Ayam Kurang Matang, Puluhan Siswa Sukoharjo Keracunan MBG

- Penulis

Kamis, 23 Januari 2025 - 12:41 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (22/1).

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (22/1).

Jakarta Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diluncurkan untuk meningkatkan gizi anak-anak sekolah di Sukoharjo, Jawa Tengah, justru berujung insiden. Puluhan siswa Sekolah Dasar Negeri Dukuh 03 mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu makan siang, Kamis (16/1).

Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, mengonfirmasi bahwa kejadian ini disebabkan oleh kesalahan teknis dalam proses penyajian makanan, khususnya pada ayam yang kurang matang.

“Itu jelas-jelas kesalahan teknis. Ya, ada dalam proses masak yang kurang matang. Tapi sekarang sudah aman,” ujar Dadan saat ditemui di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/1).

Meski demikian, Dadan memastikan pihaknya tidak akan memberikan sanksi kepada orang yang memasak makanan tersebut.

“Enggak, itu bukan kesalahan dia juga. Jadi, ini sudah jadi evaluasi bersama dan alhamdulillah sekarang sudah lancar,” tambahnya.

Badan Gizi Nasional juga berjanji melakukan evaluasi menyeluruh untuk memperbaiki pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis, agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. Dadan mengaku telah turun langsung untuk mengawasi jalannya program di lapangan.

Melani, salah satu siswa yang menjadi korban, mengungkapkan bahwa menu makanan hari itu terdiri dari nasi putih, ayam tepung, tumis wortel tahu, buah naga, dan susu. Namun, ia menyebut ayam yang disajikan terasa aneh.

Baca Juga:  Bye-bye Nomor Bodong! Registrasi eSIM Kini Wajib Gunakan Wajah & Sidik Jari

“Ayamnya kayak sudah bau, berlendir. Yang lainnya enak, ayamnya doang yang enggak enak. Karena enggak tahu, saya tetap makan,” tutur Melani.

Puluhan siswa dilaporkan mengalami mual, muntah, dan pusing setelah menyantap makanan tersebut. Beruntung, kondisi para siswa segera ditangani oleh pihak sekolah dan tenaga medis setempat.

Insiden ini menjadi pembelajaran bagi pelaksanaan program makan bergizi di sekolah. Badan Gizi Nasional menegaskan komitmennya untuk terus memperbaiki sistem distribusi dan penyajian makanan agar lebih higienis dan aman.

“Program ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak. Ke depan, kami akan memastikan setiap tahap mulai dari pengolahan hingga penyajian dilakukan sesuai standar,” tegas Dadan.

Meskipun insiden ini sempat memunculkan kekhawatiran, program Makan Bergizi Gratis diharapkan dapat terus berjalan dengan perbaikan yang lebih baik, demi mendukung kesehatan dan tumbuh kembang anak-anak di seluruh Indonesia.

Berita Terkait

Perguruan Tinggi se-Kalimantan Berkumpul di IKN, UNUKASE Tekankan Kolaborasi dan SDM
Di Tengah Konflik Global, Indonesia Selenggarakan Doa Bersama Lintas Agama Demi Perdamaian
WARISAN NUKLIR DAN KRISIS IKLIM DI KEPULAUAN MARSHALL, KOALISI GLOBAL LINTAS BENUA BERSIDANG
Penguatan Daerah Jadi Fokus, APPMBGI Resmikan Kepengurusan Sejumlah Provinsi dan Kabupaten/Kota
Usai dari Balangan, Wakil Presiden Gibran Lanjutkan Peninjauan Banjir ke Kabupaten Banjar
Wakil Presiden Gibran Soroti Pemulihan Pendidikan Saat Meninjau Banjir Balangan
Tidak Hanya Soal Bansos, DPR Minta Program Pemulihan Peternak Dibuat Jangka Panjang
Di Hadapan PBNU, Rektor UNUKASE Beberkan Strategi Penguatan Pendidikan Tinggi NU

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 12:23 WITA

Muhammad Sulthon Firdaus dan Ghea Alisya Putri Terpilih Jadi Duta Kampus STIKES Intan Martapura 2026/2027

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:15 WITA

Ghea Putri Alisya dan Muhammad Rayhan Resmi Dinobatkan Sebagai Duta Prodi D3 Keperawatan STIKes Intan Martapura 2026.

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:13 WITA

Hima ARS Stikes Intan Martapura Gelar Grand Final Duta Program Studi Sarjana Administrasi Rumah Sakit

Senin, 16 Maret 2026 - 04:38 WITA

Galang Dana untuk Korban Kebakaran Pekauman, Mahasiswa STIKES Intan Martapura Turun ke Jalan

Selasa, 10 Maret 2026 - 20:31 WITA

Ramadan Penuh Kepedulian, Mahasiswa ARS STIKES Intan Martapura Bagikan Takjil kepada Masyarakat

Sabtu, 7 Maret 2026 - 23:24 WITA

Rayakan Hari PMR, PMI Kabupaten Banjar dan Forum PMR Bagikan 1.000 Takjil

Jumat, 6 Maret 2026 - 04:15 WITA

Pelantikan dan Serah Terima Kepengurusan Organisasi Mahasiswa STIKes Intan Martapura Periode 2026–2027

Senin, 24 November 2025 - 21:10 WITA

BEM STIKes Intan Martapura Raih Juara 3 Karnaval KTR, Ajak Masyarakat Hidup Sehat Tanpa Rokok

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x