Oleh : Uswatun Hasanah (Peserta LK II HMI Cabang Amuntai 2026)
OPINI – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu kebijakan publik yang dirancang pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, khususnya anak usia sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Program ini sebagai respons terhadap berbagai persoalan yang masih dihadapi Indonesia, seperti ketimpangan akses terhadap makanan bergizi, tingginya angka kekurangan gizi pada sebagian kelompok masyarakat, serta adanya kesenjangan kualitas kesehatan yang berdampak pada proses belajar dan produktivitas di masa depan.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan bentuk intervensi pemerintah yang bertujuan menyediakan makanan bergizi secara cuma-cuma kepada kelompok sasaran tertentu sesuai dengan standar kecukupan gizi yang telah ditetapkan.
Makanan yang diberikan tidak hanya berfungsi untuk mengurangi rasa lapar, tetapi juga memenuhi kebutuhan protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan tubuh untuk tumbuh dan berkembang secara optimal (Wahyudi & Cahyawati, 2026).
Program ini memiliki dimensi kesehatan, pendidikan, sosial, dan ekonomi secara bersamaan. program ini diharapkan mampu mengurangi risiko kekurangan gizi, anemia, dan stunting.
terpenuhinya kebutuhan gizi diharapkan dapat meningkatkan konsentrasi belajar, kehadiran peserta didik di sekolah, serta kualitas pembelajaran. dan ekonomi, program ini berpotensi mendorong perputaran ekonomi lokal apabila bahan pangan dipasok oleh petani, peternak, nelayan, dan pelaku usaha mikro di daerah.
Tidak semua keluarga memiliki kemampuan ekonomi untuk menyediakan makanan bergizi secara rutin bagi anak-anak mereka. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kesehatan, kemampuan belajar, hingga produktivitas seseorang ketika memasuki usia kerja.
Dalam jangka panjang, masalah gizi tidak hanya menjadi persoalan individu, tetapi juga berdampak terhadap kualitas sumber daya manusia dan daya saing bangsa. negara memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan kebijakan yang mampu mengurangi kesenjangan tersebut melalui mekanisme pelayanan publik yang lebih merata.
Kebutuhan terhadap program ini juga dipengaruhi oleh perubahan tantangan pembangunan. Pembangunan saat ini tidak lagi hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kualitas manusia yang tercermin melalui tingkat kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat.
Investasi pada pemenuhan gizi sejak usia dini dipandang sebagai langkah preventif yang lebih efektif dibandingkan penanganan berbagai masalah kesehatan ketika seseorang telah dewasa (Andita Ratih, 2025).
Biaya yang dikeluarkan pada masa sekarang dapat menghasilkan manfaat ekonomi dan sosial yang lebih besar pada masa mendatang. Perspektif inilah yang menjadi salah satu dasar mengapa Program Makan Bergizi Gratis sebagai investasi pembangunan manusia, meskipun memunculkan perdebatan mengenai besarnya kebutuhan anggaran negara.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya















