Menakar Realitas Makan Bergizi Gratis di Bumi Agung: Antara Retorika Nasional dan Tantangan Lokal

- Penulis

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:30 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Yasyifa Alya Wardah Kader HMI Cabang Amuntai

OPINI – Kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan di tingkat nasional kini mulai mendarat di daerah-daerah, termasuk di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), dengan Amuntai sebagai pusat denyut nadinya. Sebagai program yang menyasar peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan penekanan angka stunting, MBG membawa angin segar sekaligus tanda tanya besar. Bagi masyarakat Amuntai, program ini tidak boleh hanya menjadi proyek seremonial yang habis di tataran anggaran, melainkan harus menyentuh akar persoalan riil di akar rumput.

Secara naratif, publik Amuntai menyambut baik ambisi besar ini. Daerah kita, yang didominasi oleh lanskap lahan basah dan rawa, memiliki karakteristik sosial-ekonomi yang unik. Potensi pangan lokal seperti ikan rawa (haruan, papuyu) dan iklim peternakan itik Alabio seharusnya menjadi pilar utama pasokan nutrisi program MBG di HSU. Mengintegrasikan program nasional dengan komoditas lokal bukan saja memenuhi target gizi anak-anak sekolah, tetapi juga menghidupkan urat nadi perekonomian para peternak dan nelayan lokal di Amuntai. Di sinilah letak idealisme kebijakan tersebut: dari rakyat, dikelola secara lokal, untuk masa depan generasi lokal.

Namun, jika kita menguliti realitas di lapangan, ada kecemasan publik yang tidak boleh diabaikan oleh para pengambil kebijakan. Tantangan terbesar Amuntai terletak pada infrastruktur logistik dan distribusi. Banyak sekolah di pelosok kecamatan, seperti di daerah Danau Panggang atau Paminggir, yang akses transportasinya sangat bergantung pada jalur perairan. Bagaimana pemerintah menjamin makanan yang dimasak di dapur umum tetap higienis, bergizi, dan tiba tepat waktu di meja belajar anak-anak di daerah terpencil? Tanpa manajemen logistik yang matang, program ini rentan terjebak dalam pemborosan anggaran dan salah sasaran.

Baca Juga:  MBG di Hulu Sungai Utara: Upaya Cegah Stunting dan Tingkat Presentasi Belajar

Selain itu, pengawasan publik menjadi harga mati. Masyarakat Amuntai tidak ingin mendengar cerita tentang menu makanan yang dipangkas kualitasnya demi keuntungan segelintir oknum. Transparansi pembentukan Badan Gizi Nasional di tingkat daerah hingga keterlibatan kelompok masyarakat (Pokmas) dalam memasak harus dipantau secara ketat. Di sinilah peran HMI sebagai organisasi kemahasiswaan dan insan akademis dituntut untuk hadir sebagai mitra kritis sekaligus pengawal kebijakan.

Kesimpulannya, Makan Bergizi Gratis di Amuntai adalah ujian bagi kepemimpinan daerah dan kesiapan birokrasi lokal. Program ini memiliki potensi besar untuk melompatkan kualitas SDM HSU menuju Indonesia Emas, asalkan dikelola dengan pendekatan berbasis kearifan lokal dan akuntabilitas yang tinggi. Publik Amuntai tidak butuh janji di atas kertas; mereka butuh komitmen nyata yang mengenyangkan perut anak-anak mereka dengan gizi terbaik, bukan sekadar janji manis politik yang menguap di tengah rawa.

Berita Terkait

MBG di Hulu Sungai Utara: Upaya Cegah Stunting dan Tingkat Presentasi Belajar
MBG DAN ANGGARAN RAKSASA: SIAPA YANG SUNGGUH DIUNTUNGKAN?
Program Makan Bergizi Gratis dalam Perspektif Kebiijakan Publik Menimbang Manfaat Sosial, Efektifitas Implementasi dan Risiko terhadap Ketahanan Fiskal Negara
Transformasi Gizi Nasional: Menakar Progres, Tantangan, dan Dampak Strategis Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Tengah Dinamika Kebijakan
MBG, Good Governance, dan Prioritas Pembangunan SDM Indonesia
MBG di Hulu Sungai Utara: Menakar Kebijakan, Anggaran, dan Dampaknya bagi Masyarakat
Tapin: Antara Tambang, Sawah, dan Masa Depan Warganya
KAPOLRI MENDAHULUI ATAU “MELAWAN” PRESIDEN?

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 15:50 WITA

UNUKASE Berduka atas Wafatnya H. Rudy Ariffin, Tokoh yang Berjasa bagi Berdirinya Jejak Pendidikan NU di Kalimantan Selatan

Selasa, 1 September 2026 - 12:44 WITA

Yudisium STIKes Intan Martapura, 79 Mahasiswa Resmi Menuntaskan Pendidikan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:52 WITA

UAD Yogyakarta Kunjungi UNUKASE Bahas Pengembangan Kefarmasian

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:10 WITA

UNUKASE Peringati HUT ke-81 RI: Dari Semangat Kemerdekaan hingga Doa untuk Keluarga Besar Kampus

Kamis, 30 Juli 2026 - 00:04 WITA

Energi Hijau dan Infrastruktur di Kalsel UNUKASE Gandeng Investor Indonesia–Tiongkok

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:48 WITA

UNUKASE Kembali Lolos Pendanaan Nasional, Prodi Agribisnis Kantongi Hibah Rp437 Juta

Senin, 13 Juli 2026 - 19:33 WITA

One Day Service UNUKASE Tuai Respons Positif, 27 Santri Langsung Jadi Calon Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 - 13:18 WITA

Workshop Wicara Publik, UNUKASE Bekali Mahasiswa Keterampilan Komunikasi dan Kepercayaan Diri

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x