Banjar – Peran mahasiswa tak hanya berhenti di ruang kelas. Kelompok J Mahasiswa Profesi Ners ULM Angkatan XXV membuktikan komitmennya melalui kegiatan penyuluhan Keluarga Berencana (KB) di Balai Desa Sungai Asam, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Rabu (11/02/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Mata Kuliah Praktik Profesi Keperawatan dan Kesehatan Lahan Basah, yang menekankan pendekatan promotif dan preventif di tengah masyarakat.
Fokusnya jelas: meningkatkan pemahaman pasangan usia subur tentang pentingnya perencanaan keluarga serta mengenal ragam alat kontrasepsi, lengkap dengan kelebihan dan kekurangannya.
Sejak awal kegiatan, suasana balai desa tampak hidup. Bapak-bapak dan ibu-ibu pasangan usia subur hadir dan mengikuti materi dengan penuh perhatian. Antusiasme warga terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi diskusi.
Turut mendampingi kegiatan tersebut Dosen Pembimbing Ns. Fitri Ayatul Azlina, Kakak Pembimbing Klinik Ns. Anisa, serta Tim Penyuluh KB Kecamatan Karang Intan, Muhammad Rahmaan Fahroly.
Materi diawali dengan pemaparan konsep umum tentang alat kontrasepsi oleh dosen pembimbing, kemudian dilanjutkan mahasiswa dengan penjelasan jenis-jenis KB, mulai dari metode hormonal hingga non-hormonal.

Sesi ditutup oleh Tim Penyuluh KB Kecamatan yang memberikan gambaran pilihan kontrasepsi yang dapat dipertimbangkan, tentunya dengan keputusan matang dan sesuai kondisi masing-masing pasangan.
Menariknya, pada sesi evaluasi, mahasiswa memberikan lima pertanyaan untuk mengukur pemahaman peserta. Hasilnya cukup menggembirakan. Warga mampu menjawab seluruh pertanyaan dengan benar, menandakan materi terserap dengan baik.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan reward sederhana serta leaflet edukasi agar informasi yang diterima dapat dipelajari kembali di rumah. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi dokumentasi bersama.
Salah seorang warga mengaku senang dengan kegiatan tersebut. “Bagus penyuluhan seperti ini, jarang dilakukan dan menambah pengetahuan warga terkait KB,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap masyarakat tidak lagi memandang bahwa program KB hanya menjadi tanggung jawab perempuan. Perencanaan keluarga adalah komitmen bersama, termasuk peran laki-laki dalam mendukung dan bahkan menggunakan metode kontrasepsi yang tersedia.
Edukasi yang menyentuh langsung ke desa seperti ini menjadi bukti bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat mampu menghadirkan perubahan, dimulai dari peningkatan literasi kesehatan keluarga.















