Pentingnya Asupan Vitamin A: Poltekkes Kemenkes Banjarmasin Berikan Pelatihan dan Pendampingan Ibu Balita dan Kader

- Penulis

Senin, 11 November 2024 - 13:05 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banjarbaru – Tim Pengabdian Masyarakat dari Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin yang terdiri dari gabungan dari dosen (Rahmani, STP., MP., Fathurrahman, SKM., M.Kes, dan Sajiman, SKM., M.Gizi) dan mahasiswa-mahasiswa Poltekkes Kemenkes Banjarmasin Jurusan Gizi memberikan pelatihan dan pendampingan Ibu Balita dan kader tentang pentingnya asupan vitamin A dan pembuatan makanan berbasis Vitamin A di desa Antasan Senor Kecamatan Marapura Timur Kabupaten Banjar, Selasa (06/08/2024).

Tujuannya agar dapat membantu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu balita dan para kader dalam membuat makanan lokal berbasis vitamin A sebagai upaya pencegahan dan deteksi dini timbulnya masalah kekurangan vitamin A pada balita.

Telah kita ketahui bersama, bahwa Indonesia saat ini menghadapi setidaknya 5 masalah gizi yang dipicu berbagai faktor dalam kehidupan masyarakat. Kelima masalah gzi tersebut adalah Kurang Energi Protein (KEP), Kurang Vitamin A (KVA), Gangguan akibat kekurangan Yodium (GAKY), Anemia Gizi Besi (AGB), gizi berlebih (OBESITAS).

Penyebab masalah gizi di Indonesia secara langsung dipengaruhi oleh tidak cukupnya asupan zat gizi dan penyakit infeksi. Adapun penyebab secara tidak langsung, antara lain jangkauan dan kualitas pelayanan kesehatan, pola asuh yang tidak memadai, rendahnya ketahanan pangan tingkat rumah tangga, kemiskinan, pengangguran, serta dampak sosial budaya dan politik.

Menurut Rahmani STP., MP (dosen Jurusan Gizi Poltekkes Banjarmasin), bahwa KVA pada anak biasanya terjadi pada anak yang menderita Kurang Energi Protein (KEP) atau Gizi buruk sebagai akibat asupan zat gizi sangat kurang, termasuk zat gizi mikro dalam hal ini vitamin A.

Baca Juga:  Rektor UNUKASE Ikuti Peluncuran Beasiswa Cendekia Baznas 2024 di Jakarta

“Anak yang menderita KVA mudah sekali terserang infeksi seperti infeksi saluran pernafasan akut, campak, cacar air, diare dan infeksi lain karena daya tahan anak tersebut menurun. Kurangnya konsumsi makanan (< 80 % AKG) yang berkepanjangan akan menyebabkan anak menderita KVA” ungkap Rahmani.

“Sampai saat ini masalah KVA di Indonesia masih membutuhkan perhatian yang serius, termasuk di desa Antasan Senor Kecamatan Martapura Timur” tambah Rahmani.

Dari hasil evaluasi kegiatan, Alhamdulillah antusias para ibu – ibu balita di desa Antasan Senor sangat tinggi yang dapat dilihat dari kehadiran mereka mencapai 96% dan juga hal ini tidak terlepas dari peran serta ibu-ibu kader, Ibu-ibu PKK serta pelayanan Kesehatan setempat khususnya petugas gizi Puskesmas Martapura Timur yang sangat membantu dan mendukung terselenggaranya kegiatan Pengabdian Masyarakat ini.

Adapun harapan dari masyarakat setempat yang merupakan perwakilan dari para ibu-ibu balita dan ibu-ibu PKK desa Antasan Senor adalah semoga pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat seperti ini dapat berjalan berkesinambungan guna menambah wawasan dan pengetahuan meraka di bidang kesehatan, pangan dan gizi guna mencegah timbulnya masalah kesehatan dalam keluarga serta dapat mewujudkan manusia yang berkualitas baik dari segi Kesehatan, ekonomi maupun kemandirian pangan.

Berita Terkait

Semarak Merah Putih di PAUDIT Robbani Banjarbaru Warnai Kebersamaan dan Perkuat Silaturahmi Orang Tua, Guru, dan Anak
Gandeng Ibu-Ibu Kader Kelurahan Cempaka, Tim Dosen Manfaatkan Potensi Ikan Lokal Lewat Dana Kemdiktisaintek dalam Pencegahan Stunting
UNUKASE Bersama Ponpes Darul Ilmi, Dorong Santri Lanjut Kuliah dan Kuasai Profesi Strategis
UNUKASE Perkuat Sinergi dengan Pondok Pesantren Walisongo, Dorong Santri Lanjut ke Perguruan Tinggi
Inovasi Edukasi Kesehatan Berbasis “World Café”, Dosen dan Mahasiswa Keperawatan ULM Tingkatkan Peran Keluarga dalam Pencegahan Infeksi dan Manajemen Psikologis Keluarga
Ibu Hamil Wajib Tahu, FKIK ULM Bagikan Tips Menjaga Kesehatan Janin hingga Perawatan Bayi
Rektor UNUKASE Tegaskan Pentingnya Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan
Kuliah Pakar Transformasi Pelayanan Kesehatan Berbasis Evidence Based Practice Digelar Oleh STIKES Intan Martapura

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 18:27 WITA

Prof KH Asep Saifuddin Halim Lantik Pengurus JKSN Kalimantan Selatan, Syahruddin Resmi Menjabat Ketua

Sabtu, 11 Juli 2026 - 19:08 WITA

Mutu Pendidikan Diakui Nasional, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UNUKASE Raih Akreditasi “Baik Sekali” dari LAMDIK

Sabtu, 20 Juni 2026 - 18:09 WITA

Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UNUKASE Sukses Jalani Asesmen Lapangan LAMDIK

Kamis, 18 Juni 2026 - 02:32 WITA

Pelantikan Dewan Direksi LPPOM Kalsel. Rektor UNUKASE Turut Hadiri Acara

Senin, 15 Juni 2026 - 22:56 WITA

Dosen Keperawatan ULM Latih Orang Tua Pasien Leukemia Anak Terapkan Bubble Therapy di RSUD Ulin, Apa Itu?

Sabtu, 23 Mei 2026 - 12:02 WITA

Diskusi Pengembangan Kampus, Rektor UNUKASE Sambut Kehadiran Pimpinan LPTNU dalam

Minggu, 17 Mei 2026 - 22:36 WITA

Peringati HUT ALRI ke-77, Rest Area UNUKASE Jadi Titik Persinggahan Pesepeda Onthel

Kamis, 14 Mei 2026 - 19:35 WITA

Best Content Creator, Mahasiswi Akuntansi UNUKASE Raih Prestasi Nasional

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x