Banjar – Komitmen menghadirkan pelayanan kesehatan yang tak hanya kuratif, tetapi juga promotif dan preventif, terus digaungkan mahasiswa Profesi Ners. Hal itu kembali terlihat saat Ners Muda Kelompok E dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menggelar pendidikan kesehatan bertajuk “SEJUK JIWA” di Desa Sungai Asam, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Jumat (06/02/2026).
Kegiatan ini merupakan implementasi dari Mata Kuliah Praktik Profesi Keperawatan dan Kesehatan Lahan Basah, yang menekankan pentingnya pendekatan kontekstual sesuai karakteristik wilayah. Desa Sungai Asam yang berada di kawasan lahan basah dinilai memiliki dinamika sosial dan lingkungan yang turut memengaruhi kondisi psikologis masyarakat.
Sejumlah warga tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Turut hadir dan memberikan dukungan, Perawat dari Puskesmas Karang Intan 2 yang mengapresiasi langkah mahasiswa dalam mengangkat isu kesehatan jiwa di tingkat desa.
Dalam sesi edukasi, mahasiswa memaparkan materi dasar seputar depresi, ansietas, dan stres, lengkap dengan tanda-tanda serta cara penanganan awal yang bisa dilakukan secara mandiri.
Tak sekadar teori, peserta juga diajak mempraktikkan teknik relaksasi sederhana seperti teknik napas dalam dan hipnosis lima jari.
Pendekatan yang digunakan bersifat aplikatif. Warga tidak hanya mendengarkan, tetapi langsung mempraktikkan gerakan dan metode relaksasi yang diajarkan.
Suasana berlangsung hangat, penuh interaksi, dan semangat kebersamaan. Beberapa peserta bahkan mampu mengulang teknik tersebut secara mandiri di akhir sesi.
Salah satu warga mengungkapkan bahwa edukasi kesehatan mental sangat relevan bagi masyarakat desa.
Menurutnya, selama ini perhatian lebih banyak tertuju pada kesehatan fisik, padahal kesehatan jiwa juga memegang peranan penting dalam menjaga kualitas hidup, terlebih bagi masyarakat yang hidup di lingkungan lahan basah dengan tantangan tersendiri.
Melalui kegiatan “SEJUK JIWA”, mahasiswa berharap masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan mental, memahami gejala gangguan psikologis sejak dini, serta mampu menerapkan teknik relaksasi dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif peserta, mahasiswa turut membagikan bingkisan sederhana di akhir kegiatan.
Lebih dari sekadar agenda akademik, kegiatan ini menjadi bukti bahwa sentuhan edukasi yang tepat dapat menjadi langkah awal membangun masyarakat desa yang lebih sehat—baik raga maupun jiwa.















