KHGT Dikritik karena Abaikan Rukyat Lokal, Ini Tanggapan Muhammadiyah

- Penulis

Rabu, 25 Juni 2025 - 01:45 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) menuai kritik karena dinilai abaikan rukyat lokal. Muhammadiyah menjawab dengan pendekatan astronomi dan matlak global. Foto : Ilustrasi

Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) menuai kritik karena dinilai abaikan rukyat lokal. Muhammadiyah menjawab dengan pendekatan astronomi dan matlak global. Foto : Ilustrasi

2. Elongasi dan Dinamika Langit

Elongasi, yakni jarak sudut antara matahari dan bulan berkembang seiring waktu pasca-konjungsi. Semakin besar elongasi, semakin besar pula kemungkinan hilal terlihat. QS. Yasin (36):40 menegaskan:

“Tidaklah matahari mendahului bulan, tidak pula malam mendahului siang. Masing-masing beredar pada porosnya.”

Artinya, hilal yang belum terlihat di satu tempat bisa jadi akan terlihat di wilayah lain karena rotasi bumi. Dalam pendekatan matlak global, jika hilal dapat dirukyat di satu wilayah, maka seluruh dunia Islam dapat mengikuti keputusan tersebut.

3. Pemahaman Geografis Para Fuqaha

Secara alami, kawasan barat lebih berpeluang melihat hilal karena waktu maghrib datang lebih lambat dan posisi bulan lebih tinggi. Para fuqaha klasik memahami ini. Salah satu prinsip mereka menyebutkan:

“Jika penduduk timur telah melihat hilal, maka keputusan itu berlaku juga bagi penduduk barat.”

Ini mencerminkan kesadaran akan keterkaitan geografis dan universalitas penetapan bulan baru dalam Islam. Prinsip ini juga mendasari pendekatan KHGT dalam menyatukan waktu ibadah secara global.

KHGT: Jalan Tengah antara Tradisi dan Ilmu Pengetahuan

KHGT tidak meninggalkan prinsip syariat, namun mengembangkan pendekatan yang memadukan nash dan realitas astronomi. Pemahaman bahwa hilal tetap sah meskipun belum tampak secara lokal adalah bagian dari redefinisi hilal dari semata-mata fenomena fisik menjadi realitas eksistensial-global.

Baca Juga:  Kehidupan Mewah Pengemis Ini Akan Membuat Anda Terkagum-kagum!

Dalam praktiknya, KHGT mengadopsi matlak global sebagai kerangka utama. Menolak matlak global berarti menutup peluang untuk memiliki satu sistem kalender Islam yang menyatukan umat.

Padahal, kalender semacam ini telah lama menjadi kebutuhan yang belum terwujud selama lebih dari 14 abad.

Konjungsi dan siklus sinodis bulan (yang rata-rata berlangsung 29,5 hari) pun menjadi dasar ilmiah KHGT. Ini selaras dengan sabda Nabi SAW bahwa bulan Hijriah terdiri dari 29 atau 30 hari. Maka, dari sisi nash dan sains, pendekatan ini memiliki pijakan kuat.

Meski memiliki dasar yang kokoh, Muhammadiyah tetap membuka ruang dialog dan kritik konstruktif terhadap KHGT. Penyempurnaan adalah bagian dari tradisi intelektual Islam, dan KHGT lahir bukan untuk memonopoli kebenaran, melainkan menjawab tantangan zaman secara inklusif dan argumentatif.

Sumber (muhammadiyah.or.id)

Editor : Haidar

Referensi : Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar, “Hilal di Bawah Ufuk dalam KHGT”, dalam OIF UMSU, https://oif.umsu.ac.id/2024/03/hilal-di-bawah-ufuk-dalam-khgt/

Berita Terkait

Konsep Awal Hari dalam KHGT, Mewujudkan Persatuan Umat Lewat Kalender Islam Global
Kalender Hijriah Global Tunggal, Inisiatif Muhammadiyah Satukan Umat Dunia
Buku The Satanic Verses: Karya yang Membuat Penulisnya Hidup dalam Pelarian
Kehidupan Mewah Pengemis Ini Akan Membuat Anda Terkagum-kagum!
Dampak Kesehatan Mental di Tempat Kerja: Kenali Penyebab dan Solusinya
Pesta Spesial Muhammad Andina Tonaratang RH yang Tak Terlupakan
Jejak Gelar Haji di Masa Kolonial Belanda: Dari Simbol Perlawanan hingga Identitas Sosial
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 14:30 WITA

Alumni Berpeluang Meraih Beasiswa S2 di Uzbekistan, UNUKASE Terima Delegasi IBISRC

Sabtu, 18 April 2026 - 22:43 WITA

Reuni Akbar Universitas PGRI Kalimantan, Nostalgia Serta Kebersamaan

Jumat, 3 April 2026 - 11:22 WITA

Pengukuhan Guru Besar di UNISKA MAB Banjarmasin, Rektor UNUKASE Hadiri Acara

Selasa, 17 Maret 2026 - 16:29 WITA

HIMATANSI Menggelar Bhakti Sosial dan Buka Puasa Bersama di Panti Asuhan Raudhatul Yatama

Selasa, 17 Maret 2026 - 00:14 WITA

Resmi Dilantik, Khairun Noor Tekankan Jabatan sebagai Amanah di Kemenag Tanah Bumbu

Senin, 16 Maret 2026 - 19:34 WITA

Kwarda Gerakan Pramuka Kalsel Laksanakan Kembali Rakerda 2026

Minggu, 15 Maret 2026 - 18:12 WITA

Keluarga Besar BKMT Kota Banjarmasin Mengadakan Buka bersama Untuk Pererat Silaturrahin Di Bulan Ramadhan.

Jumat, 13 Maret 2026 - 21:10 WITA

Pelantikan Pengurus BEM UNUKASE Periode 2025/2026

Berita Terbaru

Heavenly Culture World Peace Restoration of Light (HWPL) menyelenggarakan Workshop Internasional Jurnalisme Perdamaian

Internasional

HWPL Menggelar Workshop Internasional Jurnalisme Perdamaian

Kamis, 23 Apr 2026 - 22:17 WITA

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x