Kalimantan Selatan – Memperingati Milad MUI ke 51, pengurus MUI Kalimantan Selatan, mengisinya dengan kegiatan ziarah ke makam-makam mantan ketua MUI Kalimantan Selatan.
Ziarah ini untuk mengenang jasa para tokoh yang sudah menyumbangkan waktu, tenaga, perhatian, pengetahuan dan segalanya, untuk kemajuan MUI dan kemaslahatan umat Islam. Karena itu, tema harlah ke 51 ini terpilih.
“Menyisir Sejarah dan Tokoh MUI, Menapak Tantangan Zaman”, kata Ketua Panlak Harlah MUI, IBG Dharma Putra.
Segenap pengurus MUI ingin membangun organisasi ini lebih baik lagi, namun mustahil bisa terlaksana, tanpa berpijak pada hal-hal baik yang sudah terbentuk dan para pendahulu telah mengupayakannya.
“Kami yakin, sudah banyak hal baik yang sudah dirintis para ketua MUI terdahulu, sampai beliau meninggal dunia.” Ucapnya.
Pengurus MUI ingin menghargai, mengapresiasi melalui kegiatan ziarah, sembari membuka lembaran sejarah tentang hal-hal apa yang sudah dilakukan tersebut dan kedepan dilanjutkan, serta disempurnakan untuk kemajuan MUI, kata Ma’ruf Koordinator rombongan ziarah.
Rangkaian ziarah, dilakukan sejak Jum’at, 17 Juli 2026, mendatangi makam KH Gt Abdul Muis, lalu ziarah ke makam KH. Dr. Aswadie Syukur. Lanjut Sabtu 18 Juli 2026, ziarah ke makam KH Ahmad Makkie di Birayang dan ditutup dengan ziarah ke makam KH Husin Naparin, di Kalahiyang, Paringin.
Di tiap kabupaten lokasi ziarah, rombongan MUI Kalsel juga disambut oleh MUI Kabupaten, untuk bersama-sama berziarah. Selain memanjatkan doa-doa, rombongan MUI terus menggali jejak sejarah, berbincang tentang perjalanan MUI sejak awal hingga sekarang. Dinamika organisasi dan keumatan, tentu saja menjadi satu kesatuan perjalanan MUI Kalsel.
Turut hadir dalam ziarah ke makam KH Ahmad Makkie dan KH Husin Nafarin, antara lain: Ma’rup, M. Saprianur, Abdul Munir Faqih, Fakhruddin, H. Teddy Suryana, dan beberapa pengurus lainnya.
Setelah berziarah ke makam KH Husin Naparin, di Kalahiyang, Paringin. Rombongan MUI Kalsel disambut dan dijamu ketua MUI Kalsel Guru Ahmad Syairazi di Pondok Pesantren Dalam Pagar (Dalpa), Jl Al-Falah, Kandangan, Hulu Sungai Selatan.
Di Dalpa, pengurus MUI Kalsel bersama Ketua Umum, Guru Ahmad Syairazi, berbincang santai, membicarakan persiapan malam puncak Harlah MUI ke 51 yang dirayakan pada 27 Juli 2026 di Pesantren Dalam Pagar Kandangan.
Dalam perbincangan bersama Ketua umum MUI, sejumlah pesan beliau titipkan kepada para pengurus agar perayaan puncak harlah lebih meriah, antara lain, segenap pengurus jangan kada datang di acara puncak harlah MUI ke 51, siapkan armada agar semuanya terakomodir dan bisa berangkat, buat list jumlah kehadiran untuk optimalkan persiapan. Belia juga berpesan dan mengingatkan Panlak, agar jangan lupa mengundang Gubernur dan Forkopimda, seluruh Bupati Walikota, serta seluruh ketum, sekum & bendum MUI Kab/Kota untuk turut berhadir dan pada acara tersebut MUI Kabupaten/Kota akan menerima penghargaan MUI Kalsel, Kata Abdul Munir Faqih, Pengurus MUI Kalsel yang turut hadir bersama rombongan lainnya.















