Kotabaru – Tim Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan (UNUKASE) melakukan kunjungan silaturahmi sekaligus sosialisasi ke Kantor Inspektorat Kabupaten Kotabaru pada Senin (9/2/2026).
Tim PMB UNUKASE menghadiri kunjungan tersebut sebagai bagian dari sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru Gelombang I Tahun Akademik 2026. Rombongan terdiri atas Dosen Akuntansi Nova Abriano, S.E., M.M., Kepala Bagian Humas dan Kerja Sama Muhdi, S.E., M.M., serta mahasiswi UNUKASE.
Kepala Inspektorat Kabupaten Kotabaru, H. Ahmad Fitriadi F., S.H., M.Hum., CGRE, CGCAE, menyambut langsung kedatangan Tim PMB UNUKASE.
UNUKASE menjadwalkan kegiatan sosialisasi PMB Gelombang I sejak 1 Februari hingga 2 Mei 2026. Dalam pertemuan tersebut, Tim PMB memaparkan visi, misi, serta program pendidikan unggulan yang dimiliki UNUKASE.
UNUKASE menaungi tiga fakultas, yaitu Fakultas Sains, Teknologi, dan Kesehatan (FSTK). Selain itu, UNUKASE juga memiliki Fakultas Ekonomi dan Sosial Humaniora (FESH). UNUKASE turut mengembangkan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).
Melalui FSTK, UNUKASE membuka Program Studi Teknik Sipil, Teknik Arsitektur, Teknik Informatika, Farmasi, serta Perencanaan Wilayah dan Kota. Melalui FESH, UNUKASE menawarkan Program Studi Akuntansi dan Agribisnis. Sementara itu, FKIP menyelenggarakan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Pendidikan Matematika, dan Pendidikan Bahasa Inggris.
Tim PMB UNUKASE juga menyampaikan prestasi mahasiswa asal Kabupaten Kotabaru yang menempuh pendidikan di UNUKASE.
Mahasiswa atas nama Abdi Suryani berhasil meraih medali emas cabang Para-Menembak pada Peparprov V Kalimantan Selatan Tahun 2025.
Kepala Inspektorat Kabupaten Kotabaru menyampaikan apresiasi atas prestasi mahasiswa UNUKASE yang mampu mengharumkan daerah di tingkat provinsi
“Mahasiswa berprestasi ini merupakan aset daerah karena mampu mengharumkan nama Kabupaten Kotabaru,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa mahasiswa UNUKASE yang berprestasi tetapi belum memperoleh Beasiswa KIP Kuliah akibat keterbatasan kuota tetap memiliki peluang mendapatkan dukungan pendidikan. Oleh karena itu, ia mendorong mahasiswa tersebut untuk mengajukan Beasiswa Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) sebagai alternatif pembiayaan pendidikan.















