Tim Program Kreativitas Mahasiswa 2025 Prodi Keperawatan ULM Ungkap Rahasia Daun Ambaratan: Antara Tradisi Banjar dan Manfaat Medis

- Penulis

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 09:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemanfaatan daun Ambaratan oleh masyarakat Banjar dipadukan dengan perawatan medis untuk mencegah amputasi akibat luka kaki diabetes

Pemanfaatan daun Ambaratan oleh masyarakat Banjar dipadukan dengan perawatan medis untuk mencegah amputasi akibat luka kaki diabetes

Banjarbaru – Indonesia menempati posisi kedua tertinggi di dunia setelah Tiongkok dalam jumlah penderita diabetes usia 20–79 tahun. Berdasarkan data IDF 2021, jumlah penderita diabetes di Indonesia mencapai 19,5 juta orang. Riskesdas 2023 mencatat prevalensi diabetes pada usia ≥15 tahun sebesar 2,2 persen. Angka tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Kalimantan Selatan menjadi salah satu daerah dengan tren kasus diabetes tertinggi di Indonesia. Pada tahun 2023, jumlah kasus diabetes di Kalimantan Selatan melonjak dari 15.930 menjadi 26.667 kasus. Kabupaten Banjar tercatat sebagai wilayah dengan kasus tertinggi, yakni mencapai 4.361 kasus. Studi awal di fasilitas kesehatan Banjarbaru pada 3 Oktober 2025 menunjukkan bahwa 60 persen amputasi terjadi akibat luka kaki diabetes yang terlambat ditangani.

“Sebagian besar pasien datang saat luka sudah parah. Padahal, amputasi bisa dicegah bila luka dirawat lebih dini dengan prinsip moist wound healing,” ujar Ns. Irfan Maulana, S.Kep., M.Kep. selaku salah seorang tenaga kesehatan.

Masyarakat Banjar secara turun-temurun menggunakan daun Ambaratan untuk mengobati berbagai jenis luka, termasuk luka diabetes. Mereka biasanya menguleknya atau menempelkannya langsung pada bagian luka sambil membacakan doa atau wirid. Jumlah helai daun yang digunakan sering dipilih ganjil sebagai simbol religius dan kepercayaan lokal.

Daun Ambaratan
Daun Ambaratan

Penelitian tim PKM RSH PRODI KEPERAWATAN FKIK ULM menemukan empat tema utama:

  1. Sistem Pengetahuan Lokal: 70% masyarakat menekankan dimensi spiritual (daun sebagai perantara, doa sebagai inti), 30% mengaitkan aspek ilmiah seperti sugesti dan endorfin.
  2. Praktik Budaya: 80% penggunaan daun selalu disertai doa/wirid, tanpa takaran baku.
  3. Persepsi dan Risiko: 65% menilai daun membantu kesembuhan, 25% menyadari risiko keterlambatan perawatan, 10% menggabungkan medis dan tradisi.
  4. Faktor Sosial-Ekonomi: 70% memilih daun karena murah, tersedia di pekarangan, dan menjadi keputusan keluarga.

“Ini media saja, ibaratnya perantara. Yang menyembuhkan tetap Allah,” ujar Pak Muhammad Hendra salah satu tokoh Ahli Pengobatan Tradisional.

Integrasi dengan Layanan Medis

Tenaga kesehatan mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dalam menggunakan daun Ambaratan tanpa pendampingan medis. Penggunaan daun tersebut secara langsung pada luka dapat menghambat kerja sel imun dan memperlambat pembentukan jaringan baru.Kini, sebagian warga mulai memadukan tradisi pengobatan dengan doa serta layanan medis modern.

Baca Juga:  Puskesmas dan Dosen ULM Kolaborasi Edukasi Pencegahan Diabetes Melalui CERDIK

Tokoh agama turut menegaskan pentingnya menggabungkan ikhtiar spiritual dengan upaya medis untuk hasil penyembuhan yang optimal.

