Perjuangan Siswa di Sikka, 5 Jam Seberangi Laut demi Jaringan Internet, Ada yang Menangis Ketakutan

- Penulis

Selasa, 5 Oktober 2021 - 07:26 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelitanusantara.net – MAUMERE, Sebanyak 23 siswa-siswi kelas 8 SMPN Satap Sukun, Desa Semparong, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, NTT, terpaksa menempuh perjalanan laut selama lima jam demi mencari jaringan internet dan listrik.

Dengan menggunakan perahu motor sewaan, siswa-siswi yang ditemani salah seorang guru SMPN Satap Sukun bertolak dari pulau Semparong menuju Maumere, ibu kota Kabupaten Sikka.

Mereka berangkat ke Maumere untuk mengikuti Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) secara daring.

Sebab di SMPN Satap Sukun yang berada di pulau terluar Kabupaten Sikka itu tidak memiliki jaringan internet dan listrik.

Perjuangan seberangi laut, ada yang menangis Operator SMPN Satap Sukun, Nursadin Latif menuturkan, sebanyak 23 siswa sekolah itu akan mengikuti ANBK dengan menyewa fasilitas komputer dan internet milik SMK Negeri 1 Maumere, Selasa (5/10/2021).

Nursadin Latif mengungkapkan, untuk sampai di Maumere, mereka harus melewati perjalanan yang cukup menantang bahkan menegangkan. Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email Perahu motor yang mereka tumpangi kerap dihantam ombak besar. Ditambah pula risiko terpaan angin kencang. “Sebenarnya perjalanan ini sangat berisiko, apalagi dalam perjalanan banyak di antara siswa kami yang mabuk, muntah-muntah, dan ada juga yang menangis ketakutan karena hantaman ombak yang terus menerpa.

Baca Juga:  Penerimaan Murid Baru 2025: Sistem Baru Tanpa Zonasi dan Ujian

Namun, apalah daya, inilah satu-satunya pilihan kami agar siswa kami bisa mengikuti ANBK,” ungkap Nursadin saat dihubungi Kompas.com, Senin (4/10/2021). “Inilah kondisi yang kami alami di SMPN Satap Sukun. Serba terbatas,” sambung dia.

Menanti ketersediaan jaringan listrik

Ia menyebutkan, seluruh murid dan guru SMPN Satap Sukun sangat menginginkan jaringan internet dan listrik masuk ke daerah itu.

Sebab, zaman sekarang, keberadaan listrik dan internet sangat penting. “Zaman sekarang kan semua serba online. Itu tentu butuh jaringan internet dan listrik PLN,” ujarnya. Ia pun berharap ada perhatian dari pemerintah terhadap sekolah mereka, terutama mengenai ketersediaan jaringan internet dan listrik.

“Kami berharap semoga ada hati para pemangku kebijakan yang tersentuh dengan perjalanan kami ini. Begitu juga dengan nasib daerah kami khususnya SMPN Satap Sukun yang sejak berdirinya sampai saat ini tak pernah tersentuh jaringan telepon dan internet serta listrik negara,” pungkas Nursadin.

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Perjuangan Siswa di Sikka, 5 Jam Seberangi Laut demi Jaringan Internet, Ada yang Menangis Ketakutan”, Klik untuk baca: https://regional.kompas.com/read/2021/10/05/050500678/perjuangan-siswa-di-sikka-5-jam-seberangi-laut-demi-jaringan-internet-ada?page=2.
Penulis : Kontributor Maumere, Nansianus Taris
Editor : Pythag Kurniat

Berita Terkait

Di Tengah Konflik Global, Indonesia Selenggarakan Doa Bersama Lintas Agama Demi Perdamaian
WARISAN NUKLIR DAN KRISIS IKLIM DI KEPULAUAN MARSHALL, KOALISI GLOBAL LINTAS BENUA BERSIDANG
Penguatan Daerah Jadi Fokus, APPMBGI Resmikan Kepengurusan Sejumlah Provinsi dan Kabupaten/Kota
Usai dari Balangan, Wakil Presiden Gibran Lanjutkan Peninjauan Banjir ke Kabupaten Banjar
Wakil Presiden Gibran Soroti Pemulihan Pendidikan Saat Meninjau Banjir Balangan
Tidak Hanya Soal Bansos, DPR Minta Program Pemulihan Peternak Dibuat Jangka Panjang
Di Hadapan PBNU, Rektor UNUKASE Beberkan Strategi Penguatan Pendidikan Tinggi NU
SMSI Gaungkan Peran Media Siber dalam Menjaga Marwah Pers Nasional

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 19:15 WITA

DWP Tanah Bumbu Sosialisakan Cegah Anak Kecanduan Smartphone

Rabu, 3 Desember 2025 - 17:17 WITA

Peringatan HUT Tala ke-60, Bupati Rahmat Trianto Imbau Masyarakat dan Perusahaan Ucapkan Hari Jadi Tala dengan Bunga Hidup, Bukan Karangan

Sabtu, 11 Oktober 2025 - 22:38 WITA

Desa Sarimulya Meraih Predikat Terbaik dalam Adipura Lokal Tanah Bumbu 2025

Selasa, 1 Juli 2025 - 15:04 WITA

STIKES Intan Martapura Gelar Pelatihan BTCLS bagi Mahasiswa Keperawatan Semester Akhir

Jumat, 21 Maret 2025 - 19:56 WITA

Pererat Hubungan, UNUKASE Hadiri Buka Puasa Bersama Polda Kalsel

Senin, 10 Maret 2025 - 12:08 WITA

Pemkab Tanbu Alokasikan Rp64 Miliar Dukung Program MBG

Sabtu, 25 Januari 2025 - 04:10 WITA

Ahmad Muzani: IKN Akan Jadi Ibu Kota Politik pada 2028

Senin, 20 Januari 2025 - 10:45 WITA

Seminar Proposal UNUKASE: Merupakan Puncak dari Proses Akademik

Berita Terbaru

HWPL menyelenggarakan “DPE–HWPL Peace Education Teacher Graduation Ceremony” di Maseru lesotho pada (13/03/2026).

Internasional

HWPL Selenggarakan Wisuda Guru Pendidikan Perdamaian di Lesotho

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:45 WITA

HWPL Global Branch 12 menyelenggarakan kegiatan “2026 HWPL Cambodia Religious Youth Peace Camp” di Asia Euro University, Phnom Penh, Kamboja

Internasional

Kamp Pendidikan Perdamaian Agama Digelar di Phnom Penh, Kamboja

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:37 WITA

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x