Martapura – Dua dosen Jurusan Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) yaitu Annisa Febriana, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Kep.Kom dan Yulia Yunara, S.Kep., Ns., M.Kep. melakukan penelitian inovatif dengan menggabungkan edukasi kesehatan dan budaya lokal. Mereka melaksanakan penelitian ini di Desa Tambak Anyar Ilir dan Desa Antasan Senor, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar. Selain itu 50 warga mengikuti kegiatan tersebut sebagai peserta.
Penelitian ini memberikan edukasi mengenai stunting, masalah gizi kronis yang menjadi tantangan di Indonesia, khususnya di wilayah pedesaan. Peneliti tidak hanya menyampaikan materi melalui metode ceramah, tetapi juga menayangkan video madihin, kesenian tradisional Banjar berbentuk syair berima yang sarat pesan moral.
Tim peneliti memilih pendekatan ini untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dengan cara yang lebih dekat dengan budaya mereka.
“Madihin adalah media komunikasi rakyat yang akrab dengan kehidupan sehari-hari warga Banjar. Dengan memadukannya ke dalam edukasi stunting, kami berharap pesan kesehatan lebih mudah diterima dan diingat masyarakat,” pungkas salah satu dosen.
Warga yang mengikuti kegiatan menunjukkan antusiasme. Mereka memperoleh pengetahuan baru tentang pencegahan stunting sekaligus menikmati penyampaian yang kreatif. Beberapa peserta mengakui bahwa mereka baru memahami stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan anak, melainkan juga menyangkut kualitas kesehatan jangka panjang, kecerdasan, dan produktivitas di masa depan.
Penelitian ini menunjukkan bagaimana perguruan tinggi berperan dalam memberdayakan masyarakat melalui pendekatan interdisipliner. Peneliti berharap hasil penelitian ini menjadi rujukan bagi model intervensi kesehatan berbasis budaya yang lebih efektif diterapkan di wilayah lain. Melalui inovasi ini, ULM menegaskan komitmennya untuk mendukung program pemerintah menurunkan angka stunting, khususnya di Kalimantan Selatan.















