Banjarbaru – STIKES Intan Martapura menggelar lokakarya penyusunan konversi nilai Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) berbasis aplikasi MBKM pada tanggal 13-14 November 2024 di Fave Hotel Banjarbaru. Lokakarya ini dihadiri oleh dosen dan tim IT STIKES Intan Martapura yang berkolaborasi dengan PT. Sikoola Indonesia untuk memperkenalkan sistem digitalisasi terbaru dalam pengelolaan nilai akademik berbasis MBKM.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua STIKES Intan Martapura, Ibu Hj. Zubaidah, SST., S.Kep., MPH, yang menyatakan pentingnya penerapan teknologi dalam mendukung program MBKM.
“Dengan terselenggaranya lokakarya ini, kami berharap proses konversi nilai di STIKES Intan Martapura dapat menjadi lebih efektif dan efisien melalui sistem digital yang inovatif,” tutur Ibu Zubaidah dalam sambutannya.

Pemateri utama dalam kegiatan ini adalah Prof. Dr. Yusring Sanusi Baso, S.S., M.App.Ling, yang menyampaikan pemaparan mendalam mengenai konsep dasar dan tantangan konversi nilai MBKM dalam konteks perguruan tinggi.
Selain itu, Muhammad Zulfikri Al Qowi, Founder dan CEO PT. Sikoola Indonesia, turut membimbing peserta dalam memahami aplikasi MBKM serta memberikan simulasi penggunaan aplikasi tersebut untuk mempermudah proses konversi nilai.

Para peserta mendapatkan kesempatan untuk melakukan pelatihan langsung dan diskusi interaktif, khususnya dalam hal penyesuaian kurikulum dan sistem penilaian agar sejalan dengan kebutuhan MBKM. Dengan adanya lokakarya ini, STIKES Intan Martapura diharapkan dapat segera mengadopsi sistem berbasis aplikasi MBKM dalam administrasi akademiknya, sehingga dapat mendukung pelaksanaan program MBKM secara optimal dan memudahkan pelaporan nilai mahasiswa.
Kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal penerapan teknologi informasi di STIKES Intan Martapura untuk mendukung digitalisasi di dunia pendidikan, khususnya dalam pelaksanaan program MBKM yang semakin berkembang.















