Mengusik Oligarki, Jurnalis Abi Kusno Nachran Dibacok 17 Kali Hingga Ancaman dan Teror

- Penulis

Rabu, 9 Oktober 2024 - 15:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Abi Kusno Nachran Jurnalis Lintas Khatulistiwa (Sumber Foto X.com)

Abi Kusno Nachran Jurnalis Lintas Khatulistiwa (Sumber Foto X.com)

Nasional – Pada 28 November 2001, di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, sebuah peristiwa tragis menimpa jurnalis Media Lintas Khatulistiwa, Abi Kusno Nachran, dan editornya. Keduanya diserang oleh segerombolan orang bersenjata tajam. Serangan brutal itu membuat perut sang editor sobek, sementara Abi Kusno tergeletak di genangan darahnya sendiri, setelah berkali-kali dibacok dengan kejam.

Sebulan sebelum penyerangan, Abi Kusno mengusik bisnis besar yang dikendalikan oleh perusahaan Tanjung Lingga Group, milik seorang pengusaha berpengaruh, Abdul Rasyid. Dalam laporannya, Abi Kusno menyoroti praktik pengangkutan kayu gelondongan raksasa yang dilakukan kapal-kapal dari kawasan konservasi Taman Nasional Tanjung Puting. Laporan tersebut memicu reaksi dari pihak berwenang, dengan Departemen Kehutanan dan TNI AL mengambil langkah tegas untuk menahan kapal-kapal ilegal itu.

Abdul Rasyid bukanlah nama sembarangan. Pada 2008, menurut laporan dari EIA dan Telapak mengungkapkan bahwa ia terlibat dalam bisnis penerbangan ilegal yang menghasilkan keuntungan fantastis, mencapai Rp 30 triliun per tahun. Keuntungan ini bahkan membuatnya masuk dalam daftar 50 orang terkaya versi majalah Forbes selama dua tahun berturut-turut hingga 2018.

Baca Juga:  Komeng Bingung Masuk Komite II, Padahal Maunya Seni Budaya

Kini, kekayaannya didapat dari perkebunan sawit yang berdiri di atas hutan-hutan yang telah dibabat habis. Dengan kekuasaan dan hartanya, Abdul Rasyid membangun dinasti oligarki yang kokoh di Kalimantan.

Keponakannya, Sugianto, dari PDIP, kini menjabat sebagai Gubernur Kalimantan Tengah, dan melantik bibinya sendiri, Nurhidayah (Golkar), menjadi Bupati Kotawaringin Barat.

Akibat serangan brutal itu, Abi Kusno harus menjalani operasi darurat selama tujuh jam, dengan 29 kantong darah dibutuhkan untuk menyelamatkan nyawanya. Di tubuhnya terdapat 17 luka bacokan, yang melukai leher, dada, paha, hingga punggungnya. Empat jari tangan kirinya putus, menyisakan hanya ibu jari, dan tangan kanannya hampir terputus akibat sabetan parang.

Meskipun selamat dari serangan tersebut, Abi Kusno harus menerima 350 jahitan di seluruh tubuhnya. Namun, tragedi hidupnya tidak berakhir di sana. Pada tahun 2006, saat berada di jalan tol Palimanan-Kanci, Cirebon, Abi Kusno mengalami kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawanya. Mirisnya, hingga akhir hidupnya, ia masih terus mendapat teror dan ancaman.

Berita Terkait

Di Tengah Konflik Global, Indonesia Selenggarakan Doa Bersama Lintas Agama Demi Perdamaian
WARISAN NUKLIR DAN KRISIS IKLIM DI KEPULAUAN MARSHALL, KOALISI GLOBAL LINTAS BENUA BERSIDANG
Penguatan Daerah Jadi Fokus, APPMBGI Resmikan Kepengurusan Sejumlah Provinsi dan Kabupaten/Kota
Usai dari Balangan, Wakil Presiden Gibran Lanjutkan Peninjauan Banjir ke Kabupaten Banjar
Wakil Presiden Gibran Soroti Pemulihan Pendidikan Saat Meninjau Banjir Balangan
Tidak Hanya Soal Bansos, DPR Minta Program Pemulihan Peternak Dibuat Jangka Panjang
Di Hadapan PBNU, Rektor UNUKASE Beberkan Strategi Penguatan Pendidikan Tinggi NU
SMSI Gaungkan Peran Media Siber dalam Menjaga Marwah Pers Nasional

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:37 WITA

Kamp Pendidikan Perdamaian Agama Digelar di Phnom Penh, Kamboja

Kamis, 23 April 2026 - 22:17 WITA

HWPL Menggelar Workshop Internasional Jurnalisme Perdamaian

Senin, 16 Maret 2026 - 20:04 WITA

Ke Mana Umat Manusia Harus Menuju?, Peringatan 10 Tahun Proklamasi DPCW

Senin, 9 Maret 2026 - 23:01 WITA

Di Tengah Krisis Global, Indonesia Online Media Forum 2026 Dorong Jurnalisme Berorientasi Kemanusiaan

Selasa, 3 Februari 2026 - 19:07 WITA

Koalisi Masyarakat Sipil Korea Selatan Peringatkan Bahaya Stigmatisasi Agama oleh Negara

Selasa, 3 Februari 2026 - 18:15 WITA

LPTNU Jajaki Kerja Sama Strategis Akademik dan Keagamaan dengan Pusat Kajian Imam Bukhari Uzbekistan

Sabtu, 31 Januari 2026 - 12:00 WITA

UNUKASE Buka Peluang Magang Internasional, Bersama Universitas Uzbekistan

Selasa, 2 Desember 2025 - 19:28 WITA

Pemuka Agama Serukan Kepemimpinan Etis dalam Forum Lintas Agama Filipina–Indonesia

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x