Banjarbaru –Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan (UNUKASE), Dr. Ir. H. Abrani Sulaiman, M.Sc., turut berpartisipasi aktif dalam Musyawarah Kerja Daerah I (Mukerda I) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Selatan dan Dialog Kebangsaan Tahun 2026. Acara tersebut berlangsung di Hotel Grand Qin Banjarbaru, 14–16 Juni 2026.
Dalam kapasitasnya sebagai Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI Kalimantan Selatan, Dr. Abrani membersamai seluruh rangkaian kegiatan. Kegiatan ini mengusung tema “Memperkuat Soliditas Kebangsaan di Era Ketidakpastian.” Selain itu, kegiatan ini menjadi forum strategis bagi para ulama, pemerintah, akademisi, dan berbagai elemen masyarakat dalam merumuskan langkah bersama menghadapi tantangan kebangsaan dan pembangunan daerah.
Dr. Abrani menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada MUI Kalimantan Selatan atas suksesnya penyelenggaraan Mukerda I. Serta, Dialog Kebangsaan yang menghasilkan sejumlah rekomendasi penting dan produktif.
“Kami mengucapkan selamat dan penghargaan kepada MUI Kalimantan Selatan atas suksesnya pelaksanaan Mukerda I dan Dialog Kebangsaan 2026. Berbagai rekomendasi yang dihasilkan, khususnya terkait ketahanan pangan, pengelolaan sumber daya alam Kalimantan Selatan yang berkelanjutan, serta peningkatan kesejahteraan umat, merupakan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan bangsa,” ujar Dr. Abrani.
Wakil Ketua Umum MUI Pusat, KH Marsudi Syuhud membuka acara secara resmi. Selain itu, hadirnya Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq, sebagai narasumber utama dalam sesi Dialog Kebangsaan.
Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Adi Santoso membaca sambutan tertulis Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin. Menyampaikan bahwa MUI memiliki peran strategis dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), memperkuat persatuan umat, serta membangun harmoni kehidupan beragama di tengah masyarakat.
Menurutnya, di era keterbukaan informasi saat ini, masyarakat menghadapi berbagai tantangan digital. Seperti penyebaran fitnah, ujaran kebencian, paham pemecah belah, hingga isu intoleransi. Karena itu, Dialog Kebangsaan menjadi ruang penting untuk memperkuat kesadaran kolektif dan menjaga persatuan bangsa.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi menghadapi berbagai persoalan daerah. Seperti peningkatan kualitas pendidikan, penanganan stunting, pemberantasan narkotika, pengurangan kemiskinan dan pengangguran, hingga pelestarian lingkungan hidup.
Sementara itu, Ketua Umum MUI Kalimantan Selatan, KH Ahmad Syairazi, menegaskan komitmen MUI dalam menjaga kerukunan antarumat beragama. Ia menyampaikan bahwa MUI terus membuka ruang silaturahmi dan dialog dengan seluruh elemen masyarakat sebagai wujud semangat persaudaraan dan kebersamaan.
Melalui Mukerda I dan Dialog Kebangsaan 2026 ini, MUI Kalimantan Selatan diharapkan mampu melahirkan program-program kerja yang tidak hanya berfokus pada pembinaan umat. Tetapi juga memberikan solusi konkret terhadap berbagai tantangan sosial, ekonomi, dan kebangsaan yang dihadapi masyarakat.
Keikutsertaan Rektor UNUKASE dalam forum strategis ini menunjukkan komitmen perguruan tinggi dalam mendukung penguatan nilai-nilai kebangsaan, pembangunan berkelanjutan, serta sinergi antara ulama, akademisi, dan pemerintah demi kemajuan Kalimantan Selatan dan Indonesia.















