkan potensi, menyampaikan gagasan, dan menghasilkan karya nyata.
Menguatkan Persatuan, Membangun Masa Depan
Muhammad Yusuf berharap peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2026 menjadi penyemangat bagi seluruh generasi muda untuk menumbuhkan kepedulian sosial, menghindari perpecahan, serta memperkuat semangat gotong royong demi kemajuan bersama.
Ia mengajak pemuda Indonesia, khususnya pemuda Banua, agar tidak hanya menjadi penonton dalam perubahan, tetapi tampil sebagai pelaku yang menghadirkan solusi, prestasi, dan manfaat bagi masyarakat.
“Jadikan semangat Sumpah Pemuda sebagai kekuatan untuk bersatu, berkarya, dan mengabdi. Dari Banua untuk Indonesia, mari kita bangun masa depan yang lebih baik dengan semangat persaudaraan, kreativitas, dan kecintaan terhadap tanah air,” tutup Muhammad Yusuf.
Selamat Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2026!
Bersatu dalam Keberagaman, Berkarya untuk Kemajuan, dan Berbudaya demi Masa Depan Indonesia.

















