Banjarbaru – Mahasiswa Program Studi Administrasi Rumah Sakit (ARS) STIKes Intan Martapura melaksanakan aksi penghijauan dengan menanam 50 bibit pohon di kawasan Kebun Raya Banua, Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Kegiatan yang bertajuk Program Tanam Pohon (PROTAPO) ini menjadi wujud nyata kepedulian mahasiswa terhadap kelestarian lingkungan.
Kepala Seksi Pengembangan dan Pemanfaatan Kawasan Kebun Raya Banua, Herliani Sari, S.Psi., M.Pd., menyambut baik aksi mahasiswa tersebut. Ia menilai kegiatan ini memiliki nilai edukatif yang tinggi dan berkontribusi dalam menumbuhkan kesadaran ekologis generasi muda.
“Ini bukan hanya kegiatan tanam pohon biasa, tapi bagian dari proses pembelajaran lingkungan hidup yang penting bagi pembentukan karakter mahasiswa,” ujarnya usai kegiatan penanaman, Rabu 9 Juli 2025.
Ketua STIKes Intan Martapura, Hj. Zubaidah, SST., S.Kep., MPH., turut hadir dan menyampaikan apresiasinya. Ia menilai PROTAPO selaras dengan nilai-nilai yang dikembangkan kampus untuk membentuk mahasiswa yang peduli dan berjiwa sosial.
“Menanam pohon adalah bentuk investasi jangka panjang. Satu pohon yang ditanam hari ini, manfaatnya bisa dirasakan oleh banyak orang di masa mendatang,” tuturnya.
Ia mendorong agar kegiatan serupa terus berlanjut dan menginspirasi mahasiswa lain untuk terlibat aktif dalam kegiatan sosial maupun pelestarian lingkungan.
“Mahasiswa harus unggul dalam akademik, namun juga peka terhadap isu-isu sosial dan lingkungan. Inilah wujud dari pendidikan karakter yang holistik,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana PROTAPO, Sopia, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan inisiatif dari Himpunan Mahasiswa ARS yang berkolaborasi dengan Kebun Raya Banua dan Persemaian Liang Anggang sebagai mitra pelaksana dan penyedia bibit pohon.
“Melalui PROTAPO, kami belajar tidak hanya menanam, tapi juga bertanggung jawab untuk merawat pohon yang sudah ditanam. Ini adalah latihan kepedulian terhadap lingkungan secara berkelanjutan,” ucap Sopia.
Mahasiswa, dosen, dan perwakilan instansi menanam secara simbolis sebanyak 21 bibit pohon di area Kebun Raya Banua. Sementara itu, 29 bibit lainnya dititipkan di kantor Penelitian Kebun Raya Banua untuk dirawat hingga siap tanam.
Sopia menambahkan, aksi PROTAPO menjadi langkah kecil namun bermakna dalam mendukung pelestarian lingkungan sekaligus sebagai kontribusi mahasiswa terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan.









