BONGKAR !! Kasus Dugaan Bisnis PCR Dengan Serius

- Penulis

Minggu, 7 November 2021 - 07:15 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelitanusantara.netJakarta, Diungkapkan Ketua Koordinator BUMN Watch Naldy N Haroen SH MH, minta agar aparat penegak hukum dalam membongkar bisnis Polymerase Chain Reaction (PCR) yang ditengarai melibatkan sejumlah menteri tangani denga serius. Pada Minggu 07/11/2021.

“Saya meminta aparat hukum turun tangan untuk membongkar kasus ini dengan serius. Hukum harus ditegakkan secara adil,” kata Naldy kepada wartawan Sabtu 6 November 2021 dalam kutipan Bacakabar.com.

Ia pun, beri komen pernyataan staf khusus Menteri BUMN Erick Thohir, Arya Sinulingga yang menyebut Yayasan Adaro Bangun Negeri yang dipimpin Boy Sadikin (kakak Erick Thohir) memang memiliki saham sebesar 6 persen di PT Genomik Solidaritas Indonesia (GSI).

Hingga saat ini pengakuan Arya, PT GSI hanya menyediakan sekitar 2,5 persen dari total tes PCR di Indonesia yang sudah mencapai 28,4 juta.

“Pernyataan Arya adalah semacam pengakuan bahwa Erick memang terlibat dalam masalah PCR. Soal besar kecilnya saham atau besar kecilnya suatu proyek yang dikerjakan bukanlah menandakan tidak terlibatnya seorang pejabat dalam suatu perusahaan,” tambah Naldy.

Menurutnya, masyarakat tidak akan pernah tahu apa argument yang dilakukan perusahaan di balik bisnis itu.

“Yang jelas Erick sebagai menteri atau pejabat pemerintah dan sebagai regulator yang membuat regulasi tidak boleh terlibat sebagai operator baik lansung atau tidak langsung,” ungkap Naldy.

Lebih lanjut Naldy menjelaskan, alangkah naifnya jika ada keluarga pejabat atau menteri yang terlibat dalam bisnis PCR.

“Apalagi yang terlibat di perusahaan itu adalah saudara kandungnya sendiri. Tetap saja namanya KKN,” ucap Naldy.

Lebih lanjut dikatakannya Naldy, jadi pernyataan Arya tersebut sudah cukup sebagai bukti keterlibatan Erick dalam kasus PCR ini.

“Sudah cukup bagi presiden untuk memberhentikan Erick. Tidak usah orang-orang sekeliling Erick melakukan pembelaan lagi,” lanjutnya.

Naldy menegaskan, saat ini masyarakat Indonesia tidak bodoh. Persoalan Erick tidak mengurus yayasan Adaro lagi itu lain masalah.

“Yang jelas ada saudaranya yang terlibat disitu (bisnis PCR),” tegas Naldy.

Baca Juga:  Pesawat Komersial Hidrogen Pertama Akan Diterbangkan Dari Rotterdam Menuju London

Naldy pun mengumpamakan, apabila ada anak, saudara atau kerabat presiden Jokowi berbisnis sudah pasti masyarakat mengaitkan juga dengan jabatan yang di embannya.

Hal ini sama saja dengan yang dialami Erick Thohir. Dia belum tentu terbukti terlibat dalam hal ini. Namun ada saudara kandungnya yang main bisnis PCR ini.

“Itulah hukum masyarakat, tapi Alhamdulillah sampai saat ini presiden Jokowi tidak pernah kita mendengar adanya keterlibatan keluarganya yang terlibat dengan bisnis di pemerintahan,” tambahnya.

Dirinya menyebut, seharusnya menteri yang terlibat bisnis PCR baik langsung maupun tidak punya rasa malu.

“Seharusnya menteri punya rasa malu yang tinggi. Dan dia sebaiknya mengundurkan diri. Atau dipecat oleh presiden Jokowi,” pungkas Naldy Nazar Haroen.

Sebelumya, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menampik Erick terlibat dalam bisnis tes PCR.

