Banjar — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Program Studi Sarjana Administrasi Rumah Sakit STIKes Intan Martapura menggelar kegiatan edukasi lingkungan mengenai pemilahan sampah rumah tangga serta pengelolaan limbah bernilai ekonomis. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Desa Bunglai, Kamis (22/01/2026), pukul 10.00 WITA, dan diikuti oleh 17 orang warga.
Edukasi tersebut bertujuan menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memilah sampah sejak dari rumah sebagai langkah awal pengelolaan limbah yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Dalam pemaparannya, mahasiswa KKN menjelaskan klasifikasi sampah organik dan anorganik serta dampak negatif yang dapat timbul apabila sampah tidak dikelola secara tepat.
Pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi dua sesi utama. Sesi pertama diisi dengan pengenalan sekaligus praktik pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) menggunakan alat inovatif bertajuk “BERLIAN BUNGLAI” (Bersih Limbah Jadi Keuntungan). Alat ini dikembangkan sebagai solusi sederhana untuk mengolah sampah organik rumah tangga menjadi produk yang bermanfaat.
Pada sesi praktik, peserta mendapatkan penjelasan mengenai tahapan pembuatan POC, mulai dari penyiapan bahan, proses fermentasi, hingga teknik penggunaannya pada tanaman. Alat BERLIAN BUNGLAI dirancang dari bahan yang mudah diperoleh sehingga dapat diaplikasikan secara mandiri oleh masyarakat.
Sesi kedua difokuskan pada sosialisasi pembentukan Bank Sampah Bernilai Ekonomis sebagai bentuk pengelolaan sampah anorganik berbasis ekonomi sirkular. Warga diberikan pemahaman terkait sistem pengelolaan bank sampah, meliputi pemilahan, penimbangan, pencatatan, serta peluang nilai ekonomi dari sampah anorganik seperti botol plastik, kertas, dan kardus.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung interaktif melalui diskusi, tanya jawab, dan demonstrasi langsung. Antusiasme peserta terlihat saat mahasiswa memperlihatkan contoh POC yang telah jadi serta simulasi perhitungan potensi nilai ekonomi dari bank sampah.
Ketua PKK Desa Bunglai, Ibu Sarkiah, yang turut hadir sebagai peserta, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberikan wawasan baru yang bermanfaat. Menurutnya, materi yang disampaikan mudah dipahami dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami sekarang memahami cara memilah sampah dan mengolah sampah organik menjadi pupuk cair yang berguna,” tuturnya.
Di sisi lain, perwakilan mahasiswa KKN sekaligus penanggung jawab kegiatan, Muhammad Alfiandy Hermawan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kontribusi mahasiswa dalam mendorong pengelolaan lingkungan berbasis partisipasi masyarakat.
“Kami berharap masyarakat dapat mulai mengelola sampah dari rumah tangga, baik melalui pemilahan, pembuatan pupuk organik cair, maupun pengelolaan bank sampah yang memiliki nilai ekonomis,” jelasnya.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama serta pembagian suvenir kepada warga sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung kegiatan edukasi lingkungan tersebut.