“Jika luka makin parah, jangan dipaksakan. Segera ke rumah sakit. Islam melarang melemparkan diri ke kebinasaan,” kata Ibu Maisarah tokoh Ahli Agama.

Pesan untuk Masyarakat Banjar:

  1. Kenali luka sejak dini. Luka kecil pada penderita diabetes bisa berbahaya bila diabaikan.
  2. Jaga kadar gula darah. Pola makan manis yang berlebihan memperparah risiko luka.
  3. Gunakan layanan kesehatan. Jangan menunggu luka parah baru ke rumah sakit.
  4. Hormati budaya, selaraskan dengan medis.Daun Ambaratan tetap dapat dijadikan simbol doa dan ikhtiar dalam proses penyembuhan.

Kearifan lokal Banjar melalui penggunaan daun Ambaratan mencerminkan kekayaan budaya dan identitas masyarakat.

Selain itu, Tenaga kesehatan menegaskan bahwa perawatan medis tetap diperlukan untuk mencegah amputasi. Masyarakat diingatkan agar tidak hanya mengandalkan tradisi dalam mengobati luka kaki diabetes. Kolaborasi antara budaya, tenaga kesehatan, dan keluarga menjadi kunci utama dalam mencegah amputasi. Semua pihak diajak untuk menjaga kesehatan kaki agar tetap dapat melangkah tanpa kehilangan jati diri maupun masa depan.

Berita Terkait

Rektor UNUKASE Menyoroti Kolaborasi Penguatan SDM dan Investasi Daerah Pada Musrenbang RKPD 2027
Presiden Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat Nasional, Kunjungan Perdana ke Kalimantan Selatan
UNUKASE Kirim 12 Mahasiswa dalam Pendidikan Dasar Komando Menwa Suryanata 2025
Tokoh Muda Kalsel Maulana Nur Dorong Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional untuk Jenderal Soeharto
Kalsel Raih Peringkat Pertama Nasional dalam Ketahanan Pangan, Pemprov Tegaskan Komitmen Hadapi Tantangan Global
UNUKASE Mengapresiasi Usaha Mahasiswa di Ajang MTQMN 2025
UNUKASE dan Tim P4GN Perkuat Komitmen Bersama Perangi Narkoba di Lingkungan Kampus
Dua Mahasiswa UNUKASE Wakili Kampus di MTQ Mahasiswa Nasional XVIII 2025 Banjarbaru
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:53 WITA

Dinas Kominfo SP Tanah Bumbu Targetkan Seluruh Desa Bebas Blankspot

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:47 WITA

Pemkab Tanah Bumbu Gelar Workshop Peta Proses Bisnis 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:39 WITA

Pemkab Tanah Bumbu Matangkan Persiapan Pemberangkatan Haji 2026, Prioritaskan Pelayanan Lansia

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:33 WITA

Bupati Andi Rudi Latif Dorong Konsumsi Pangan Lokal Lewat Sosialisasi Menu B2SA di Batulicin

Selasa, 28 April 2026 - 19:39 WITA

Bupati Tanah Bumbu Meluncurkan Gerakan Aksi Pilah Sampah dan Program Ramah Lingkungan saat Peringatan Hari Jadi ke-23

Selasa, 28 April 2026 - 19:30 WITA

Ribuan Wisatawan Padati Pantai Pagatan, Puncak Pesona Budaya Mappanre Ri Tasi’e 2026 Dongkrak Ekonomi Warga Tanah Bumbu

Jumat, 24 April 2026 - 00:25 WITA

Tanah Bumbu Perkuat Tata Kelola Keuangan, Kolaborasi dengan BPK Jadi Kunci

Senin, 20 April 2026 - 14:22 WITA

Penampilan Lyric Band Jadi Sorotan di Mappanre Ri Tasi’e 2026

Berita Terbaru

Suasana Workshop Penyusunan Peta Proses Bisnis (Probis) Tahun 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu di Batulicin, Senin (27/04/2026).

Tanah Bumbu

Pemkab Tanah Bumbu Gelar Workshop Peta Proses Bisnis 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:47 WITA

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x