Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diluncurkan untuk meningkatkan gizi anak-anak sekolah di Sukoharjo, Jawa Tengah, justru berujung insiden. Puluhan siswa Sekolah Dasar Negeri Dukuh 03 mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu makan siang, Kamis (16/1).
Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, mengonfirmasi bahwa kejadian ini disebabkan oleh kesalahan teknis dalam proses penyajian makanan, khususnya pada ayam yang kurang matang.
“Itu jelas-jelas kesalahan teknis. Ya, ada dalam proses masak yang kurang matang. Tapi sekarang sudah aman,” ujar Dadan saat ditemui di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/1).
Meski demikian, Dadan memastikan pihaknya tidak akan memberikan sanksi kepada orang yang memasak makanan tersebut.
“Enggak, itu bukan kesalahan dia juga. Jadi, ini sudah jadi evaluasi bersama dan alhamdulillah sekarang sudah lancar,” tambahnya.
Badan Gizi Nasional juga berjanji melakukan evaluasi menyeluruh untuk memperbaiki pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis, agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. Dadan mengaku telah turun langsung untuk mengawasi jalannya program di lapangan.
Melani, salah satu siswa yang menjadi korban, mengungkapkan bahwa menu makanan hari itu terdiri dari nasi putih, ayam tepung, tumis wortel tahu, buah naga, dan susu. Namun, ia menyebut ayam yang disajikan terasa aneh.
“Ayamnya kayak sudah bau, berlendir. Yang lainnya enak, ayamnya doang yang enggak enak. Karena enggak tahu, saya tetap makan,” tutur Melani.
Puluhan siswa dilaporkan mengalami mual, muntah, dan pusing setelah menyantap makanan tersebut. Beruntung, kondisi para siswa segera ditangani oleh pihak sekolah dan tenaga medis setempat.
Insiden ini menjadi pembelajaran bagi pelaksanaan program makan bergizi di sekolah. Badan Gizi Nasional menegaskan komitmennya untuk terus memperbaiki sistem distribusi dan penyajian makanan agar lebih higienis dan aman.
“Program ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak. Ke depan, kami akan memastikan setiap tahap mulai dari pengolahan hingga penyajian dilakukan sesuai standar,” tegas Dadan.
Meskipun insiden ini sempat memunculkan kekhawatiran, program Makan Bergizi Gratis diharapkan dapat terus berjalan dengan perbaikan yang lebih baik, demi mendukung kesehatan dan tumbuh kembang anak-anak di seluruh Indonesia.















