Banjarmasin – Pasar Terapung Lok Baintan merupakan salah satu warisan budaya Banjar yang memiliki nilai sejarah, tradisi, dan daya tarik wisata yang harus terus terjaga kelestariannya. Keberadaan pasar terapung ini tidak hanya menjadi identitas budaya masyarakat Banjar. Akan tetapi, juga berpotensi besar dalam mendukung sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat lokal.
Sekretaris Jenderal Badan Pengurus Pusat Dewan Budaya Banjar, H. A. Sya’rani, S.Ag., M.Ag., menyampaikan bahwa Pasar Terapung Lok Baintan perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan. Sehingga dapat melestarikan budaya bahkan penyediaan fasilitas yang memadai.
Menurutnya, sungai merupakan urat nadi kehidupan masyarakat Banjar. Dari sungai, tumbuh berbagai tradisi, aktivitas ekonomi, serta nilai-nilai sosial dan religius yang menjadi bagian penting dari identitas urang Banjar. Nuansa agamis yang terasa setelah pelaksanaan ibadah dan ritual Subuh di kawasan pasar terapung menjadi simbol kuat budaya Banjar yang menjunjung tinggi nilai keimanan.
“Pasar Terapung Lok Baintan harus kita lestarikan bersama. Ini merupakan warisan budaya Banjar yang sangat berharga dan menjadi kebanggaan daerah. Jangan sampai tradisi yang sudah diwariskan oleh para leluhur kita perlahan-lahan hilang akibat kurangnya perhatian dan dukungan,” ungkap H. A. Sya’rani.
Ia menambahkan bahwa bagi masyarakat Banjar, bekerja bukan semata-mata untuk memenuhi kebutuhan hidup, melainkan juga bagian dari ibadah. Setiap ikhtiar dilakukan untuk meraih keberkahan dan rida Allah Swt. Nilai tersebut tercermin dalam aktivitas para pedagang yang memulai kegiatan sejak dini hari dengan semangat, kejujuran, dan ketekunan.
“Karakter inilah yang menjadi identitas urang Banjar yang inklusif. Kita ingin membangun banua yang baiman, bauntung, dan batuah, yaitu daerah yang beriman, memperoleh keberuntungan, serta memiliki keberkahan dan manfaat bagi seluruh masyarakat,” jelasnya.
Ia juga menegaskan pentingnya dukungan dan fasilitasi dari pemerintah daerah, khususnya dalam meningkatkan sarana dan prasarana penunjang bagi pedagang, pengunjung, serta wisatawan yang datang ke Pasar Terapung Lok Baintan.
Fasilitas yang memadai, seperti akses transportasi sungai yang aman, dermaga yang layak, kebersihan lingkungan, fasilitas sanitasi, tempat istirahat. Selain itu, promosi wisata yang berkelanjutan, memiliki milai penting untuk meningkatkan kenyamanan sekaligus menjaga kelangsungan aktivitas pasar tradisional tersebut.
Selain itu, pemberdayaan para pedagang dan masyarakat setempat juga perlu menjadi perhatian. Dengan adanya pembinaan, dukungan ekonomi, dan promosi yang tepat, Pasar Terapung Lok Baintan akan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
H. A. Sya’rani juga mengajak generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan ikut melestarikan budaya Banjar. Menurutnya, pelestarian budaya bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau lembaga adat, melainkan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.
“Melestarikan Pasar Terapung Lok Baintan berarti menjaga identitas dan jati diri masyarakat Banjar. Kita berharap pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, serta seluruh elemen budaya dapat bersinergi agar pasar terapung ini tetap hidup dan berkembang tanpa kehilangan nilai tradisionalnya,” tambahnya.
Badan Pengurus Pusat Dewan Budaya Banjar berharap Pasar Terapung Lok Baintan dapat terus bertahan sebagai destinasi wisata budaya unggulan Kalimantan Selatan. Selain itu, dapat menjadi bukti nyata bahwa tradisi lokal mampu bertahan dan berkembang di tengah kemajuan zaman.
Warisan budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan identitas yang harus dijaga untuk diwariskan kepada generasi mendatang.















