Tumbuh dalam Keterbatasan, Mahasiswa UNUKASE Abdi Suryani Harumkan Nama Kalsel Lewat Menembak

- Penulis

Senin, 4 Agustus 2025 - 07:09 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Abdi Suryani berpose di podium juara dengan medali emas yang diraihnya pada ajang Peparprov IV Kalimantan Selatan, di Hulu Sungai Selatan.

Abdi Suryani berpose di podium juara dengan medali emas yang diraihnya pada ajang Peparprov IV Kalimantan Selatan, di Hulu Sungai Selatan.

Banjarbaru – Sosok inspiratif kembali lahir dari Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan (UNUKASE). Abdi Suryani, mahasiswa semester empat Program Studi Agribisnis, berhasil mengharumkan nama Kalimantan Selatan lewat cabang olahraga menembak.

Abdi bukan berasal dari latar belakang yang mudah. Ia penerima beasiswa KIP Kuliah sejak 2023 dan tumbuh dalam keluarga kurang mampu di Desa Gunung Antasari, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu. Anak bungsu dari tiga bersaudara ini telah akrab dengan kerasnya hidup sejak kecil.

Saat usianya baru satu tahun, ia mengalami kecelakaan yang membuat tangan kirinya harus diamputasi. Kala itu, ia sedang digendong menggunakan jarik di atas sepeda motor. Kain yang mengikat tubuhnya tersangkut ke dalam rantai roda, menyebabkan luka parah yang tak bisa diselamatkan.

Meski kehilangan tangan di usia dini, Abdi tumbuh menjadi anak yang ceria dan pantang menyerah. Cobaan belum usai. Ketika duduk di bangku kelas 4 SD, ibunya meninggal dunia.

Sejak itu, sang ayah, seorang sopir truk sawit berjuang seorang diri. Tantenya mengasuh Abdi, dan sejak SMK, Abdi mulai bekerja di bengkel motor dengan sistem borongan untuk membiayai sekolahnya sendiri.

Titik terang datang saat ia mengenal olahraga menembak pada kelas XI. Tahun 2022, Abdi merebut juara I di ajang Pekan Paralympic Provinsi (Peparprov) IV Kalimantan Selatan di Hulu Sungai Selatan. Sejak itu, prestasinya terus menanjak.

Puncaknya terjadi di Peparnas XVII Solo 2024. Abdi merebut medali perak di nomor R4 – 10 meter Air Rifle Standing Mixed SH-2. Ia kalah tipis, hanya 0,9 poin dari atlet nasional asal Papua, Affni Ramadhan. Laga final yang berlangsung di Harris Hotel Solo itu menjadi momen bersejarah dalam kariernya.

Baca Juga:  HUT ke-80 RI, Bupati Andi Rudi Latif Bertindak Sebagai Inspektur Upacara

Dukungan Kampus dan Harapan Besar

Rektor UNUKASE, Dr. Ir. H. Abrani Sulaiman, M.Sc., menyempatkan hadir langsung mendukung Abdi saat latihan di NPC Archery Training Center Banjarbaru, Sabtu (2/8/2025). Ia menyebut Abdi sebagai contoh nyata bahwa keterbatasan bukanlah halangan.

“Abdi telah membuktikan bahwa semangat dan ketekunan bisa mengalahkan keterbatasan,” ujar Rektor Abrani, Sabtu (2/8/2025).

Pelatihnya, Gina Faritha, juga tak menutupi rasa bangganya.

“Abdi sempat mengalami penurunan fokus, tapi dia mampu bangkit. Kami yakin dia bisa menembus level dunia,” ucap Gina.

Tak hanya Abdi, Kalimantan Selatan juga bersinar lewat tiga atlet paralimpik lainnya: Mahyudi, Mulyani, dan Jannah, yang sama-sama menyumbang medali perak dalam ajang Seleksi Nasional (Seleknas).

Ketua NPCI Kalsel, Sumansyah, menyebut pencapaian ini sebagai tonggak baru bagi olahraga difabel di Banua.

“Ini bukti bahwa atlet difabel kita punya potensi besar. Harapannya, makin banyak yang tembus Pelatnas dan ajang internasional,” katanya.

Prestasi NPCI Kalsel memang tengah menanjak. Sebelumnya, dua atlet muda, Udri dan Nor Nazwa, juga sukses merebut medali emas pada World Abilitysport Games di Songkhla, Thailand.

Kisah Abdi Suryani bukan sekadar tentang kemenangan di arena. Ia mewujudkan cerita tentang keberanian, keteguhan hati, dan semangat tak kenal menyerah yang layak diteladani.

(Humas UNUKASE / mpd)

Berita Terkait

Wisuda STIKes Intan Martapura Tahun 2026, Lahirkan Lulusan Siap Berkontribusi bagi Dunia Kesehatan
Hadiri Wisuda STIKes Intan Martapura, Plt Kepala LLDIKTI XI Dorong Peningkatan Mutu dan Integritas Perguruan Tinggi
Riset Mahasiswa ULM Ungkap Paradoks Kesehatan Pekerja Prostitusi Daring: Sadar Risiko, Belum Konsisten Mencegah
Tim PKM-RSH ULM Ungkap Dampak Komunikasi Menyakitkan dalam Hubungan Pacaran Remaja
Semarak Merah Putih di PAUDIT Robbani Banjarbaru Warnai Kebersamaan dan Perkuat Silaturahmi Orang Tua, Guru, dan Anak
Gandeng Ibu-Ibu Kader Kelurahan Cempaka, Tim Dosen Manfaatkan Potensi Ikan Lokal Lewat Dana Kemdiktisaintek dalam Pencegahan Stunting
UNUKASE Bersama Ponpes Darul Ilmi, Dorong Santri Lanjut Kuliah dan Kuasai Profesi Strategis
UNUKASE Perkuat Sinergi dengan Pondok Pesantren Walisongo, Dorong Santri Lanjut ke Perguruan Tinggi
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 00:06 WITA

Mahasiswa Profesi Ners ULM Angkatan 26 Gelar SALANG PEKA, Wujud Nyata Kolaborasi Lintas Sektor Dorong Desa Sungai Alang Bebas NAPZA

Selasa, 22 September 2026 - 21:22 WITA

Mahasiswa Profesi Ners ULM Angkatan 26 Gelar LANDAS dan CEKATAN SEHAT, Dorong Masyarakat Desa Sungai Landas Atasi Hipertensi

Minggu, 20 September 2026 - 23:49 WITA

PKKMB UNUKASE 2026, Rektor Tekankan Kampus Tanpa Bullying

Sabtu, 19 September 2026 - 18:05 WITA

LKMM 2026 STIKes Intan Martapura: 127 Mahasiswa Ditempa Jadi Pemimpin Muda yang SAKTI

Rabu, 9 September 2026 - 17:34 WITA

PKKMB STIKes Intan Martapura 2026: SATU Langkah Membentuk Mahasiswa yang Tangguh dan Unggul

Senin, 7 September 2026 - 15:50 WITA

UNUKASE Berduka atas Wafatnya H. Rudy Ariffin, Tokoh yang Berjasa bagi Berdirinya Jejak Pendidikan NU di Kalimantan Selatan

Sabtu, 5 September 2026 - 19:10 WITA

PMI Kabupaten Banjar Distribusikan 2.500 Masker Gratis

Selasa, 1 September 2026 - 12:44 WITA

Yudisium STIKes Intan Martapura, 79 Mahasiswa Resmi Menuntaskan Pendidikan

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x