Ners Muda ULM Dorong Kemandirian Kesehatan Warga Lewat Program SANGRAI di Sungai Asam

- Penulis

Rabu, 18 Februari 2026 - 20:25 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa Profesi Ners FKIK ULM saat menyerahkan bibit serai dan media edukasi kepada warga RT 01–03 Desa Sungai Asam, Kecamatan Karang Intan, dalam program SANGRAI (Atasi Maag dengan Serai), Jumat (13/02/2026).

Mahasiswa Profesi Ners FKIK ULM saat menyerahkan bibit serai dan media edukasi kepada warga RT 01–03 Desa Sungai Asam, Kecamatan Karang Intan, dalam program SANGRAI (Atasi Maag dengan Serai), Jumat (13/02/2026).

Banjar – Upaya membumikan pengobatan alami berbasis potensi lokal kembali digaungkan mahasiswa Program Pendidikan Profesi Ners Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Lambung Mangkurat (ULM). Melalui program Keperawatan Kesehatan Lahan Basah bertajuk SANGRAI (Atasi Maag dengan Serai), para ners muda turun langsung ke rumah warga RT 01–03 Desa Sungai Asam, Kecamatan Karang Intan, Jumat (13/02/2026).

Sebanyak 20 keluarga menjadi sasaran utama kegiatan pengabdian masyarakat tersebut. Program ini lahir dari keprihatinan atas masih tingginya keluhan penyakit maag di tengah masyarakat, serta belum optimalnya pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA), khususnya serai, sebagai terapi komplementer yang mudah dijangkau.

Dalam suasana yang hangat dan komunikatif, mahasiswa memulai kegiatan dengan memperkenalkan tujuan program sekaligus menggali pengalaman warga terkait keluhan lambung. Edukasi kemudian difokuskan pada pemahaman tentang gastritis (maag), kandungan alami serai, hingga cara pengolahan sederhana yang aman untuk membantu meredakan gejala.

Tak berhenti pada penyuluhan, tim juga membagikan selebaran edukasi serta bibit serai lengkap dengan media tanam. Langkah ini menjadi bentuk nyata pemberdayaan keluarga agar mampu memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber kesehatan mandiri, selaras dengan karakteristik lingkungan lahan basah.

Baca Juga:  H. Jamaluddin Siap Menjadi Calon Pembakal

Ketua pelaksana kegiatan menegaskan, SANGRAI bukan sekadar program penyuluhan, melainkan gerakan kecil menuju kemandirian kesehatan keluarga.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya tahu manfaatnya, tetapi juga terampil menanam dan memanfaatkannya secara berkelanjutan,” ujarnya.

Antusiasme warga terlihat dari interaksi aktif selama diskusi berlangsung. Sejumlah peserta bahkan berbagi pengalaman penggunaan ramuan tradisional dalam keluarga mereka. Respons positif ini menjadi indikator bahwa pendekatan promotif dan preventif berbasis potensi lokal masih relevan dan dibutuhkan.

Melalui program SANGRAI, mahasiswa Profesi Ners FKIK ULM menunjukkan bahwa pengabdian masyarakat tidak hanya berbicara tentang edukasi, tetapi juga membangun kesadaran kolektif untuk kembali memanfaatkan kekayaan alam sekitar. Dari pekarangan rumah, langkah kecil menjaga kesehatan pun dimulai.

Berita Terkait

PKKMB STIKes Intan Martapura 2026: SATU Langkah Membentuk Mahasiswa yang Tangguh dan Unggul
UNUKASE Berduka atas Wafatnya H. Rudy Ariffin, Tokoh yang Berjasa bagi Berdirinya Jejak Pendidikan NU di Kalimantan Selatan
PMI Kabupaten Banjar Distribusikan 2.500 Masker Gratis
Yudisium STIKes Intan Martapura, 79 Mahasiswa Resmi Menuntaskan Pendidikan
UAD Yogyakarta Kunjungi UNUKASE Bahas Pengembangan Kefarmasian
UNUKASE Peringati HUT ke-81 RI: Dari Semangat Kemerdekaan hingga Doa untuk Keluarga Besar Kampus
Energi Hijau dan Infrastruktur di Kalsel UNUKASE Gandeng Investor Indonesia–Tiongkok
UNUKASE Kembali Lolos Pendanaan Nasional, Prodi Agribisnis Kantongi Hibah Rp437 Juta

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 01:37 WITA

Bupati Andi Rudi Latif Buka Pelatihan Operator Trintin 2026, Gratis!

Minggu, 13 September 2026 - 13:29 WITA

Pemkab Tanah Bumbu Dorong Peningkatan SDM dan Tenaga Kerja Lokal Berdaya Saing

Minggu, 13 September 2026 - 13:21 WITA

Pemkab Tanah Bumbu Gelar Istighosah Hadapi Kemarau dan Karhutla

Minggu, 13 September 2026 - 13:16 WITA

Bupati Tanah Bumbu Dorong BLUD Berinovasi untuk Tingkatkan Pelayanan Publik

Minggu, 13 September 2026 - 13:11 WITA

Tanah Bumbu Tanam 1.000 Mangrove Peringati HUT ke-81 TNI

Minggu, 13 September 2026 - 13:05 WITA

Pemkab Tanah Bumbu Gelar Pelatihan Akses Permodalan bagi Usaha Mikro

Rabu, 9 September 2026 - 00:13 WITA

Bupati Andi Rudi Latif Dukung Perjuangan Luna dan Reyhan di Lomba Pantomim Nasional

Selasa, 8 September 2026 - 02:46 WITA

PKP Angkatan IV Resmi Ditutup, Bupati Tanah Bumbu Dorong Aparatur Berintegritas dan Responsif dalam Pelayanan Publik

Berita Terbaru

MUI Kalimantan Selatan, Bidang Kerukunan Umat Beragama menyelenggarakan diskusi bertema “Toleransi Di Era Cancel Culture dan Komentar Pedas”

Banjarmasin

Toleransi Di Era Cancel Culture dan Komentar Pedas

Kamis, 17 Sep 2026 - 11:09 WITA

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x