Menurut Arya, PT Genomik Solidaritas Indonesia (GSI), perusahaan penyedia tes Covid-19 yang dikaitkan dengan Erick hingga saat ini hanya melakukan 700.000 tes PCR. Angka itu hanya sekitar 2,5 persen dari total tes PCR di Indonesia yang sudah mencapai 28,4 juta.

“Jadi kalau dikatakan bermain, kan lucu ya, 2,5 persen gitu. Kalau mencapai 30 persen atau 50 persen itu oke lah bisa dikatakan bahwa GSI ini ada bermain-main. Tapi hanya 2,5 persen,” ujar Arya kepada media.

Selain itu, sebagian saham GSI memang dipegang oleh Yayasan Adaro Bangun Negeri sebesar 6 persen. Adapun Yayasan Adaro Bangun Negeri berkaitan dengan PT Adaro Energy Tbk (Adaro), perusahaan yang dipimpin oleh Boy Thohir, saudara Erick Thohir.

“Yayasan kemanusiaan Adaronya hanya 6 persen (kepemilikan saham). Jadi bisa dikatakan yayasan kemanusiaan Adaro ini sangat minim berperan di tes PCR,” kata dia.

Arya menyebut, jika Erick sendiri sudah tidak aktif di Yayasan Adaro Bangun Negeri sejak diangkat menjadi Menteri BUMN.

(red)/ Rozaq.

Berita Terkait

Perguruan Tinggi se-Kalimantan Berkumpul di IKN, UNUKASE Tekankan Kolaborasi dan SDM
Di Tengah Konflik Global, Indonesia Selenggarakan Doa Bersama Lintas Agama Demi Perdamaian
WARISAN NUKLIR DAN KRISIS IKLIM DI KEPULAUAN MARSHALL, KOALISI GLOBAL LINTAS BENUA BERSIDANG
Penguatan Daerah Jadi Fokus, APPMBGI Resmikan Kepengurusan Sejumlah Provinsi dan Kabupaten/Kota
Usai dari Balangan, Wakil Presiden Gibran Lanjutkan Peninjauan Banjir ke Kabupaten Banjar
Wakil Presiden Gibran Soroti Pemulihan Pendidikan Saat Meninjau Banjir Balangan
Tidak Hanya Soal Bansos, DPR Minta Program Pemulihan Peternak Dibuat Jangka Panjang
Di Hadapan PBNU, Rektor UNUKASE Beberkan Strategi Penguatan Pendidikan Tinggi NU

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 23:22 WITA

33 Gerai Koperasi Merah Putih di Tanah Laut Siap Beroperasi, Pemkab Matangkan Sarana dan SDM

Sabtu, 18 Juli 2026 - 03:36 WITA

Reses DPRD Tanah Bumbu, I Wayan Sudarma Serap Aspirasi Warga Desa Wanasari

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:55 WITA

Pemkab Tanah Bumbu Dorong Digitalisasi Koperasi Lewat Bimtek bagi Pengurus dan Pengelola

Jumat, 17 Juli 2026 - 03:28 WITA

Bapemperda DPRD Tanah Bumbu Bahas Revisi Perda BPD, Perkuat Kepastian Hukum dan Tata Kelola Desa

Rabu, 15 Juli 2026 - 16:58 WITA

Pemkab Tanah Bumbu Lepas 300 Mahasiswa ULM untuk KKN Tematik Lingkungan Hidup

Rabu, 15 Juli 2026 - 16:53 WITA

Bangun SDM Pelaku Sosial, Dinsos Tanah Bumbu Gelar Bimtek PSKS Tahun 2026

Rabu, 15 Juli 2026 - 16:48 WITA

Bupati Andi Rudi Latif Buka Aksi Sinergitas Merah Putih di Kecamatan Satui

Rabu, 15 Juli 2026 - 16:42 WITA

BPBD Tanah Bumbu Matangkan Strategi Pencegahan Karhutla Lewat Rapat Pusdalops-PB

Berita Terbaru

Memperingati Milad MUI ke 51, pengurus MUI Kalimantan Selatan, berziarah ke makam-makam mantan ketua MUI Kalimantan Selatan.

Kalimantan Selatan

Memperingati Milad MUI ke 51, Berguru Menyusuri Tapak Sejarah Kalsel

Sabtu, 18 Jul 2026 - 21:36 WITA

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x