Pemuka Agama Serukan Kepemimpinan Etis dalam Forum Lintas Agama Filipina–Indonesia

- Penulis

Selasa, 2 Desember 2025 - 19:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Forum lintas agama Filipina–Indonesia menyerukan kepemimpinan etis, integritas, dan persatuan untuk memperkuat peran generasi muda.

Forum lintas agama Filipina–Indonesia menyerukan kepemimpinan etis, integritas, dan persatuan untuk memperkuat peran generasi muda.

Filipina — Tiga pemuka agama dari tradisi Katolik, Islam, dan Hindu menyerukan pentingnya kepemimpinan etis di tengah meningkatnya kekhawatiran publik terhadap kasus korupsi serta menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara. Seruan tersebut disampaikan dalam forum lintas agama virtual yang diselenggarakan Heavenly Culture, World Peace, Restoration of Light (HWPL) Filipina bekerja sama dengan International Peace Youth Group (IPYG) Indonesia pada 29 November 2025.

Acara tersebut dihadiri pemuka agama, pendidik, pemuda, media, serta pegiat perdamaian dari Filipina dan Indonesia. Forum menekankan bahwa kepemimpinan etis yang berlandaskan kasih sayang, keadilan, dan integritas menjadi kunci untuk membangun kembali kepercayaan publik sekaligus memperkuat peran generasi muda dalam menciptakan perubahan di komunitas masing-masing.

Imam Katolik sekaligus anggota Jesuits Among Muslims in Asia (JAMIA), Dr. Renato Taib Oliveros, menyampaikan bahwa nilai moral yang menolak praktik korupsi merupakan ajaran universal dalam berbagai kitab suci. Ia menegaskan bahwa krisis kepemimpinan dan maraknya korupsi saat ini menunjukkan adanya kesenjangan antara ajaran agama dan perilaku masyarakat. Dr. Oliveros juga mengajak generasi muda untuk kembali pada jati diri moral dan nilai spiritual sebagai landasan kepemimpinan etis.

Dari Indonesia, Guru Besar Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. H. Muhammad Galib M., MA, menekankan pentingnya kasih sayang dan kerja sama dalam keberagaman untuk mencegah konflik dan membangun harmoni sosial. Mengutip Surah Al-Maidah ayat 2, ia mengajak peserta untuk saling menolong dalam kebaikan serta menjaga persatuan demi menciptakan perdamaian lintas agama, budaya, dan bangsa.

Baca Juga:  Aturan Berubah, Larangan Mudik Berlaku Mulai 22 April Hingga 24 Mei 2021

Sementara itu, pendeta Hindu dari International Krishna Consciousness (ISKCON), Kavi Karnapura Das, mengingatkan bahwa pemimpin harus memberi teladan melalui tindakan. Ia menegaskan bahwa integritas merupakan syarat utama kepemimpinan etis, serta mendorong agar pendidikan karakter dan kepemimpinan yang melayani dimasukkan ke dalam sistem pendidikan untuk membentuk generasi pemimpin masa depan yang berprinsip.

Sejumlah pemimpin muda turut memberikan refleksi mereka mengenai pentingnya dialog lintas agama dalam memperkuat solidaritas kawasan. Ketua GP PARMUSI, Kifah Gibraltar Bey, menilai forum ini mampu memperdalam pemahaman antarnegara dan mendorong kolaborasi berkelanjutan. Dari Filipina, siswa Ilaya National High School, Jhune Arcy, dan perwakilan Urdaneta City University, Matthew, menyampaikan bahwa forum ini mengingatkan mereka akan pentingnya integritas dan nilai spiritual dalam kepemimpinan.

HWPL Filipina dan IPYG Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan ruang pembelajaran lintas agama melalui program rutin, termasuk Religious Peace Academy (RPA), guna memberdayakan generasi muda menjadi pemimpin yang beretika dan berorientasi pada perdamaian.

Berita Terkait

Gelar Pengabdian Masyarakat, Kolaborasi Internasional, Keperawatan ULM dan UTM
HWPL Selenggarakan Wisuda Guru Pendidikan Perdamaian di Lesotho
Kamp Pendidikan Perdamaian Agama Digelar di Phnom Penh, Kamboja
HWPL Menggelar Workshop Internasional Jurnalisme Perdamaian
Ke Mana Umat Manusia Harus Menuju?, Peringatan 10 Tahun Proklamasi DPCW
Di Tengah Krisis Global, Indonesia Online Media Forum 2026 Dorong Jurnalisme Berorientasi Kemanusiaan
Koalisi Masyarakat Sipil Korea Selatan Peringatkan Bahaya Stigmatisasi Agama oleh Negara
LPTNU Jajaki Kerja Sama Strategis Akademik dan Keagamaan dengan Pusat Kajian Imam Bukhari Uzbekistan
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 02:32 WITA

Pelantikan Dewan Direksi LPPOM Kalsel. Rektor UNUKASE Turut Hadiri Acara

Senin, 15 Juni 2026 - 22:56 WITA

Dosen Keperawatan ULM Latih Orang Tua Pasien Leukemia Anak Terapkan Bubble Therapy di RSUD Ulin, Apa Itu?

Sabtu, 23 Mei 2026 - 12:02 WITA

Diskusi Pengembangan Kampus, Rektor UNUKASE Sambut Kehadiran Pimpinan LPTNU dalam

Minggu, 17 Mei 2026 - 22:36 WITA

Peringati HUT ALRI ke-77, Rest Area UNUKASE Jadi Titik Persinggahan Pesepeda Onthel

Kamis, 14 Mei 2026 - 19:35 WITA

Best Content Creator, Mahasiswi Akuntansi UNUKASE Raih Prestasi Nasional

Kamis, 7 Mei 2026 - 13:41 WITA

Rakorwil JAPNAS Kalsel Dorong Sinergi Bisnis dan Penguatan Organisasi

Minggu, 3 Mei 2026 - 01:14 WITA

Upacara Penuh Khidmat hingga Kebersamaan Tanpa Sekat Mewarnai Hardiknas 2026 di UNUKASE

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:57 WITA

UNUKASE Buka Akses Global bagi Mahasiswa dan Dosen Melalui Kerja Sama dengan INTI Malaysia

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x