Proyek Jembatan Gantung Kotabaru Terhenti dan Dilanjutkan, Masyarakat Menuntut Kepastian

- Penulis

Jumat, 9 Agustus 2024 - 00:35 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proyek Jembatan Gantung Kotabaru

Proyek Jembatan Gantung Kotabaru

Kotabaru – Proyek pembangunan jembatan gantung di RT1 Desa Gendang Timburu, Kecamatan Sungai Durian, Kabupaten Kotabaru, kembali dilanjutkan setelah terhenti hampir setahun. Meski begitu, kelanjutan proyek ini menyimpan kisah kelam yang memicu kemarahan masyarakat dan ketidakpastian bagi para pekerja.

Proyek yang dimulai pada Juli 2023 ini mengalami penundaan signifikan setelah berhenti pada September 2023. Selama periode tersebut, proyek ini telah mengalami tiga kali pergantian pihak pengelola. Kini, proyek ini dikelola secara swakelola oleh pihak yang ditunjuk langsung oleh Dinas PUPR Kotabaru, bukan oleh kontraktor.

Seorang pekerja, Tinus, yang terlibat dalam proyek ini sejak awal, mengungkapkan kesedihannya.

“Pemborong pertama, Pak Jai, meninggalkan kami dengan pembayaran yang belum selesai. Proyek ini seharusnya selesai pada Desember 2023, namun banyak masalah menyebabkan kemunduran,” jelas Tinus.

Tinus juga menceritakan bagaimana pekerjaan tidak pernah selesai tepat waktu, dengan beberapa pekerja harus pulang karena tidak ada pengiriman bahan dari bos.

“Kami bahkan pernah tidak makan seharian karena tidak ada kiriman dari bos,” tambahnya.

Dua lembaga swadaya masyarakat (LSM) terkemuka, LSM BABAK dan BP3K-RI Kal-Sel, juga menyoroti masalah ini. Mereka mempertanyakan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan proyek yang sering terhenti tanpa penjelasan jelas.

Muslim Ma’in (Kiri) Udin Palui (Kanan) saat Berada di Kejaksaan Tinggi

Bahrudin, atau yang akrab disapa Udin Palui dari LSM BABAK Kalimantan Selatan, memberikan peringatan tegas.

“LSM BABAK akan melaporkan ke Kejati apabila menemukan adanya kecurangan dan juga akan melakukan investigasi ke lapangan,” ujar Bahrudin, menegaskan komitmennya untuk mengawal proyek ini agar tidak ada penyelewengan anggaran yang merugikan masyarakat.

Sementara itu, Muslim Ma’in dari BP3K-RI Kal-Sel juga menyatakan langkah-langkah tegas.

Baca Juga:  H. Risdianto Haleng dan Habib Azhar Al Khirid Resmi Melamar ke Partai Hanura

“Kami berencana melaporkan ke Kejati dan melaksanakan aksi dalam waktu dekat,” ujarnya, menunjukkan keseriusan dalam mengawal proyek ini.

Ia juga menambahkan LSM kami akan menyorot penuh dalam prosesnya.

“Yang pasti, LSM kami menyoroti mangkraknya jembatan gantung itu, yang nilainya mencapai Rp 7 miliar,” tambahnya.

Kepala Desa Gendang Timburu, Yonowari, merasa prihatin dengan keterlambatan proyek. Ia menekankan pentingnya penyelesaian proyek ini.

“Masyarakat sudah banyak yang tertipu karena pembayaran tidak lancar. Kami berharap Dinas PUPR segera menyelesaikan proyek ini. Masyarakat hanya ingin proyek ini selesai, jangan sampai mangkrak lagi tahun ini,” tegasnya.

Yonowari juga mengungkapkan bahwa proyek ini dibiayai dari APBD sebesar Rp 7 miliar.

“Kami berharap dana ini bisa digunakan sebaik mungkin untuk menyelesaikan proyek ini,” katanya.

Jembatan gantung ini sangat penting bagi sekitar 80 persen petani di seberang sungai yang bergantung pada jembatan untuk mengangkut hasil bumi seperti jagung, padi, pisang, dan buah-buahan.

“Selama ini, mereka terpaksa menggunakan perahu ketinting yang tidak efisien dan berbahaya,” ungkapnya.

Ketua RT1, Yansyah, juga menyuarakan harapan masyarakat agar proyek ini segera rampung.

“Masyarakat berharap proyek ini segera diselesaikan karena sudah mencapai 70 persen. Jembatan gantung ini diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan petani dan memperlancar distribusi hasil bumi,” katanya, menyuarakan keresahan dan harapan warganya.

Masyarakat dan pekerja hanya bisa berharap proyek jembatan gantung ini benar-benar selesai kali ini, tanpa mengalami penundaan lebih lanjut. Sementara itu, mereka terus menyuarakan harapan dan tuntutan mereka untuk memastikan proyek ini tidak berhenti lagi. (Haidar)

Berita Terkait

UNUKASE Gandeng Inspektorat Kotabaru dalam Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru
Langkah Perdana Yayasan Alifa Cahaya Bersinar, SPPG 2 Resmi Beroperasi di Kotabaru
Yayasan Alifa Cahaya Bersinar Tebar Kepedulian Lewat Jum’at Berkah di Kotabaru
Pemkab Kotabaru Apresiasi SKPD Berprestasi, Dorong Tata Kelola Anggaran yang Lebih Akuntabel
Layanan Kesehatan, Pendidikan, dan Infrastruktur Jadi Prioritas Pembangunan Kotabaru 2026
Kotabaru Meriahkan Kirab Obor PORPROV XII Kalsel, Semangat Sportivitas dan Persatuan Menggelora di Siring Laut
Pemkab Kotabaru Memperingati Maulid Nabi 1447 H di Masjid Apung dengan Khidmat
Dispersip Kotabaru Tumbuhkan Karakter Positif Anak TK Lewat Kegiatan Mendongeng

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 01:48 WITA

Kades Tanah Laut Perdalam Kepemimpinan di IPDN, Fokus pada Tata Kelola Desa yang Akuntabel

Selasa, 14 April 2026 - 05:03 WITA

MTQPN 2026 Resmi Dibuka di Tanah Laut, Perkuat Generasi Politeknik Berbasis Al-Qur’an

Selasa, 14 April 2026 - 04:53 WITA

ASN Tanah Laut Diingatkan Tingkatkan Kinerja dan Disiplin, Apel Gabungan Jadi Momentum Evaluasi Nyata

Minggu, 12 April 2026 - 08:03 WITA

Antusiasme Warga Membludak, Nobar Film “Kuyang” di Pelaihari Jadi Ajang Hiburan Sekaligus Seruan Bangun Bioskop

Jumat, 10 April 2026 - 17:55 WITA

Tanah Laut Jadi Episentrum Gerakan Tanam Serempak 10.000 Hektar, Dorong Kedaulatan Pangan Nasional

Kamis, 9 April 2026 - 01:54 WITA

Pelantikan ASN Tanah Laut 2026, Bupati Rahmat Trianto Soroti Etos Kerja dan Integritas

Kamis, 9 April 2026 - 01:26 WITA

Pemkab Tanah Laut Dukung Penuh Pembangunan Ponpes Al Mubarok Putera di Sarang Halang

Senin, 6 April 2026 - 22:01 WITA

Dari PKK ke Pramuka, Hj. Dian Rahmat Dorong Tertib Administrasi KTA Nasional 2026

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x