Kam. Jan 15th, 2026

Barat dan Ukraina Desak Gencatan Senjata 30 Hari, Begini Respon Rusia

Barat dan Ukraina mendesak Rusia setujui gencatan senjata 30 hari, namun Kremlin menolak dan menuding Barat agresif.
Barat dan Ukraina mendesak Rusia setujui gencatan senjata 30 hari, namun Kremlin menolak dan menuding Barat agresif. Foto : Ilustrasi

Manca Negara – Sejumlah pemimpin Barat dan Ukraina Desak Volodymyr Zelensky mendesak Rusia menyetujui gencatan senjata penuh selama sebulan. Namun, Kremlin menolak mentah-mentah dan menuding Barat semakin agresif.

Putin Klaim Sudah Tawarkan Gencatan Senjata

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyebut Presiden Putin telah lebih dulu mengumumkan gencatan senjata selama tiga hari, tapi tidak mendapat tanggapan dari Kyiv.

“Sebenarnya, beberapa hari yang lalu, [Presiden Rusia Vladimir] Putin mengumumkan gencatan senjata selama tiga hari,” kata Peskov.

“Apakah Anda mendengar reaksi dari Kyiv? Tidak, kami juga tidak mendengarnya. Apakah Anda mendengar kritik terhadap Kyiv karena tidak dapat menanggapi atau tidak bersedia menanggapi? Tidak,” lanjut Peskov kepada CNN, Sabtu (10/5/25).

Pertemuan Puncak di Kyiv, Lebih dari 30 Negara Terlibat

Pemimpin Inggris, Prancis, Jerman, dan Polandia bertemu Zelensky di Kyiv. Lebih dari 30 negara berpartisipasi dalam  pertemuan tingkat tinggi di Kyiv pada Sabtu lalu.

Pertemuan tersebut juga melibatkan partisipasi virtual dari lebih dari 30 negara yang mendukung seruan gencatan senjata.

Zelensky: Jika Rusia Menolak, Sanksi Akan Diperberat

Setelah pertemuan tersebut, Zelensky menulis di X bahwa para peserta sepakat bahwa gencatan senjata penuh dan tanpa syarat harus dimulai pada hari Senin, 12 Mei waktu setempat, dan berlangsung setidaknya selama 30 hari.

“Bersama-sama, kami menuntut ini dari Rusia,” katanya.

Rusia Nilai Barat Barat dan Ukraina Desak Gencatan Senjata

Kremlin mengaku masih mempertimbangkan usulan gencatan senjata, tapi menilai negara-negara Eropa Barat kian bersikap permusuhan terhadap Rusia.

“Ya, tentu saja kami melihat bahwa Eropa sedang menghadapi kami. Kami merasakannya, kami mengetahuinya, dan kami cukup terbiasa dengan itu,” imbuh dia.

Kremlin Terbuka untuk Dialog, tapi Tolak Tekanan

Peskov menegaskan Rusia tetap membuka diri untuk negosiasi damai dan menghargai upaya mediasi AS, namun tidak akan tunduk pada tekanan eksternal.

Kami terbuka untuk dialog. Kami terbuka untuk upaya penyelesaian [konflik] di Ukraina,” katanya, sambil menyatakan penghargaan atas upaya mediasi yang dilakukan oleh pemerintahan Presiden AS Donald Trump.

“Namun pada saat yang sama, tidak ada gunanya mencoba menekan kami,” tegasnya.

Moskow Ragukan Motif Kyiv dalam Gencatan Senjata

Berbicara kepada ABC News pada hari Jumat, Peskov juga menekankan bahwa gencatan senjata apa pun akan membutuhkan penghentian pengiriman senjata dari Barat, dengan mengatakan, “Jika tidak, itu akan menguntungkan Ukraina.”

Sumber : SINDOnews.com 

Baca Juga:  Bak 'Neraka' Los Angeles: 10 Tewas, Ribuan Rumah Hancur

Berita Terkait

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x