Tanah Bumbu – Di balik gemerlap panggung hiburan Aksi Inovasi Tanbu 2026, tersimpan cerita lain tentang bergeraknya roda ekonomi masyarakat kecil. Event yang menjadi bagian dari peringatan HUT ke-23 Kabupaten Tanah Bumbu ini menghadirkan efek berantai bagi para pelaku usaha mikro.
Kepadatan pengunjung di Ruang Terbuka Publik Simpang Empat tak hanya menjadi indikator suksesnya acara, tetapi juga menjadi pemicu meningkatnya transaksi ekonomi di lapangan.
Para pedagang kaki lima (PKL) memanfaatkan momentum tersebut untuk meraih keuntungan lebih besar dari biasanya. Lonjakan pembeli terjadi sejak sore hingga malam hari, seiring membludaknya warga yang datang menikmati rangkaian kegiatan.
Suparman, penjual minuman segar, menjadi salah satu yang merasakan dampaknya. Ia mengaku harus bekerja lebih cepat karena tingginya permintaan.
“Pembeli datang terus, belum lama jualan sudah habis. Bahkan sempat kewalahan,” katanya, Sabtu (04/04/2026).
Ia menyebut, kondisi ini jarang terjadi saat hari normal. Biasanya, penjualan berlangsung lebih lambat ketika ia berjualan di kawasan Pelabuhan Batang.
Fenomena ini menunjukkan bahwa event berskala daerah mampu menciptakan ruang ekonomi sementara yang signifikan. Aktivitas masyarakat yang terpusat dalam satu lokasi mendorong peningkatan konsumsi secara langsung.
Bagi pelaku usaha kecil, momen seperti ini bukan sekadar peluang tambahan, melainkan sumber penghasilan yang sangat berarti. Perputaran uang yang terjadi selama acara berlangsung menjadi bukti nyata bahwa sektor informal ikut terdorong.
Harapan pun muncul dari para pedagang agar kegiatan serupa terus berlanjut. Selain memperkuat daya tarik daerah, agenda seperti ini dinilai mampu menjaga stabilitas ekonomi masyarakat kecil.
Aksi Inovasi Tanbu 2026 sendiri tidak hanya dirancang sebagai ajang hiburan, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam menggerakkan ekonomi berbasis kerakyatan.















