Riset Mahasiswa ULM Ungkap Paradoks Kesehatan Pekerja Prostitusi Daring: Sadar Risiko, Belum Konsisten Mencegah

- Penulis

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:39 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim PKM-RSHULM mengungkap adanya kesenjangan antara kesadaran risiko kesehatan dan perilaku pencegahan pada pekerja prostitusi

Tim PKM-RSHULM mengungkap adanya kesenjangan antara kesadaran risiko kesehatan dan perilaku pencegahan pada pekerja prostitusi

Banjarbaru — Perkembangan teknologi digital menghadirkan tantangan baru dalam upaya perlindungan kesehatan masyarakat. Salah satunya praktik prostitusi yang memanfaatkan platform daring, yang turut meningkatkan kompleksitas upaya pencegahan infeksi menular seksual (IMS) dan HIV.

Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) mengungkap adanya kesenjangan antara kesadaran risiko kesehatan dan perilaku pencegahan pada pekerja prostitusi daring di Kota Banjarmasin dan Banjarbaru.

Melalui penelitian bertajuk Faith, Fear, and the Hidden Health Paradox: Analisis Disonansi Kognitif terhadap Kesadaran Risiko Seksual pada Pekerja Prostitusi Daring yang dilakukan dari bulan Juni – Agustus 2026, tim melibatkan 90 responden dengan menggunakan pendekatan mix method melalui survei dan wawancara mendalam.

Hasil penelitian menunjukkan 58,9 persen responden memiliki pemahaman tinggi terhadap risiko kesehatan seksual. Namun, kesadaran tersebut belum sepenuhnya diikuti perilaku perlindungan diri yang konsisten. Sebanyak 56,7 persen responden juga menunjukkan disonansi kognitif, berupa kekhawatiran terhadap risiko kesehatan, perasaan bersalah, serta konflik antara tuntutan pekerjaan dan keyakinan pribadi.

Ketua Tim PKM-RSH ULM, Amelia Rahma, menjelaskan bahwa pengetahuan mengenai risiko belum selalu mudah diterapkan dalam praktik.

“Pemahaman mengenai risiko kesehatan sudah cukup tinggi, tetapi penerapan perilaku pencegahan masih menghadapi berbagai hambatan, salah satunya desakan ekonomi,” ujarnya.

Menggunakan Teori Disonansi Kognitif Festinger dan Health Belief Model, penelitian ini menemukan bahwa kekhawatiran terhadap penyakit dapat mendorong munculnya perilaku perlindungan diri. Sejumlah responden diketahui berupaya menyeleksi pelanggan yang dianggap berisiko tinggi dan memiliki keinginan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.

Baca Juga:  Dua Mahasiswa UNUKASE Wakili Kampus di MTQ Mahasiswa Nasional XVIII 2025 Banjarbaru

Temuan tersebut menunjukkan bahwa persoalan kesehatan seksual tidak cukup ditangani melalui edukasi mengenai risiko penyakit. Dukungan psikososial, jaring pengaman sosial, dan akses layanan kesehatan yang inklusif juga diperlukan agar pengetahuan dapat diterjemahkan menjadi perilaku pencegahan.

Selain itu, terdapat indikasi berupa persoalan kesehatan seksual tidak cukup ditangani melalui edukasi mengenai risiko penyakit. Dukungan psikososial, jaring pengaman sosial, dan akses layanan kesehatan yang inklusif juga diperlukan agar pengetahuan dapat diterjemahkan menjadi perilaku pencegahan.

Riset ini menegaskan bahwa di balik kesadaran terhadap risiko terdapat faktor ekonomi, psikologis, dan sosial yang memengaruhi pengambilan keputusan. Karena itu, pendekatan kesehatan yang lebih komprehensif dan tidak menghakimi menjadi penting untuk memperkuat upaya pencegahan IMS dan HIV pada kelompok yang rentan.

Berita Terkait

Tim PKM-RSH ULM Ungkap Dampak Komunikasi Menyakitkan dalam Hubungan Pacaran Remaja
Semarak Merah Putih di PAUDIT Robbani Banjarbaru Warnai Kebersamaan dan Perkuat Silaturahmi Orang Tua, Guru, dan Anak
Gandeng Ibu-Ibu Kader Kelurahan Cempaka, Tim Dosen Manfaatkan Potensi Ikan Lokal Lewat Dana Kemdiktisaintek dalam Pencegahan Stunting
UNUKASE Bersama Ponpes Darul Ilmi, Dorong Santri Lanjut Kuliah dan Kuasai Profesi Strategis
UNUKASE Perkuat Sinergi dengan Pondok Pesantren Walisongo, Dorong Santri Lanjut ke Perguruan Tinggi
Inovasi Edukasi Kesehatan Berbasis “World Café”, Dosen dan Mahasiswa Keperawatan ULM Tingkatkan Peran Keluarga dalam Pencegahan Infeksi dan Manajemen Psikologis Keluarga
Ibu Hamil Wajib Tahu, FKIK ULM Bagikan Tips Menjaga Kesehatan Janin hingga Perawatan Bayi
Rektor UNUKASE Tegaskan Pentingnya Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan
Tag :
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:30 WITA

Pasar Murah BPTU-HPT Pelaihari: Pangan Terjangkau, Peternakan Lokal Makin Bersinar

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:23 WITA

Ruang Promosi Produk Lokal dan Penguatan UMKM Di Pekan Raya Kemerdekaan 2026 Tanah Laut

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:19 WITA

Tala Ethnic Carnival 2026 Mengguncang Pelaihari

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:15 WITA

HUT ke-81 RI, Usai Terima Remisi Enam Warga Binaan Rutan Pelaihari Langsung Bebas

Selasa, 18 Agustus 2026 - 07:10 WITA

Khidmat, Wabup Zazuli Pimpin Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Tanah Laut

Selasa, 18 Agustus 2026 - 07:05 WITA

Upacara Detik-Detik Proklamasi HUT ke-81 RI di Tanah Laut Berlangsung Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 20:27 WITA

DP3AP2KB Tanah Laut Gelar Jambore GenRe, Perkuat Peran PIK-R di Sekolah

Rabu, 5 Agustus 2026 - 20:23 WITA

P3AP2KB Tanah Laut Libatkan Duta GenRe Cegah Pernikahan Dini dan Stunting

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x