Tanah Bumbu – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu memperingati Hari Jadi ke-23 bertepatan dengan peringatan Hari Bumi 2026 dengan meluncurkan sejumlah program ramah lingkungan, Sabtu (25/04/2026), di Bandara Bersujud, Warung Aksi Merah Putih, Kecamatan Simpang Empat.
Momentum ini ditandai dengan pencanangan pilot project Gerakan Aksi Pilah Sampah sebagai langkah konkret menuju sistem pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan di Tanah Bumbu.
Program tersebut difokuskan pada lima kecamatan, yakni Simpang Empat, Kusan Hulu, Mantewe, Karang Bintang, dan Sungai Loban. Sementara itu, tujuh desa yang menjadi lokus percontohan meliputi Gunung Besar, Kupang Berkah Jaya, Wonorejo, Sidomulyo, Bulurejo, Batulicin Irigasi, serta Sari Mulya.
Selain gerakan pilah sampah, pemerintah daerah juga mendorong pengelolaan sampah mandiri di sektor usaha kuliner melalui pemanfaatan lubang biopori. Metode ini tidak hanya berfungsi sebagai resapan air, tetapi juga sebagai solusi pengolahan sampah organik yang lebih ramah lingkungan.
Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan pelatihan pembuatan sabun berbahan eco enzyme yang dipandu oleh Siti Fatimah dari Eduwisata Rawajati, sebagai upaya mendorong inovasi produk berbasis lingkungan di masyarakat.
Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, dalam sambutannya menegaskan bahwa perjalanan 23 tahun Tanah Bumbu merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat.
“Ke depan, arah pembangunan daerah 2025–2029 kita fokuskan pada peningkatan daya saing, kesejahteraan masyarakat, serta pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan,” ujarnya.
Bupati juga menyoroti tema global Hari Bumi tahun ini, yakni “Kekuatan Kita, Planet Kita”, yang mengajak masyarakat untuk lebih aktif menjaga kelestarian lingkungan.
Menurutnya, gerakan pilah sampah serta pelatihan produk ramah lingkungan menjadi langkah nyata dalam menekan pencemaran sekaligus mendorong lahirnya inovasi berbasis lingkungan.
“Semangat ini harus kita maknai sebagai dorongan untuk menggunakan sumber daya secara bijak, termasuk mendukung energi bersih dan berkelanjutan,” tegasnya.
Ia menambahkan, menjaga kelestarian bumi bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh masyarakat.
“Setiap langkah yang dilakukan secara konsisten akan memberikan dampak besar bagi keberlanjutan lingkungan,” pungkasnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Nor Andi Arina Wati Arsyad selaku Staf Khusus Kepala BPOM RI Bidang Kebijakan Pengawasan Sediaan Farmasi dan Pangan Olahan sekaligus Wakil Ketua Tim Aksi Percepatan Pembangunan Daerah. Hadir pula Ketua TP PKK Tanah Bumbu, Andi Irmayani Rudi Latif, serta sejumlah unsur terkait lainnya.















