Program Makan Bergizi Gratis dalam Perspektif Kebiijakan Publik Menimbang Manfaat Sosial, Efektifitas Implementasi dan Risiko terhadap Ketahanan Fiskal Negara

- Penulis

Minggu, 26 Juli 2026 - 04:19 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Uswatun Hasanah (Peserta LK II HMI Cabang Amuntai 2026)

OPINI – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu kebijakan publik yang dirancang pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, khususnya anak usia sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Program ini sebagai respons terhadap berbagai persoalan yang masih dihadapi Indonesia, seperti ketimpangan akses terhadap makanan bergizi, tingginya angka kekurangan gizi pada sebagian kelompok masyarakat, serta adanya kesenjangan kualitas kesehatan yang berdampak pada proses belajar dan produktivitas di masa depan.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan bentuk intervensi pemerintah yang bertujuan menyediakan makanan bergizi secara cuma-cuma kepada kelompok sasaran tertentu sesuai dengan standar kecukupan gizi yang telah ditetapkan.

Makanan yang diberikan tidak hanya berfungsi untuk mengurangi rasa lapar, tetapi juga memenuhi kebutuhan protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan tubuh untuk tumbuh dan berkembang secara optimal (Wahyudi & Cahyawati, 2026).

Program ini memiliki dimensi kesehatan, pendidikan, sosial, dan ekonomi secara bersamaan. program ini diharapkan mampu mengurangi risiko kekurangan gizi, anemia, dan stunting.

terpenuhinya kebutuhan gizi diharapkan dapat meningkatkan konsentrasi belajar, kehadiran peserta didik di sekolah, serta kualitas pembelajaran. dan ekonomi, program ini berpotensi mendorong perputaran ekonomi lokal apabila bahan pangan dipasok oleh petani, peternak, nelayan, dan pelaku usaha mikro di daerah.

Baca Juga:  Ainul Mustofa : Peran HMI dalam Menyambut Indonesia Emas 2045

Tidak semua keluarga memiliki kemampuan ekonomi untuk menyediakan makanan bergizi secara rutin bagi anak-anak mereka. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kesehatan, kemampuan belajar, hingga produktivitas seseorang ketika memasuki usia kerja.

Dalam jangka panjang, masalah gizi tidak hanya menjadi persoalan individu, tetapi juga berdampak terhadap kualitas sumber daya manusia dan daya saing bangsa. negara memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan kebijakan yang mampu mengurangi kesenjangan tersebut melalui mekanisme pelayanan publik yang lebih merata.

Kebutuhan terhadap program ini juga dipengaruhi oleh perubahan tantangan pembangunan. Pembangunan saat ini tidak lagi hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kualitas manusia yang tercermin melalui tingkat kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat.

Investasi pada pemenuhan gizi sejak usia dini dipandang sebagai langkah preventif yang lebih efektif dibandingkan penanganan berbagai masalah kesehatan ketika seseorang telah dewasa (Andita Ratih, 2025).

Biaya yang dikeluarkan pada masa sekarang dapat menghasilkan manfaat ekonomi dan sosial yang lebih besar pada masa mendatang. Perspektif inilah yang menjadi salah satu dasar mengapa Program Makan Bergizi Gratis sebagai investasi pembangunan manusia, meskipun memunculkan perdebatan mengenai besarnya kebutuhan anggaran negara.

Berita Terkait

MBG di Hulu Sungai Utara: Upaya Cegah Stunting dan Tingkat Presentasi Belajar
MBG DAN ANGGARAN RAKSASA: SIAPA YANG SUNGGUH DIUNTUNGKAN?
Transformasi Gizi Nasional: Menakar Progres, Tantangan, dan Dampak Strategis Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Tengah Dinamika Kebijakan
Menakar Realitas Makan Bergizi Gratis di Bumi Agung: Antara Retorika Nasional dan Tantangan Lokal
MBG, Good Governance, dan Prioritas Pembangunan SDM Indonesia
MBG di Hulu Sungai Utara: Menakar Kebijakan, Anggaran, dan Dampaknya bagi Masyarakat
Tapin: Antara Tambang, Sawah, dan Masa Depan Warganya
KAPOLRI MENDAHULUI ATAU “MELAWAN” PRESIDEN?

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 15:50 WITA

UNUKASE Berduka atas Wafatnya H. Rudy Ariffin, Tokoh yang Berjasa bagi Berdirinya Jejak Pendidikan NU di Kalimantan Selatan

Selasa, 1 September 2026 - 12:44 WITA

Yudisium STIKes Intan Martapura, 79 Mahasiswa Resmi Menuntaskan Pendidikan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:52 WITA

UAD Yogyakarta Kunjungi UNUKASE Bahas Pengembangan Kefarmasian

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:10 WITA

UNUKASE Peringati HUT ke-81 RI: Dari Semangat Kemerdekaan hingga Doa untuk Keluarga Besar Kampus

Kamis, 30 Juli 2026 - 00:04 WITA

Energi Hijau dan Infrastruktur di Kalsel UNUKASE Gandeng Investor Indonesia–Tiongkok

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:48 WITA

UNUKASE Kembali Lolos Pendanaan Nasional, Prodi Agribisnis Kantongi Hibah Rp437 Juta

Senin, 13 Juli 2026 - 19:33 WITA

One Day Service UNUKASE Tuai Respons Positif, 27 Santri Langsung Jadi Calon Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 - 13:18 WITA

Workshop Wicara Publik, UNUKASE Bekali Mahasiswa Keterampilan Komunikasi dan Kepercayaan Diri

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x