Banjarbaru – Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan (UNUKASE) terus memperkuat jejaring kemitraan dengan lembaga pendidikan Islam. Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Rektor UNUKASE, Dr. Ir. H. Abrani Sulaiman, M.Sc., melakukan kunjungan silaturahmi ke Pondok Pesantren Darul Ilmi, Jalan A. Yani, Landasan Ulin Barat, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, Senin (20/7/2026).
Kunjungan tersebut menjadi langkah strategis dalam membangun sinergi antara perguruan tinggi dan pondok pesantren. Terkhusus dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi para santri serta memperkuat pengembangan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.
Rektor UNUKASE memimpin langsung rombongan UNUKASE . Selain itu, Wakil Rektor I Dr. H. Jarkawi, M.M.Pd., Wakil Dekan Fakultas Ekonomi, Sosial, dan Humaniora (FESH) sekaligus Wakil Ketua Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Redhana Aulia, S.P., M.P., Kepala Bagian Humas dan Kerja Sama Muhdi, S.E., M.M., serta Ahmad Subhan, S.Kom. dari Bagian Kemahasiswaan turut mendampingi. Pimpinan Pondok Pesantren Darul Ilmi, Dr. KH. Himron Mahmud menyambut rombongan dengan hangat.
Dalam suasana penuh keakraban, Dr. Abrani Sulaiman menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari komunikasi yang telah terjalin sebelumnya saat silaturahmi ke Pondok Pesantren Walisongo Fiddarissalam Putera. Menurutnya, hubungan baik yang telah terbangun dengan berbagai pondok pesantren di Kalimantan Selatan akan terus memperkuat sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi para santri.
“Kami ingin membangun kolaborasi yang berkelanjutan dengan Pondok Pesantren Darul Ilmi. UNUKASE siap menjadi mitra bagi para santri yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi melalui pendampingan akademik maupun akses terhadap berbagai program beasiswa. Kami berharap semakin banyak lulusan pesantren yang menjadi sarjana tanpa kehilangan jati diri sebagai insan pesantren yang tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah,” ujar Dr. Abrani.
Ia menegaskan bahwa pesantren merupakan salah satu pilar utama dalam mencetak generasi yang berakhlak mulia. Oleh karena itu, sinergi antara pesantren dan perguruan tinggi menjadi kebutuhan penting dalam menghadapi tantangan pembangunan sumber daya manusia di era modern.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Abrani juga memperkenalkan profil UNUKASE yang saat ini memiliki tiga fakultas dengan sepuluh program studi. Seluruh program studi yang terselenggara merupakan program studi umum, sejalan dengan amanat Presiden ke-4 Republik Indonesia, KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), agar warga Nahdlatul Ulama, termasuk para alumni pesantren, mampu menguasai berbagai bidang ilmu pengetahuan dan profesi strategis.
“Alumni pesantren tidak hanya memiliki peluang menjadi kiyai atau ustadz, tetapi juga dapat menjadi tenaga kesehatan, insinyur, arsitek, ahli informatika, ekonom, pendidik, maupun profesional di berbagai bidang. Inilah semangat yang terus dikembangkan oleh UNUKASE dalam mencetak lulusan yang kompeten sekaligus berkarakter,” jelasnya.
Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Darul Ilmi, Dr. KH. Himron Mahmud, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Rektor beserta jajaran pimpinan UNUKASE. Menurutnya, sinergi antara pondok pesantren dan perguruan tinggi merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperluas kesempatan santri untuk melanjutkan studi ke jenjang pendidikan tinggi.
“Kami menyambut baik ikhtiar yang dilakukan UNUKASE. Semoga silaturahmi ini menjadi awal lahirnya berbagai program yang memberikan manfaat bagi santri, pesantren, maupun masyarakat luas. Pendidikan pesantren dan perguruan tinggi memiliki tujuan yang sama, yaitu membentuk generasi yang berilmu, berakhlak, serta mampu memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan agama,” ungkap Dr. KH. Himron Mahmud.
Dalam kesempatan yang sama, Dr. KH. M. Abdul Hamid Marzuqi, S.Pd.I., M.M., Pimpinan Pondok Pesantren Walisongo Fiddarissalam Putera yang juga menjabat sebagai Ketua Rais Syuriyah PCNU Kota Banjarbaru serta Wakil Ketua Rais Syuriyah PWNU Kalimantan Selatan, mengungkapkan bahwa dirinya menginisiasi pertemuan tersebut sebagai upaya memperkuat sinergi antara pesantren dan perguruan tinggi Nahdlatul Ulama.
“Kami berharap pondok-pondok pesantren di Kalimantan, khususnya Kalimantan Selatan, dapat membangun kolaborasi yang lebih erat dengan UNUKASE. Dengan sinergi ini, para santri memiliki kesempatan yang lebih luas untuk melanjutkan pendidikan tinggi tanpa meninggalkan jati diri kepesantrenannya,” ujar Gus Hamid.
Pertemuan tersebut juga membahas berbagai peluang kerja sama, mulai dari sosialisasi penerimaan mahasiswa baru, penyediaan akses beasiswa bagi lulusan pesantren, penguatan pendidikan karakter, pelaksanaan kegiatan akademik, pengabdian kepada masyarakat, penelitian kolaboratif, hingga dakwah keilmuan.
Melalui kunjungan ini, UNUKASE kembali menegaskan komitmennya untuk terus membangun kemitraan dengan pondok pesantren sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan yg Tinggi. Sinergi tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang unggul secara akademik, berintegritas, memiliki wawasan kebangsaan, serta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah.















